Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 10



Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 22:30 ,waktu nya mereka mengakhiri pekerjaan hari ini .


"huuffhh,cape banget " keluh Icha sambil merenggangkan otot-otot nya "Gila hari ini pelanggan tambah ningkat aja , hampir full nih restoran" tambah nya lagi .


"iya juga yah ,ngak kaya biasa nya " sahut Lunetta membenarkan.


" guys kami duluan yah " pamit Niko yang di angguki oleh radith sambil duduk di atas motor nya ,.


"kalian pulang barengan??" tanya Raina ambigu


"kan kami satu kost ,satu kamar pula , maklum lah anak rantau an ,hehe" sahut Niko cengengesan.


"yaudah kalian hati-hati yah ,Jan ngebut² bawa motor nya ." ucap Sisil .


lalu radith langsung melajukan motornya ,tinggal lah 4 gadis yang masih membahas tentang rencana mereka besok .


Sisil ,sangat antusias menyusun rencana mereka besok, sedang kan Icha dan lunetta hanya menyetujui nya saja .


lalu mereka melihat ke arah Raina yang sedang menatap kosong ke arah jalan raya .


"WOOOYY" teriak Lunetta tepat di telinga Raina ,dan itu langsung membuat Raina tersentak kaget .


"Apa an sih ,budeg juga nih lama-lama kuping gue !!" gerutu Raina .


"lagian kenapa pake acara ngelamun segala ,kesembet setan jalanan ,baru tau rasa ni anak " ucap icha .


"lo kenapa,ada masalah ??" tanya lunetta sambil menelisik raut wajah sahabat nya itu .


"ngak papa kok" elak Raina ,sambil tersenyum ,.


"percuma Lo senyum rain ,kalo senyum Lo itu menyiratkan bahwa ada luka di balik nya " gumam lunetta dalam hati ,ia sangat tau gelagat Raina jika sedang menyembunyikan sesuatu ,tapi ia tau bukan saat nya ia bertanya ,ia akan menunggu Raina sendiri yang memberitahukan nya .


"Gimana Lo besok jadi ikut??" tanya lunetta mengalihkan pembicaraan .


"kalo Lo ikut , pasti gue juga ikut kok " sahut Raina .


"berarti deal yah , besok kita jalan-jalan nya ,nanti kita ketemuan nya di sana aja yah biar enak" ucap Icha lalu di setujui oleh yang lain nya .


"eeh gue dulu an yah ,"pamit Sisil ,Karna ojol yang tadih di pesan Sisil sudah sampai ,tak berapa lama jemputan Icha pun juga sampai ,.


"daah gue duluan yah ,ingat besok jangan sampai telat loh" pesan Icha pada kedua nya ,"iyaaa" sahut Lunetta sekedar nya ,motor yang membawa Icha pun berlalu .


"pulang yuk "ajak Lunetta yang sudah menstater motor matic milik nya ."lah iya hayukk" sahut Raina ,dan ia langsung naik dan duduk di belakang lunetta ,,,.. Lunetta melajukan motornya dengan kecepatan sedang ,guna ingin menikmati malam pikir nya .


"emang ngak ngerepotin??" tanya Raina .


Lunetta memutar bola matanya jengah


"ck ,Lo mah kek sama siapa aja rain ," sahut Lunetta


"nih yah gue malah seneng kalo Lo mau nginap di tempat gue ,biar gue ngak kesepian lagi !" tambah lunetta . sedikit tersenyum mengingat jika sesampainya dia di rumah ,rasa kesepian itu merasuk di hati nya ..


Lunetta tinggal sendirian setelah kematian orang tua nya ,dia pernah tinggal bersama sang bibi ,namun na'as sang bibi yang awal nya memang tak suka pada lunetta , setelah berumur 17 tahun Lunetta pun di usir oleh sang bibi dan memulai hidupnya sendiri dengan tabungan peninggalan orang tua nya ,yang memang hanya dia sendiri mengetahui nya .


"Yaudah deh gue pulang ke rumah Lo , jangan cemberut gitu Napa,ingat ada gue Lo ngak sendiri hem..!!" ucap Raina setelah melihat mimik wajah lunetta berubah dan dia memeluk pinggang lunetta ,..


"lepas ngakk!!!" serkas lunetta saat Raina memeluk erat pinggang nya .


"ngak,,ini pelukan sayang gue tau !!" sahut Raina


"idiihh ,entar yang liat pada traveling lagi mikir nya " ucap Lunetta


"Bodo amaaaattt" ucap Raina semakin memeluk lunetta .


"serah Lo aja deh adik ku sayang ," lunetta mengalah .


"terimakasih Kaka terbaik dan terhebat ku " sahut Raina .


mereka berdua tertawa bersama


lalu lunetta melajukan motornya sedikit lebih cepat ,..


,. 🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


**next>>>


**jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih**