Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 31



*Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading guys*


"Mang Asep makasih banyak ya , udah bantu raina ,kalo ngak mungkin Raina bisa tidur di teras hehehe." Raina ,


sebenarnya tak enak hati membohongi Asep ,namun ia juga tak mau ,masalah keluarga nya sampai terdengar ke orang lain ,walau pun hubungan Raina dan ayah nya sedang renggang,namun hanya mereka berdua yang tau ,orang lain masih memandang mereka adalah keluarga yang hangat ,.


bagi ayah dan raina jika masalah keluarga nya sampai terdengar oleh orang lain maka nama sita lah yang akan tercemar pikir Herman dan Raina ,maka dari itu jika di luar rumah Herman memperlakukan Raina layak nya ayah yang sangat menyangi putri nya ,tapi tidak dalam rumah,jangan kan bicara ,tatapan Herman pun sangat dingin kepada Raina .


Raina mengganti baju nya lalu langsung istirahat ,tak lupa ia mengabari sahabat nya kalo diri nya sudah pulang dari hotel dan langsung pulang ke rumah ayah nya .


Raina berbaring menantap langit² kamar nya ..


badan nya sangat lelah saat ini ,terlalu banyak dan terlalu menyakit kan apa yg ia hadapi di hari hari sebelum nya .


Raina tersenyum dengan air mata yang terus menetes


"Rumah ????"gumam nya


"tempat ini kah yang ku sebut (Rumah)


Tetapi dalam nya tidak lah (Ramah )


Jika orang pulang untuk (Tenang )


Maka aku pergi agar tetap(Waras)" tanya Raina pada hati nya .


"Tuhan jika ini memang takdir ku ,maka permudah lah ,kuat kan hati hamba agar bisa menerima nya dengan lapang dada " sambung nya sebelum perlahan mata cantik nya itu terlelap .


Ke esoakn pagi nya ,Raina terbangun mendangar suara grasak grusuk dari ruang tengah ,.


Raina mencoba mengumpulkan nyawa nya ,agar bisa bediri dengan benar ..


"Siapa ya ,apa ayah sudah pulang ?" pikir nya .


Sedang kan di luar Herman mencoba mencari sesuatu yang hilang ,Karna ia merasa menjatuh kan benda itu di rumah .


"Dimana ya ,apa mungkin jatuh di jalan, gak mungkin ,aku yakin kemarin jatuh di rumah " ucap nya sambil tetap mencari .


"Apa yang di cari ayah "Pikir Raina


" apa mungkin ayah mencari ini " Raina meraba Kalung di leher nya ,dengan liontin permata dan berisi kan nama mereka bertiga di samping liontin itu .


Raina ingin keluar namun ia tak punya keberanian ," keluar gak ya ,tapi gue takut nanti kalo ayah ngamuk lagi ,mana uang yang ayah minta juga belum dapat lagi !!!" guamam nya pelan sambil mondar-mandir di kamar nya .


di ruang tamu Herman kesusahan mencari kalung itu ,.


"Ck.kemana kalung itu ,dan gadis itu juga kemana ,apa uang nya sudah dia dapat kan ,jika tidak maka aku harus siap kehilangan rumah bahkan nyawa ku sendiri " gumam nya pelan ,tapi masih bisa terdengar oleh Raina .


degh.


raina terkejut mendengar penuturan ayah nya ,.


"Gak² gak boleh rumah ini gak boleh di jual ,hanya rumah ini kenangan gue sama bunda gue juga ngak mau kehilangan ayah ," gumam nya pelan .


"Ayah tenang aja Riana pasti bisa dapetin uang itu ,walau Raina harus taruh nyawa juga gak papa asal raina bisa selamatin rumah ini dan ayah " janji raina yakin .


Saat ini Rania hanya ingin mendapatkan kembali kasih sayang dan kebahagiaan dalam rumah ini ,walau bertukar dengan nyawa nya sekali pun raina rela .


--------------


*jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih*.


.salam sayang dari author


.latte***