
Aku memutuskan untuk pulang kegubuk tengah hutan yang kami tempati dahulu, aku rebahkan tubuhku dengan begitu fikiran gue berasa tenang dan lupain kejadian di istana, apa aku salah mengungkapkan perasaan ku ke Geo sampai secara tidak langsung Geo mengatakan aku bodoh. aku semakin frustasi memikirkan itu semua apa maksud Geo barusan aku paham ko kita ga akan bisa bersama tapi aku hanya ingin mengungkapkan perasaan itu saja masalah di terima atau engga itu urusan belakangan tetapi jawaban Geo membuatku patah hati tidak ada manis - manis nya nolak seseorang.
ku regangkan otot- otot ku setelah seharian dalam dunia mimpi, ku raba tubuh ku ternyata ada selimut yang menutupi ku, ku bergegas membuka mataku karena sebelum tidur aku tidak memakai selimut tetapi sekarang ada selimut siapa yang telah masuk ke dalam sini, ku edarkan pandangan mataku ke semua sudut ruangan tetapi tak ada seorangpun di sini kecuali diriku.
crackkk..., aku tersentak mendengar suara beda jatuh dari arah luar, aku berfikir pasti ada maling aku berlari membuka pintu belakang dan menemukan Geo sedang berjongkok membersihkan pecahan gelas dengan cengiran kuda, aku terpana melihat Geo begitu seksi padahal hanya membersihkan sisa pecahan apalagi kalau melihat geo memasak itu adegan paling aku suka.
" kamu ko ada disini? " tanyaku ketus soalnya masih kesel sama geo.
"ini kan rumahku? apa tidak boleh aku disini?" dengan santainya Geo nyelonong masuk ke dalam.
"ya boleh lah tapi kan di istana pasti membutuhkan rajanya" aku masih mengekor di belakang geo
Buugg... tiba tiba Geo berhenti seenak jidat sampe aku menabrak punggungnya.
" aw.. wajahku, sakit tau! kamu gimana si kalau mau berhenti bilang jangan mendadak gitu!" cerocos ku memukul punggung geo.
Apalagi ini apa ada hal yang membuatnya tersinggung sehingga sikap dia berubah seketika aku merasakan aura mulai mencekam teramat dingin. aku langsung meminta maaf padanya aku takut hubungan kami semakin buruk karena aku tak menjaga ucapan, Geo berbalik dan menatap tajam aku semakin takut dengannya. aku melihat kepedihan dan penyesalan dalam mata Geo yang amat menyakitkan, hatiku rasanya perih ikut merasakan apa yang ku lihat dari sorot matanya yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
" kenapa kamu menangis?" Geo mengusap lembut pipiku yang basah.
aku tak menjawab hanya diam dan semakin deras air mataku diperlakukan lembut oleh Geo membuatku semakin tak rela pisah darinya, aku ingin memilikinya.
" tolong jangan menangis Zee, aku tidak kuasa melihat kamu meneteskan air mata itu sangat menyakiti hatiku" ucap lirih geo masih setia menatap ku
aku kaget dengan ucapan Geo barusan apa ini artinya Geo juga menyukaiku, aku merasa berbunga-bunga Sekarang tetapi tetep jaga image.
" aku tidak apa-apa Geo! apa boleh aku memelukmu?" aku tersenyum terpaksa.
geo hanya mengangguk setuju, aku langsung memeluk erat pinggang nya. aku merindukan nya padahal baru beberapa jam aku berpisah darinya.
"Geo aku boleh tanya? apa ini artinya kamu menerima ku sebagai kekasih?. tanyaku hati - hati tak ingin menyinggung Geo lagi.
Geo tersenyum kecut " maaf Zee yang ku lakukan sekarang bukan berarti aku menerima mu sebagai kekasih!.