Love Monsters

Love Monsters
dunia baru



lagi asyik aku berkhayal tiba tiba pintu kamar terbuka, aku melihat Geo di balik pintu dia masuk dan kembali menutup pintu aku berdiri dan meminta penjelasan apa yang sedang terjadi, dia tergesa-gesa memelukku dan meminta maaf padaku, aku yang tak faham apa yang dia ucapkan aku hanya mengernyitkan dahi. Geo menjelaskan bahwa dia gagal untuk melindungi ku dalam pertemuan di aula untuk tidak menjadikan aku sebagai tumbal nyawa. kakiku terasa lemas dan ambruk ke pelukan Geo, aku mulai menangis bukan karna aku di jadikan tumbal tetapi aku tidak akan bertemu dengan Geo kembali, Geo menenangkan ku bahwa ada satu cara untuk kabur dari pertumbalan ini aku harus menjadi bagian dari Mereka yaitu menjadi siluman. aku merasa ragu tapi ku mantapkan hati ku soalnya ini adalah jalan untukku agar tidak berpisah dari geo, aku bertanya pada geo bagaimana aku bisa menjadi siluman dalam sekejap.Geo sendiri berubah jadi siluman karena belajar ilmu beladiri dari Mbah Tasi sedangkan aku tidak ada waktu lagi untuk belajar.


Geo mendekati ku dan menatapku intens, jarak diantara kami cuma satu jengkal tangan. aku bertanya padanya apa yang mau dia lakukan tetapi Geo tak menjawab dan dia semakin dekat ke wajahku, aku menutup mataku tidak mau melihat apa yang akan terjadi. Geo mencium bibirku sedikit lama seketika aku terbelalak ingin mengoceh padanya tetapi tangan Geo menutup bibirku agar aku tak berisik, dia berbisik ini cara satu satunya agar aku jadi siluman dalam sekejap. jantung ku berdegup keras kalau aku menolak tamat riwayat ku jika dijadikan tumbal nyawa tetapi jika aku tidak menolak aku juga berakhir jadi manusia. ku pasrahkan diri ku asalkan aku bisa selalu dekat dengan Geo aku rela apapun ku lakukan, Geo kembali mendekati wajahku dan aku hanya bisa menutup mata tetapi tidak ada pergerakan apapun, aku membuka mataku dan melihat Geo tersenyum


Geo berbisik padaku "apa yang kau fikirkan?"


apa yang barusan aku fikirkan, aku merasa sangat malu mau taro dimana mukaku kalau melihat geo, pastinya Geo akan mengejek sampai akhir hidupku nanti. tiba tiba ada suara ketukan pintu dari luar kamar ku ini terdengar bukan ketukan tetapi pintu di dobrak suaranya nyaring sekali, setelah dobrakan ke tiga pintu kamarku terbuka dan menampakkan sosok penting dalam istana ini seperti para jajaran menteri istana, mereka apa ga diajarin sopan santun masa main dobrak kamar orang apalagi ini kamar raja mereka seharusnya pake tata Krama yang baik, aku menggenggam tangan Geo aku merasa sangat takut, sebenarnya aku masih malu terhadap Geo soal kejadian barusan, aku tidak peduli rasa malu itu yang penting aku berlindung dulu saat ini. penasehat raja mulai membicarakan maksud dan tujuannya kepada Geo yang notabene adalah raja mereka, mereka meminta Geo untuk menyerahkan ku untuk di jadikan tumbal, genggaman tanganku ke Geo semakin erat aku harap Geo mengerti kalau aku merasa sangat takut. Geo mengambil alih genggaman tangan kami dan dia mulai mengajakku berdiri, geo menjelaskan secara tegas layaknya seorang raja kepada para jajaran menteri istana aku melihat dari samping gerak geriknya dan merasakan kekagumanku mulai terusik kembali. aku menangkap dari penjelasan Geo bahwa dia tidak menyerahkan aku karena aku seorang siluman, dia tidak mau ada bencana karena melanggar hukum hutan larangan.