Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 5



🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


...Waktu terus berlalu ,malam yang penuh tangis itu pun berakhir , berganti dengan pagi yang cerah .....


Matahari sudah mulai muncul walau masih malu malu menampakan diri nya di balik awan ..


"Eeuugghh ,hooooaaammm" lenguh Raina sambil menguap ,"aaaawww"ringis nya pelan saat merasakan sakit di bagian pinggang dan punggung nya .


"Oooh lord , ternyata gue ketiduran disini , pantesan badan gue berasa remuk hehe" ujar Raina sambil terkekeh sendiri .


bagaimana tidak Raina tak sadar tertidur dengan posisi duduk menyender pada nakas nya itu pun semalaman.


Raina perlahan berdiri ia menoleh sebentar pada jam di dinding ,waktu menunjukan pukul 05:30pagi .


Raina meraih handuk nya yang bertengger di balik pintu ,dan ia langsung melaksanakan ritual mandi nya .


setelah selesai mandi Raina langsung menuju dapur ,menyiap kan sarapan untuk diri nya dan sang ayah , Raina membuka kulkas nya melihat bahan² nya untuk memasak .tak banyak bahan dalam kulkas itu ,lalu Raina menjatuh kan pilihan nya pada nasi goreng .


"masak nasi goreng aja ah biar ngak ribet "gumam nya lalu ia mengeluar kan bahan² itu ,ia mengambil telur ,daun bawang ,bawang merah dan putih ,.


ia mulai membersihkan dan menghalus kan bahan itu , setelah selesai ia mulai memasak nya ,tangan nya dengan cekatan dan telaten memainkan pisau dan peralatan dapur yang lain nya . beberapa menit kemudian nasi goreng itu sudah matang .


Raina menyiap kan nya di atas meja , setelah selesai ia kembali kekamar nya mengambil ponsel nya yang sedari semalam di nonaktifkan nya , setelah mengambil nya Raina langsung mengaktifkan ponsel nya .beberapa pesan dari Lunetta pun langsung masuk .


From my Beastie


Wooyy ,Lo masih idup kan .


Besok gue jemput jam 9


Pake pakaian yang rapi yah besok langsung ngadep bos gue .


See you


___________


me


.


Raina kembali ke dapur setelah membalas pesan lunetta


Tak sengaja Raina menglihat sang ayah sangat lahap memakan nasi goreng yang ia masak . Raina tersenyum , "setidak nya ayah tak membenci masakan ku " lirih Raina dalam hati.


Herman menyadari kalau sang putri sedang memperhatikan nya berdiri di ambang pintu dapur ,"kau jangan berbesar kepala hanya karna aku memakan masakan mu, aku MEMBENCI MU ,bukan masakan mu " ucap nya datar dengan menekankan kata benci yang sangat mendominasi itu .


Raina hanya tersenyum kecut menanggapi nya .lalu ia bergabung bersama sang ayah .


Tak ada percakapan hangat dari mereka .


hanya suara sendok dan piring yang saling beradu.


Setelah selesai makan Herman berdiri dan berlalu keluar dari dapur , sebelum benar benar keluar Herman berhenti di ambang pintu


"Bagai mana cara nya aku tak mau tau ,kau harus bisa membantu ku melunasi hutang² ku ,itu semua karna kau juga penyebab nya " serkas Herman lalu ia melanjutkan langkah nya


Sedang kan Raina ,hanya tersenyum getir .


"Pasti akan ku bantu ayah ,tanpa kau pinta sekali pun" jawab nya .


lalu Raina berdiri membersihkan sisa makan mereka tadi .


"aku kuat ,aku bisa ,bertahan Raina , bertahan sebentar lagi , berjuang sedikit lagi,di balik semua masalah ini pasti ada hikmahnya " Raina memeberi semangat pada diri nya sendiri ,jika bukan diri nya yang berusaha lalu siapa lagi ,pikir Raina .


_____


**jangan lupa tinggalin jejak yah guys dukung terus karya author,.


like, coment and vote


terimakasih**