
**Hai semua nya , terimakasih sudah mau mampir dan baca tulisan aku ,semoga kalian suka yah ,happy reading *****guys*****
setelah kepergian Sisil tinggal lah Niko, Radith,Icha , lunetta dan Raina.
"Eh seragam gimana?"tanya Niko pada lunetta
"Udah gue siapin kok , besok gue kasih ke kalian "ucap Lunetta .
Lalu mereka melanjutkan obrolan mereka dan berencana akan berlibur bersama saat di kasih cuti .
Tak berapa lama telpon Raina berdering
tak tertulis nama si pemanggil hanya tertera nomer saja .
Raina berpikir keras siapa yang sedang menelpon nya ,dengan ragu raina meminta ijin pada teman-teman nya untuk menjawab telepon ,dan Raina langsung keluar dari cafe dan menjawab panggilan itu .
("Halo") ucap Raina
("Hai gadis manis ,apa uang nya sudah kau siap kan ?")tanya seseorang di seberang sana dengan suara berat nya .
("Ma maaf tuan ,saya masih berusaha mengumpulkan nya , beri saya waktu Sampai akhir pekan ,saya akan membayar cicilan nya ") sahut Raina .
("Baiklah tapi kau harus membayar nya 10jt , sekaligus jika tidak bersiap lah menjadi santapan ku ") kata orang itu tenang namun bagi Raina itu sebuah ancaman atau peringatan.
("Ba baaik tu tuaan ,saya akan usaha kan")sahut Raina terbata , setelah panggil berakhir Raina menetral kan keadaan nya terlebih dahulu sebelum kembali ke dalam cafe .
"Sorry guys " ucap Raina tak enak hati
"Santai rain " sahut Radith tersenyum manis ,sedang kan Niko lunetta dan Icha menatap radith dengan intens .
Radith yang masih menyeruput es nya pun menghentikan kegiatannya ,lalu ia mengangkat kepalanya menatap mereka semua " kenapa kalian natap gue Kaya gitu " ucap radith dengan wajah polos nya .
"Lo kesembet dith atau ngak Lo sakit ??" Tanya Icha sambil memegang dahi radith.
Radith menepis pelan tangan Icha ia pun semakin tak mengerti
"Maksud Lo ???" Tanya radith balik
"Lo sadar ngak tadih kasih senyuman manis Lo sama Raina ,yang Bahkan gue udah lupa kapan Lo tersenyum kaya gitu " sahut Niko yang memang benar sudah lama ia tak melihat nya .
"Ck.apa an sih Lo ,ayo pulang " ucap radith tak mengindahkan perkataan Niko .
Niko dan lunetta asik bertukar kata sambil tertawa dengan guyonan Niko yang sangat receh ,sedang kan Radith memperhatikan Raina bejalan dengan pikiran yang tak karuan ,.
Dari kejauhan Radith melihat sebuah mobil melaju sangat kencang ke arah Raina ,Raina yang berjalan sambil melamun pun tak menyadari nya .
"Raaaaiiinn aawaaass" pekik Radith seraya menarik tubuh Raina ke tepi jalan , lunetta yang tadih nya ngakak dengan Niko pun langsung menoleh kebelakang dan mereka terkejut melihat kedua teman nya terduduk di atas aspal .
,"Hah kenapa ??,ada apa ???" Tanya Raina ambigu karna ia tak sadar mobil yang barusan lewat hampir menyerempet nya ,.
beruntung radith sigap menarik Raina jika tidak mungkin raina sudah terserempet mobil itu .
lunetta langsung berlari menghampiri 2 orang itu yang masih terduduk
"aduuh rain kebiasaan deh ,jangan ngelamun di jalan Napa !bosen hidup loh Hah??"Serkas lunetta sambil membantu Raina berdiri ,"Lo ngak ppa ?" Tanya lunetta dengan wajah cemas nya .
sedang kan yang di tanya tubuh nya mulai bergetar " Bundaaa" lirih Raina pelan , Seketika Raina teringat kejadian kelam itu .
"gawaat " ucap Lunetta dalam hati , setelah sadar tubuh sahabat nya itu mulai bergetar .
"Bundaaa tta!!" Lirih nya kembali dengan suara bergetar bahkan tatapan Raina saat ini kosong ,Niko dan radith pun bingung melihat Raina seperti itu
"dia kenapa ??" Tanya Niko pada lunetta ,lunetta menggeleng kan kepala nya ia mengguncang tubuh teman nya agar sadar kembali,
"Raaaaiiinn sadar raaiinn,ini guee raaiiinn ,"ucap Lunetta yang masih menepuk nepuk pelan wajah Raina .
"Astga rain gue mohon jangan gini dong jangan buat gue takut ,Raaaaiiinn " ucap Lunetta ,sedang kan Radith dan Niko yang tak tahu menahu pun ikut menyadar kan Raina .
*****next>>>
**jangan lupa tinggalin jejak yah guys, dukung terus yah biar author tambah semangat nulis nya.
maaf jika tulisan nya masih berantakan ,maklum ini karya pertama author
like, coment and vote
happy reading guys..
terimakasih**************