
Denting waktu terus berlalu,matahari sudah mulai tenggelam,menandakan sang rembulan akan muncul ,.
Terlihat seorang gadis masih tertidur pulas di tempat tidur nya ,gadis itu sangat kelelahan setelah membersihkan rumah nya dan juga memasak makanan untuk diri nya dan sang ayah .
Waktu sudah menunjukkan jam 18:30 sore .
Braakk....
Bruuukk ..
Suara pintu yang di banting kasar itu sangat nyaring.
Raina terperanjat mendengar suara keras itu ,ia langsung terjaga dari tudur nya ,Raina bersusah payah mengumpul kan kesadaran nya.
"Astaga siapa di luar ,apa itu ayah " lirih nya lalu ia berjalan menuju pintu kamar nya ,sesaat setelah pintu terbuka mata Raina membelalak "AYAAAH"pekik nya saat melihat Herman tergeletak tak berdaya di depan kamar nya .
penampilan pria paruh baya itu sangat berantakan dengan wajah penuh lebam "apakah ayah habis berkelahi"pikir Raina setelah menelisik keadaan sang ayah
Tak ada lagi Herman dengan kewibawaan nya , Herman yang biasa nya tampil rapi sekarang lihat lah ,dia sangat berantakan , wajah yang sudah di penuhi oleh bulu bulu halus di rahang nya ,rambut yang mulai memanjang . sungguh jauh dengan Herman 2 tahun yang lalu .
dulu dia seorang yang terbilang berada ,sekarang berbeda bahkan bisa di sebut dia seorang pengangguran,dan hidup nya penuh dengan lilitan hutang dengan renternir dan berakibat ia dan Raina selalu saja di kejar kejar oleh renternir itu ,dan mengancam jika Raina belum bisa melunasi nya di waktu yang di tentu kan ,maka Raina harus siap menjadi isteri sang boss renternir itu .
Raina berusaha memapah sang ayah menuju kamar Herman "astaga ayah ,apa yang terjadi ,kenapa ayah bisa seberantakan ini "tanya Raina pada Herman yang kesadaran mulai kembali .
"Ini semua gara gara kau ,anak sialan ,gara gara kau aku kehilangan istri ku ,aku membenci mu anak sialan,dasar anak pembawa sial " gumam herman sertan menyentak kasar tangan Raina dan mendorong nya sedikit kasar,.
Air mata Raina luruh tanpa perintah
Hati nya sakit ,perasa'an nya aaahh sangat lah hancur,.
Saat Herman mengatakan bahwa ia sangat membenci Raina ,hati Raina seperti di hunjam ribuan pedang ,bahkan jika dulu sang ayah menatap nya penuh dengan kasih sayang ,2 tahun terakhir ini Herman selalu menatap Raina dengan tatapan kebencian.
Raina kembali ke kamar nya dengan langkah gontai,ia menutup pintu kamar nya dan langsung merosot ke bawah di balik pintu kamar nya.
"Hiiikksss .se sebenci itu kah ayah pada diri ku??," Lirih nya tersedu ...
"Seandai nya waktu bisa rain putar kembali ,dan rain bisa memilih ,maka rain pasti akan memilih nyawa rain lah yang berakhir saat itu ,bukan nyawa bunda ,hiiiiksss...hiiiikkkssss..." Lirih nya lagi ,ia berjalan mengambil foto sang Bunda yang berada di atas nakas nya .
"Bunda rain rindu ,kasih sayang bunda kalian ,rain rindu ayah yang dulu ,bundaaa aaa apa yang ha haruss rain lakukan , agar ayah berhenti membenci rain ,sungguh hati rain sangat sakit bunda ,,hiiiiksssss tuhaaan apa yang harus aku lakukan ???" Tanya Raina sambil memeluk figura sang bunda ,sambil menangis sejadi jadi nya di kamar nya. Raina menangis sampai ketiduran di samping nakas nya yang masih memeluk foto sang bunda .
____________
**jangan lupa tinggalin jejak yah guys biar author tambah semangat.
like, coment, and vote . terimakasih
happy reading guys 💞💞💞💞**