Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 14



Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading guys


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Masih di pusat perbelanjaan yang sangat ramai karna seperti biasa di hari weekend ,.


Di sebuah restoran terlihat seorang pria tampan bersama sang asisten sedang menikmati makanan mereka .


"Van abis ini kita kemana ??" tanya Kevin setelah mereka selesai makan .


"tempat berta " sahut devano singkat ,Berta adalah seorang desainer keluarga Lee yang Sudah merancang pakaian khusus untuk keluarga besar Lee dari sejaman ibu nya .


"oh oke ,biar gue telpon dulu asisten nya kalo kita akan kesana " ucap Kevin sambil mencari nomer asisten Berta di ponsel nya , setelah Kevin menghubungi asisten Berta mereka langsung menuju butik milik Berta .


setelah membayar makanan merka ,dua laki laki itu keluar dari restoran itu dengan gagah nya ,tak khayal setiap langkah mereka selalu di kagumi para gadis bahkan ibu ibu yang sedang berada di restoran itu .


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


Di sisi lain mall tepat nya di wahana permainan Raina and the gank , tampak sibuk dengan dengan permainan masing-masing.merka tertawa lepas saat salah satu dari mereka melakukan hal konyol atau hanya sekedar kalah dalam permainan ,tak jarang juga mulut Icha dan lunetta mengeluar kan berbagai umpatan jika mereka gagal mendapatkan apa yang mereka ingin kan dari sebuah mesin capit ,.


jangan kan Icha sama netta author aja suka kesel kalo main capit boneka ,tapi yang aneh itu kenapa kaga kapok kapok .hahaha oke balik lagi ke cerita .


"shitt!!! kalo kek gini mah yang ada saldo permainan gue abis "kesal lunetta ,yang di angguki oleh Icha.


"lah udah tau main capit boneka itu untungยฒ an tau ngak ,bisa berhasil ,bukan salah mesin nya ini mah ,yang salah otak Lo berdua dodol ,udah tau bakalan kagak dapat masiih aja teruss di mainin " omel raina lalu berjalan meninggalkan lunetta dan Icha "tu anak kesembet setan mall kali yah " ucap Icha asal "huusst apa in sih ,kalo ngomong di filter dulu Napa ," ucap lunetta ,"hehe sorry " sahut icha sambil mengacung kan jari nya berbentuk V


"woooyyy bantuiinn " teriak Sisil dari kejauhan yang membawa banyak karcis kecil yang di keluarkan oleh mesin permainan .


"wiidiihh bakalan dapet hadiah nih anak ,kalo tu karcis banyak banget " sahut Icha


"iya hehehe ,eeh bantuin rapiin dong " ucap Sisil dan mereka langsung membantu .


"guys udah pada laper ngak ?,gue laper Nih " celetuk netta sambil mengusap perut nya .


mereka langsung menuju salah satu restoran di mall tersebut , sebelum sampai di tujuan entah kenapa Raina berbelok sendiri menuju stand minuman ,tanpa di sadari oleh teman teman nya ,.


"lah Raina kemana ??" tanya sisil tersedar saat mereka sampai di depan restoran ," bukan nya tadih di belakang Lo Cha ? sahut netta, "yang di belakang gue tadih kan elo nett " sahut Icha takalah bingung ," lah terus Raina kemana ? " tanya lunetta pada kedua teman nya ,"telpon Gih" usul sisil ,lalu lunetta merogoh ponsel nya menelpon raina .


sedang kan Raina di buat mati kutu oleh pria yang baru saja tak sengaja ia tabrak ,Pria tampan itu menatap tajam Raina ,dengan manik keabuan nya ,pria itu sangat kesal Karna kemeja yang ia pakai saat ini basah terkena tumpahan minuman Raina , .


glekkk ....


Raina bersusah payah menelan Saliva nya saat pria itu menatap nya seolah ingin menelan Raina hidup hidup .


"ma maaf tu tuan ,sa saya tidak sengaja " cicit Raina tertunduk takut .


"tak bisa kah kau berjalan dengan benar HAAH??" bentak pria itu dengan keras ,tak lupa menekan semua kata yang ia lontar kan ,dan Raina yang mendengar bentakan itu pun terkesiap , seolah jantung nya juga ikut berhenti berdetak sekarang .


"pakaian ku jadi kotor ulah kau " sambung pria itu lagi, dari jauh sang asisten sedikit berlari saat melihat tuan muda nya seperti memarahi seseorang ,"ck.siapa lagi yang bikin ulah ," gumam sang asisten dalam hati


"ada apa tuan ?" tanya sang asisten " gadis bodoh ini baru saja mengotori pakaian ku " tunjuk sang tuan muda pada wajah Raina ,dan sang tuan muda masih setia menatap tajam Raina . "apa benar nona ?" tanya sang asisten meyakin kan .


****next>>>


**jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih****