
*Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading guys*
"Ta -tapi ,kalo ada apa2 sama Lo gimana ??" Tanya lunetta khawatir ,.
"Gue punya ini " ucap raina menyentuh tusuk rambut nya ,yang mempunyai sisi tajam di setiap sudut nya .
"Okey sekarang kalian pulang lebih dulu okey " titah riana ,.
"eeh Nic tagih janji pak bos buat kasih kita libur ,abis tuh atur liburan nya okey👌 ??" tersenyum
"Okey " sahut Nico ,dan mereka semua pulang terkecuali Raina .
"Mari nona saya antar " ucap orang itu lalu menunjukan jalan pada Raina .
Raina mengikuti orang itu ,dengan perasaan tak karuan ,takut,marah,was was ,semua nya campur aduk ,raina tak tau apa yang akan ia hadapi nanti nya .
Di sebuah kamar sang tuan muda menunggu gadis yang akan menjadi boneka nya nanti ,ia duduk dengan tenang dengan segelas wine di tangan nya ,.
tok.tok.tok
"Permisi tuan " ucap pengawal itu setelah mengetuk pintu
"Heum suruh dia masuk " titah devano .
Raina masuk ,sambil menutup hidungnya ,bau alkohol menyeruak dalam rongga hidung nya ,.
"gila ,bisa mati gue kalo lama² di sini !!" gumam Raina mengerdikan bahu nya , seraya berjalan menghampiri devano yang sedang bertompang dagu melihat diri nya berjalan .
" Selamat malam tuan muda yang terhormat ,ada apa anda memanggil saya ke sini ??" Tanya raina Tampa basa-basi setelah berdiri di hadapan devano .
Devano tersenyum melihat keberanian gadis kecil di hadapan nya sekarang .
Devano menegakan duduk nya lalu "DUDUK LAH " titah devano sambil menepuk paha nya ,.
Raina tersenyum tapi terkesan meremehkan .
"maaf tuan saya bukan wanita yang seperti anda pikirkan ,jika anda ingin ,eem bisa saja saya memanggil kan mereka untuk mengisi ruang kosong di pangkuan Anda " ucap Riana lugas .
Devano terkekeh ,berani sekali gadis ini menolak devano ,padahal banyak gadis di luaran sana yang ingin duduk di pangkuan nya pikir devano sedikit narsis ,tapi itu memang lah kenyataan nya ,bahkan ada yang rela melempar tubuh nya dengan sukarela untuk sang tuan muda tiduri ,.
"lah kok dia malah diam sih ,pake lihatin gue segala lagi,apa gue salah ngomong ya ?? ,!!"gumam Raina dalam hati sambil berpikir, melihat keterdiaman devano , Raina berinisiatif untuk pulang .
"Maaf tuan saya harus pulang ," ucap Raina lalu ia melangkah kan kaki nya menuju pintu ,.
Klaack klaaack .
Nahas pintu itu terkunci secara otomatis melalui remote control yang ada pada devano.
"Kau Takan bisa keluar tanpa seizin ku ,jadi lah gadis penurut ,duduk diam disini ,temani saya ,HANYA DUDUK tanpa ada yang lain " ucap devano memperjelas maksud diri nya meminta Raina datang saat ini .
Raian memutar bola matanya "bohoong ," ucap raian tak percaya .
"Cepat duduk kesini atau kau akan saya seret ,saya tidak suka mengulang perkataan saya " titah Devano dengan aura yang mulai kurang baik menurut Raina .
Dengan berat hati Raina ,kembali ke sofa dan duduk berseberangan dengan sang tuan muda ,ia menelisik penampilan laki2 yang di hadapan nya sekarang ..
Dari ujung rambut sampai ujung kaki ,apa yang di pakai pria itu pasti dengan harga yang sangat fantastis,lalu mata Riana menatap dalam wajah pria itu , tampan sudah pasti ,arogan ,sudah tercetak jelas dari wajah itu ,tapi kenapa Riana bisa melihat tidak ada kebahagiaan disana ?,.
padahal pria di hadapan nya ini orang yang sangat tajir melintir ,ia bahkan bisa membeli apa saja yang ia ingin kan ,tapi kenapa hanya ada gurat kesedihan di wajah itu .
Deegg...
Mata mereka berdua saling beradu ,kala devano membuka mata nya yang langsung di sambut tatapan hangat raina .
Persekian detik Raina mengalih kan pandangan nya ,
Hening !!!
"Ada yang ingin kau tanyakan ??" Ucap devano memecah keheningan ,dan Devano tau apa yang ada dipikiran gadis yang berada di hadapan nya ini sekarang .
"Hah ??" Sahut raian ngeleg .
"Eeemmm ,kenapa harus saya yang menemani tuan ??,padahal masih banyak wanita cantik di luaran sana yang bisa menemani tuan bahkan lebih ??" Ucap raina penasaran.
Devano kembali memejam kan mata nya ,.
"Yang saya butuhkan seorang teman bukan seorang wanita " jawab devano dan Raina hanya beroh ria.
" jadi kau duduk diam saja temani saya sampai hari ini berakhir ,paham " ucap devano lalu ia berjalan menuju ranjang nya dan merebah diri nya di sana ,dan langsung tertidur .
------------------------------------------------------------------------------------------
****jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.
maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author
like, coment and vote
happy reading guys..
terimakasih*******
.