Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 29



*Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading guys*


Raina menghela nafas lega ,Karna devano berkata jujur ,ia hanya disuruh menemani ,bahkan lihat lah sekarang dengan tega nya sang tuan muda meninggal kan nya sendirian di sofa sedangkan sang tuan muda sudah menyelami dunia mimpi dengan kasur empuk nya.


Raina memain kan hp nya,melihat sosmed ,hari sudah hampir pagi ,namun raina belum juga tidur ,entah kemana hilangnya rasa kantuk itu ,tiba tiba raina mendengar seseorang menggumam dengan suara krasak-krusuk ,.


Riana mencoba mendekati tempat tidur devano dan benar saja ,devano sedang gelisah seperti cacing kepanasan dengan tubuh yang sudah banjir keringat , .


"Jangan saya mohon jangan !!!" Gumam devano ,.


Raina bingung apa mungkin si tuan muda sedang mimpi buruk pikir nya .


" Tuann bangun ,Heyy,tuaaan " Raina berusaha membangun kan devano dengan menepuk² pelan pipi devano ,.


" aduuh gimana nih " gumam Raina ," tuaan ayo bangun tuaan " ucap nya lagi , namun sang tuan muda seolah terkunci di mimpi nya ,bahkan Raina bukan lagi menepuk pelan , bahkan Raina sampai mencubit² badan kekar milik devano ,.


"Saya mohon saya hanya punya mereka ,tolong jangan bunuh mereka saya mohon " lirih devano masih dalam mimpi nya kini bukan hanya keringat tapi air mata jika ikut jatuh ,.


"Saya mohon jangan ,MOOOMM, DAAADDD,TIDAAAAAKKK!!!!'" ,teriak devano lalu terbangun ,.


"HOOSSHH HOOSSSHH, mom dad " Devano terbangun dengan nafas yang tersedat² ,.


Raina memberikan segelas air pada Devano .


"minum dulu tuan .!!" ucap Raina dan Devano meminum nya hingga tandas .


"Tu tuaan baik baik saja ??" Tanya raina ,devano terkejut melihat Riana di samping nya ,ia pikir itu adalah Kevin .


"KAUU ,kenapa kau bisa ada di sini, ??" Tanya Devano ambigu ,ia lupa bahwa diri nya lah yang menyuruh raina menemani nya tadi malam .


"Taap-".


"KELUAAAR " bentak nyaring Devano memotong perkataan raina .


Raina terkejut mendengar suara tinggi pria yang di hadapan nya ini ..


"Waaah ,BUKAN NYA ANDA YANG MENYURUH SAYA UNTUK MENEMANI ANDA TADI MALAM KENAPA ,SAYA DIBENTAK ???" bentak Raina balik ,ia tak terima di bentak .


"APAAA??" sahut Riana seolah menantang .


"KELUAAAR" titah Devano seraya menunjuk pintu kamar nya .


"DASAR NGAK PUNYA OTAK ,DI YANG NYURUH GUE YANG DI BENTAK ," Kesal Raina lalu mengambil tas nya ,berniat untuk pulang .


Sebelum raina sampai di ambang pintu devano memanggil nya .


" Tunggu " ucap devano lalu ia berjalan ke arah nakas mengambil dompet nya , mengambil segepok uang .


"Ini " devano menyodor kan uang di yang ada di tangan nya .


,"kau bilang saya yang meminta anda untuk menemani saya , berarti saya harus membayar,." ucap nya enteng , sambil memijat kepalanya yang masih pusing.


Riana melongo mendengar nya ,."tuan muda yang TERHORMAT ,memang benar saya menemani anda tadi malam ,tapi dengan terpaksa ,bukan Karna UANG ,jadi simpan saja uang anda kembali , TERIMAKASIH !!" ucap Riana lalu ia keluar dari kamar hotel itu ,.


Brakkkk


Raina membanting pintu dengan kasar sampai devano pun tersentak kaget .


"Little girls lihat saja ,apa yang akan aku lakukan untuk keberanian mu itu ,apa kah kau masih mau melawan nanti nya ??!..!!" Ucap Devano


------------------------------------------------------------------------------------------------*****jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih**********


.