
Pria itu menggenggam tangan Alice dengan lembut, menuntunnya berlahan keluar dari area Bar.
Ia mempersilahkan Alice dengan sopan untuk masuk ke dalam mobil sport yang sudah terparkir didepan pintu masuk Bar.
"Anu.. 저기요 참시만녀 (jeogiyo chamsimannyeo) {permisi}..!!!" kata Alice menolak masuk ke dalam mobil "Trimakasih sudah menolongku tadi, tapi kurasa aku bisa pulang sendiri"
"Masuklah" kata pria itu dengan senyum ramah diwajahnya yang mempesona.
"Tapi..." kata Alice
"괜찮아 (gwaenchanhna) {tak apa}" kata pria itu sambil memencet tombol yang ada didalam mobilnya dan 'wuusshh' terbukalah bagian atap mobil.
"Dengan begini tak masalahkan?" lanjutnya dengan senyum menawan.
Pria itu mempersilahkan Alice untuk menaiki mobilnya.
'아이고 귀여워 (aigo gwiyeowo)' batin Alice menahan senyum sambil masuk ke dalam mobil '앨리스 너 미쳐서! 미쳐서! 빨리 일어나! (Aelliseu Neo michyeoseo! michyeoseo! ppalli ileona!) {Alice kau gila! gila! buruan sadar!}'
"Ready?" tanya pria itu
Alice hanya menganggukkan sedikit kepalanya dengan ragu dan pria tampan yang mempesona Alice itupun langsung melajukan mobilnya dengan mantap.
Ia menambah kecepatan sedikit demi sedikit saat melaju dijalan yang sepi bebas hambatan.
(PS: bukan tol ya! hihihi)
"Bagaimana? apa kau merasa lebih baik ?" kata pria itu dengan sesekali melirik ke arah Alice.
"네~ 괜찮아요 (Ne~ gwaenchanhnayo)" jawab Alice "Tapi, kenapa dari tadi kau berbicara informal padaku ?"
"아~ 그래? 미안해! 요 (a~ geurae? mianhae! yo) {ah benarkah? maaf}!!" kata pria itu menggoda.
"It's ok, sudah terlanjur juga" balas Alice dengan tawa kecil "bicaralah senyamanmu"
"Hmm akhirnya kau tertawa juga" kata Pria itu senang.
Alice tersipu melihat pria itu tersenyum. Wajah cantik, kulitnya pun sangat putih dengan bahu yang lebar dan berpenampilan sangat modis membuat Alice terbius dengan pesonanya.
"이름이버해요 ? 저는 앨리스! (lreumi beohaeyo ? jeoneun Aelliseu!) {siapa namamu? aku Alice!}" kata Alice sambil mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat.
"앨리스 씨 ? (Aelliseu ssi?)" kata pria itu tersenyum hangat sambil mengulurkan tangan kirinya menyambut tangan Alice, seperti orang yang sedang bergandengan "나 영재! 이영재! (na Young Jae! Lee Young Jae!)"
****
"Tuan 'Pacar' kita sudah sampai" kata Alice mencoba untuk sedikit melucu mengingat apa yang dikatakan Young Jae saat di Bar tadi "Terimakasih untuk yang tadi"
"Aku juga berterimakasih, karna kau mau pulang bersamaku" balas Young Jae dengan senyum ramahnya yang tak kunjung pudar "Apa besok kau sibuk?"
"Besok ? entahlah" jawab Alice "Aku masih belum tau, memangnya kenapa?"
"그냥 (geunyang) bukankah kau tadi bilang kau kesini untuk berlibur?!" jawab Young Jae "Apa ada tempat yang ingin kau tuju?"
"Ya, ada!" kata Alice mengangkat kedua alisnya pertanda ia mulai tertarik "Aku ingin pergi ke Gunung Hallasan dan Goa Manjanggul"
Pria itu hanya mengangkat sebelah alisnya setelah mendengar jawaban Alice, ia tak menyangka akan mendapatkan Jawaban seperti itu.
"Wae ?" tanya Alice bingung melihat reaksi pria yang sedari tadi menatapnya itu.
"Aah tidak, ku pikir kau akan mengatakan akan pergi ke museum, pameran atau semacamnya" jawab Young Jae
'Awal yang bagus!' seru Young Jae dalam hati 'Dia sudah mulai mau terbuka'
Pria itu mulai menganggukkan kepalanya dihiasi dengan senyum yang menawan dan mata yang selalu tertuju pada wanita yang membuat hatinya itu berdebar tak karuan.
"Kalau begitu aku akan menjemputmu besok pagi" kata Young Jae menawarkan diri.
"Ah besok pagi aku tidak bisa!! kakak ku akan mengomel kalau aku keluar pagi-pagi" kata Alice sedikit menyesal "Hmm Bagaimana kalau sebelum makan siang?"
"오케이 쿨 (okey kul)!!" kata Young Jae sepakat "See you tomorrow!"
"응(eung) bye" kata Alice sambil keluar dari mobil yang sedari tadi sudah dibukakan oleh Young Jae.
****
"Alice bangunlah!" seorang pria mencoba membangunkan Alice yang tak lain adalah Nicho sang kakak "Cepat bangun dan bersiap, kita harus brangkat!!"
"Eung wae ?!" kata Alice masih setengah sadar "Kenapa buru-buru sekali?"
"Mr Ronald sedang ada di Busan dan dia ingin bertemu denganmu" jawab Nicho sambil membatu adiknya itu berbenah.
"Hmm ok" respon Alice berjalan menuju bilik kamar mandi.
*****
Waktu menunjukkan pukul 12.05 (waktu setempat).
Young Jae menunggu sambil bersandar pada mobilnya, ia mulai melihat jam tangan yang dikenakannya beberapa kali.
Waktu berlalu dan ia mulai tak sabar, Young Jae memutuskan menghampiri meja resepsionis dan bertanya pada seorang karyawan disana "Apa kau bisa sambungkan dengan wanita bernama Alice"
"Alice ? baik tunggu sebentar" kata karyawan itu sambil mengecek data dikomputernya "Maaf tuan, Miss Alice sudah check out sejak tadi pagi! Apa anda tuan Lee Young Jae ?"
"오 (o) {ya}" jawab Young Jae singkat.
"Sebelum pergi Miss Alice menitipkan pesan untuk anda" kata karyawan itu sambil memberikan secarik kertas "Silahkan!"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
📝 Dear Lee Young Jae
Bagaimana ini ? tiba-tiba kami harus segera kembali karna ada urusan yang sangat mendesak.
Aku benar-benar sangat menyesal..
Lain kali jika kita bertemu lagi aku akan meminta maaf padamu secara langsung.
Terimakasih untuk semua kebaikanmu dan sekali lagi aku sangat menyesal karna tak bisa menepati janji.
Kita pasti akan bertemu lagi jika kita berjodoh.
from : Alice💖
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
bersambung....