Lost Happiness

Lost Happiness
chapter 9



Waktu terus berjalan dengan semestinya .


tak terasa sudah 1 bulan Raina bekerja di restoran milik Bryan ,semua nya berjalan dengan baik, tak ada trouble apa pun , Teman-teman baru nya pun sangat menyukai nya dengan kebaikan yang Raina lakukan ,seperti sekarang dia sedang membantu salah satu teman nya .


"Raina ,bisa tolong anterin ini ngak ,kameja yang ada di pokok sana ?" ucap icha sambil menunjukkan tempat tersebut dengan mulut nya ," gue kebelet pengen ke toilet nih hehehe ,biasa panggilan alam ngak kenal waktu " tambah nya sambil terkekeh .


"yaudah sini ,Jangan lama-lama yah ,!" sahut Raina seraya mengambil alih nampan yang ada di tangan icha , icha pun langsung berlari ke arah belakang .


Raina melangkah menuju meja yang di maksud oleh Icha ,Raina dengan cekatan meletakan minuman dan cemilan yang di pesan oleh pelanggan restoran itu di atas meja ..


"selamat menikmati tuan tuan " ucap Raina ramah sambil tersenyum kepada laki-laki yang duduk di meja itu ,namun seperkian detik nyali Raina menciut saat melihat tatapan tajam salah satu laki-laki yang duduk di sana.o


manik hitam itu menatap lekat Raina ,sesaat netra mereka saling beradu ,lalu di putus kan oleh Raina yang memang tak sanggup menatap manik tajam itu .


"oh Lord ,kenapa tatapan nya seakan ingin memangsa ku hidup hidup ." lirih Raina dalam hati .


"manis" gumam pria itu pelan namun masih bisa di dengar oleh asisten nya .


"siapa tuan ?" tanya asisten nya , yang masih sibuk dengan komputer lipat nya..


"saya " jawab Devano asal ,dan kembali memainkan hp nya .


dan sang asisten mengerut kan kening nya ,apa dia sedang memuji diri nya sendiri ? ,pikir sang asisten.


Saat Raina sudah di tempat nya kembali ,Icha tiba tiba datang.


"thanks yah rain ,udah nolongin gue,Lo emang penyelamat gue dari dua makhluk menakut kan itu,ups " ucap Icha dengan lugas lalu ia menepuk jidat nya karna keceplosan .


sontak semua mata melihat ke arah mereka berdua .


"maksud Lo mahluk menakutkan itu tuan Devils dan asisten?" tanya Sisil


dan Icha hanya mengangguk kan kepala nya .


"oooh jadi Lo manfaatin gue gitu ??,Lo tau gue hampir mati tau ngak ,di tatap sama dia " serkas Raina .


"whaatt Lo cuman di tatap aja gitu ??" tanya Sisil dan Icha bersama an .


"Cuman Lo bilang ??,emang kalian berharap lebih gitu??" kesal raina lagi .


"gantengan juga ayah gue di rumah " jawab Raina asal ,dan itu berhasil membuat mereka tertawa dengan jawaban Raina .


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


Tak terasa waktu menunjukan pukul 22:30 malam .


Raina dan teman-teman nya keluar dari tempat kerja mereka ,karna sudah waktu nya pulang .


"huuuffhh cape banget "keluh Icha "Gila restoran hari ini rame banget ,ngak kaya biasa nya " sambung Icha lagi.


"guys besok kan kita off nih 2 hari , gimana kalo kita ke mall bareng yuk ??" ajak Sisil pada teman-teman nya .


spontan Niko dan radith saling menatap .


"Sorry gue ngak bisa ikut " ucap Niko cepat .


"gue juga,eemm gue besok sibuk " kata radith menimpali .


kedua lelaki itu jera mengikuti Sisil ,Icha dan lunetta ,bukan nya apa ,hanya saja mereka terlalu lemah untuk menolak keinginan ke 3 gadis itu ,Niko dan radith seperti sapi yang di cucuki hidung nya ,hanya bisa mengangguk atas perintah para gadis itu dari yang masuk di akal sampai yang di luar nalar mereka . mulai dari itu mereka jera ikut bersama para gadis ke mall .


Dan para gadis itu hanya memutar bola mata mereka jengah mendengar penolakan para lelaki itu ,karna mereka juga paham alasan nya .


"gue sih oke-oke aja " sahut Icha .


"kalo gue sih ngikut netta aja "ucap Raina dan di angguki oleh Lunetta .


"ya udah fix nih yah kita berempat besok ke mall ?" ucap Sisil yang di angguki oleh yang lain nya ..


next>>>


**jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.


like, coment and vote


happy reading guys..


terimakasih**