Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 22



*Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading guys*


____________


Devano baru saja sampai di markas nya, ia melihat kekacauan yang sudah di buat oleh musuh musuh nya dari dunia bawah .


"Selamat datang tuan muda " ucap Kevin menyambut devano di depan markas


"Apa kau tau siapa tikus tikus itu ?" Tanya Devan tanpa basa basi


"Sudah tuan dia ,hanya salah satu organisasi baru yang tak tau siapa kita " ucap Kevin terkekeh mengasihani nasib ketua organisasi itu .


"Apa kau sudah meberes kan nya??" Tanya Devan lagi menatap asisten nya


"Sudah tuan ,bahkan baru saja aku mengukir sebuah lukisan di tubuh salah satu dari mereka yang masih hidup "ucap Kevin dengan raut kepuasan di wajah nya .


"Good ,kau selalu cepat tanggap kev " puji Devan sambil menepuk pundak Kevin pelan .


"Lalu apa zoo juga mendapat bagian nya ?" Tanya Devan lagi sambil memainkan gantungan kunci mobil nya ,.


Kevin menggeleng cepat "Ooh no ,saya tak ingin memberikan tikus-tikus itu pada zoo ,lebih baik kita kirim kepada sang ketua agar dia tak berbuat lebih lagi nanti " usul Kevin tersenyum dan di angguki oleh Devan


Devan memeriksa anak buah nya ,lalu menatap Kevin sekilas .


"Terserah kau saja ,kirim mereka yang terluka ke rumah sakit ,rawat mereka dengan baik, saya mau pulang , " ucap Devan lalu ia masuk kembali ke mobil nya ,


Mobil Devan melesat begitu saja melewati hutan hutan belantara .


Kevin langsung memerintah anak buah nya yang lain


"Dan kalian bawa yang terluka ke rumah sakit ,minta dokter lingga mengobati nya dengan Baik , mengerti ??" titah Kevin tegas pada anak buah nya .


"Baik tuan " ucap mereka serempak


"Baik lah saya akan pulang menyusul tuan " dan Kevin langsung menunggangi kuda besi nya dan ikut melesat meninggal kan markas ..


________


________


"Eugh" lenguh Raina ,Raina mengerjap kan mata nya ,lalu melirik jam di nakas sudah menunjukan waktu pukul 7 malam .


Raina menoleh ke samping nya , terlihat lunetta tidur dengan nyenyak ,.


Raina menaikan selimut sampai ke leher lunett ia tersenyum " terimakasih untuk segala nya nett ,kalo ngak ada Lo gue ngak tau apa yang bakal terjadi sama gue " lirih nya lalu ia beranjak ,dan langsung menuju kamar mandi ,.


Setelah selesai mandi Raina membuka kulkas kecil yang berada di kamar itu ,ia ambil beberapa botol minuman bersoda , tak lupa ia membawa buku catatan ,hp beserta handset milik nya ,ia keluar kamar dengan pelan agar netta tak terganggu ,.


Raina berjalan menuju roofdop , beruntung bangunan itu hanya memiliki 3 tingkat ,jadi sang empunya kost-an itu menyediakan fasilitas bersantai untuk para penghuni nya .


Raina duduk ,di kursi panjang yang tersedia di sana , cuaca sangat mendukung saat ini ,Raina mendongak ke atas terlihat bulan dan bintang yang menemani nya malam ini


" kalian sangat indah ,apa bunda berada di sekitar kalian ??" Ucap Raina lalu ia membuka buku catatan nya yang selama ini menyimpan banyak keluh kesah Raina ,ia tersenyum saat buku itu terbuka ada foto keluarga yang tersenyum bahagia di sana .


"bunda Raina rindu sama bunda ,apa bunda baik baik aja di sana??" monolog Raina sambil menatap langit "bunda apa rain dan ayah bisa sehangat dulu lagi??,rain rindu sama ayah yang dulu bunda,!!" lirih nya pelan lalu ia kemudian ia menutup kembali buku itu ,.


_______


****jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih****************