
Tubuhku terasa begitu kaku, darah terus mengalir tanpa henti, ku paksakan tubuhku meronta untuk keluar dari gelapnya dunia. ku terus berlari tanpa arah Samapi tak ada lagi jalan setapak yang bisa ku lalui Sampai ku menemukan tepi jurang dan pada saat itu perasaan ku sangat kalut dan takut akhirnya ini jalan keluar bagiku untuk mengakhiri hidup tak berguna. ku dengar sayup sayup seseorang memanggil ku, aku tau orang yang memanggilku itu bajingan dia ayahku sendiri yang tega ingin melecehkan putrinya, aku sadar dia hanya ayah tiri yang tak pernah bisa menganggap ku sebagai anak kandung.
Aku mahasiswa jurusan komunikasi namaku Zeana, aku seorang gadis malang yang terbelenggu hukum dunia, saat ini mengakhiri hidup itu lebih baik dari pada terus berjuang tetapi tidak dihargai itu yang ada di isi otak ku saat ini sebelum semuanya berubah saat diriku bertemu dengan orang misterius. orang yang menyelamatkan ku dari kematian dan dari ayah bajingan ku, setelah kejadian malam itu aku di bawa ke pondok kecil tengah hutan kurasa itu kediaman orang misterius itu tetapi bisa bisanya dia tidak takut sendirian di hutan belantara seperti ini, aku sudah pasrah sekarang ku serahkan semuanya pada yang kuasa apa ini akhir yang buruk bagiku atau baik tetapi dia yang menarik ku ke sisi terang dan dia juga yang menyadarkan ku untuk kembali semangat sebenarnya aku tidak tau motif orang itu apa mengalamatkan gadis seperti ku.
Kegaduhan suara benda jatuh membuatku terusik ku beranikan diri membuka mata perlahan ternyata ada seseorang berjubah hitam tanpa topeng di depan ku sedang memasak ntah apa yang dia masak baunya harum sekali kurasa ini bukan pertama kalinya dia memasak tetapi ku baru bisa memergoki nya. ku berusaha tetep dia tanpa suara dan mulai terduduk melihat gerak geriknya memainkan spatula, dia begitu lihai dalam hal ini walaupun peralatan yang digunakan sederhana. dia begitu seksi di mataku seorang laki-laki yang pandai memasak padahal aku tidak tau tampang nya kurasa dia tampan bak pangeran negeri dongeng. kurasa dia menyadari ada yang memperhatikan nya dia memakai kembali topeng untuk menutupi wajahnya aku sangat kecewa dengan hal itu karena belum sempat aku melihat wajahnya. ku beranikan diriku menanyakan namanya tetapi tak ada jawaban aku rasa dia orang yang sangat dingin dan angkuh, ku mulai mendekati nya dan inisiatif membantu tetapi dia selalu menghindar apa yang salah toh aku cuma pengen mengenal pangeran yang menyelamatkan ku.