
Dengan terpaksa aku menceritakan antara aku dan Geo yang memang tidak memiliki hubungan khusus selain teman biasa, aku menyimpulkan seperti itu karena Geo sendiri tidak pernah menceritakan tentang dirinya padaku apa itu pantas di sebut lebih dari teman, hal yang umum dia juga tidak pernah cerita apa lagi tentang perasaannya padaku dan ntah siapa wanita yang Geo sukai aku pun tidak tau. aku belum bisa menceritakan bagian tentang kenapa aku berubah menjadi siluman kepada tabib, hal itu begitu memalukan bagiku yang seorang wanita bersyukur tabib tak lagi kepo terhadap ku dan mempersilahkan untukku beristirahat.
suasana kamar yang megah dengan hiasan khas ala kamar cowo pada umumnya, kamar ini tidak tampak seperti kamar istana yang lainya, kamar ini di desain seperti alam manusia. ku baringkan tubuhku yang letih, aku tidak boleh terlelap sebelum Geo kembali aku ingin penjelasan tentang tes yang terjadi di aula, aku masih belum percaya kalau aku siluman. suara langkah sepatu menuju ke kamarku tak berapa lama suara pintu terbuka memperlihatkan sosok Geo tersenyum kearah ku, aku begitu senang dan berlari kearahnya untuk memeluknya seperti anak kecil mengambil permen dari ayahnya.
aku memulai percakapan diantara kami setelah puas aku memeluknya erat tak ingin lepas dari tubuh geo tetapi ku lihat Geo sampe sesak napas dibuat ku, aku menanyakan apa yang harus ku tanyakan agar otak ku bisa bernafas lega, Geo menjelaskan aku bukan lah siluman soal tes yang tadi dilakukan di aula memang benar hasilnya aku siluman tapi tidak untuk saat ini artinya waktu tes berlangsung aku adalah siluman tetapi aku yang sekarang adalah manusia. ciuman dari geo bukan lah menjadikan ku siluman permanen tetapi hanya beberapa jam dan sekarang aku kembali ke wujud manusia biasa, aku merasa senang sekaligus sedih karena aku tak mungkin bisa menjadi pendamping Geo yang notabene seorang raja apalagi bukan raja biasa dia raja siluman yang tidak mungkin bersanding dengan manusia kecuali aku rela masuk kedalam dunia siluman.
ku dekap tubuh Geo untuk menyalurkan suara hatiku, kepala ku bersembunyi di dada bidang Geo disana aku mendengarkan detak jantung Geo semakin cepat ku dongak kan wajah ku melihat wajah Geo, pipinya terlihat merah wajah saltingnya terlihat begitu imut, aku tau Geo sudah bangun waktu aku memeluknya tadi, aku berharap Geo tidak melihat ku saat menangis karena itu sangat memalukan.
Geo membuka matanya perlahan menanyakan apa yang membuat aku menangis, aku hanya bisa diam ternyata apa yang aku khawatir kan terjadi Geo sudah terbangun dari awal dan kejadian aku menangis pun Geo tau, aku hanya bungkam tak mau menjawab dan memalingkan wajahku kedalam dada bidang Geo.