Love Monsters

Love Monsters
Pdkt



Sudah satu bulan lamanya aku tak bisa mendekati apalagi mengenal sosok misterius ini, padahal kami tinggal satu atap tetapi dia pandai menghindar dengan aura mencekam yang mengikuti nya. Berbagai cara tidak pernah berhasil pada akhirnya aku menyerah dan ingin kembali ke pedesaan bukan perhutanan seperti sekarang, ku bulatkan tekad dan bergegas mencari jalan keluar sebelum malam tiba.


Tengah jalan aku bertemu seorang perempuan cantik dia membawa rusa yang telah mati hasil buruannya, ku coba bertanya dan mendekat padanya mungkin dia tahu jalan keluar dari sini. alangkah kagetnya diriku melihat dia memiliki taring seperti harimau ntah serigala aku tidak tahu jenis taring yang dimilikinya. ku langkahkan kakiku mundur dan lari menjauh tetapi hal yang sia sia dia begitu cepet menyusul ku, larinya seperti kilatan matanya merah dan taringnya penuh darah. ku berteriak sekuat tenaga meminta tolong beruntung klau ada yang dengar tetapi buntung kalau tidak ada siapapun orang menolong, teriakan ku semakin menjadi karena ada tangan yang menyentuh bahuku tangan itu sedingin es sama sekali tak ada kehangatan, ku beranikan menoleh kebelakang melihat siapa dia dan ternyata orang misterius yang menolong ku selama ini. aku masih ketakutan menceritakan apa yang ku lihat barusan, sambil memeluk tubuh nya aku menangisi ketidakberdayaan ku dia tidak menolak saat ku peluk erat mungkin dia paham situasi apa sedang mencari kesempatan aku tidak peduli yang ku pikirkan nyawa ku selamat. matahari mulai tenggelam dia membawaku pulang ke pondoknya memberiku minum dan berusaha menenangkan ku, kondisi ku mulai tenang aku mulai bertanya padanya siapa perempuan bertaring tadi walaupun aku tahu pasti dia tak akan menjawab pertanyaan ku, ntah dia itu bisu atau emang males buat bicara. ku baringkan tubuh ku yang terasa sangat lelah, disaat aku ingin menjelajah dunia mimpi dia menjawab pertanyaan ku dengan suara yang begitu merdu tapi tegas terkesan dingin membuatku tercengang olehnya bahwa perempuan bertaring itu adalah penjaga hutan terlarang ini dia sangat baik asal kita jangan melanggar hukum hutan larangan, dia membuka topeng dan jubah hitam yang dia kenakan disitu aku bisa melihat wajah yang begitu tampan dan tegas, kulit kuning Langsat tetapi wajahnya sangat sendu, ku berfikir apa dia seorang manusia karna dia tercipta begitu sempurna. lamunanku terhenti saat dia berdehem dan tersenyum manis memperlihatkan lesung Pipit.


Namanya Geo Ferdinand, dia sudah dari kecil tinggal di hutan larangan ini bersama perempuan bertaring yang bernama mbah Tasi, itu yang dapat aku tangkap dari ucapannya soalnya suaranya seperti alunan musik nan merdu akhirnya aku terlelap. keesokan harinya aku tidak dapat menemukan Deo, sarapan pagi sudah tersedia baju ganti pun sudah ada, sebenarnya dia pergi kemana setiap harinya selama aku di sini tak pernah tau kegiatan dia seperti apa yang ku tahu hanya siang makan dan malam untuk tidur. ku habiskan makanan ku dan bergegas keluar mencari Geo setidaknya aku berusaha untuk meringankan beban dari pada hanya berdiam diri dalam pondok dengan mengumpulkan ranting kering sekitar pondok untuk bahan bakar, pondok ini begitu rapi dan terawat Geo adalah laki laki idaman pada perempuan selain bisa masak dia juga orang yang pekerja keras buktinya setiap pagi buta sudah berangkat dan pulang larut walaupun ntah apa yang dia lakukan.