Life is Mystery

Life is Mystery
Episode 25



"Apa sudah semua ?" tanya Hwan Jae memastikan kembali.


"Sepertinya sudah" jawab Seo Jun "Ayo berangkat!"


Alice dan yang lainnya kembali ke Seoul setelah berpamitan dengan semuanya (penghuni panti).


Pengalaman kali ini sangat mengesankan untuk mereka khususnya bagi Alice, ia merasa sangat dicintai dan semakin bersyukur karenanya.


*****


Waktu sudah menunjukkan pukul 22:27 waktu setempat, Alice merasa perutnya mulai berteriak lagi? padahal ia baru saja sampai di rumah.


Karena merasa malas untuk melakukan apa-apa, Alice memutuskan untuk berjalan-jalan ke Hongdae sambil mencari kudapan.


Tempat itu benar-benar ramai walaupun hari sudah larut malam, kebanyakan pengunjungnya adalah para darah muda yang masih sangat bergairah pada usianya.


Pertama-tama Alice melihat street dance yang tidak sengaja ia lewati dan ikut menyaksikan pertunjukan itu dengan penuh antusias.


"Welcome to young world!" teriak Alice dalam hati.


Setelah merasa puas menikmati pertunjukan ia pun mulai beranjak untuk mencari kudapan malamnya yang tak lama kemudian ia temukan setelah berjalan sedikit ke depan.



Lobster meat salah satu pilihan pertama Alice, apapun yang berbau udang dan lobster adalah kesukaan gadis cantik itu.


Dan tentu saja jajanan yang tak kalah ketinggalan yaitu teokkbokki yang akan menjadi makanan penutupnya.



Setelah selesai membungkam perutnya yang tadi berteriak kencang? sekarang waktunya memanjakan telinga dan pikirannya.


Alice pergi menuju salah satu cafe yang memiliki live music di dalamnya dan memesan segelas strawberry milkshake serta buah strawberry segar sebagai pendampingnya.


Saat itu lagi-lagi Alice menjadi pusat perhatian karena kebanyakan pengunjung yang datang ke sana memesan bir dan sejenisnya untuk penghilang dahaga mereka.


Cafe itu cukup besar dan penuh dengan pengunjung serta para pemain musik yang menjadi pusatnya.


Semua pengunjung merasa senang dan mereka selalu bertepuk tangan setiap kali pertunjukan hebat selesai di mainkan.


Setelah selesai menghabiskan minumannya dan merasa cukup untuk memuaskan telinganya Alice pulang dan beristirahat setelah selesai membersihkan diri.


Karena perut yang sudah kenyang dan badan pun terasa segar, tak butuh waktu lama bagi Alice untuk terlelap dalam mimpi.


*****


Dua hari kemudian disaat Alice sedang berada di pertengahan kelas? sebuah pesan masuk terlihat menunjukkan nama pengirimnya yang muncul di layar ponsel milik Alice.


-환재-


-Hwan Jae-


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


바빠?


데이트하자, 나랑!


Bappa?


Deiteuhaja narang!


Apa kau sibuk? ayo pergi kencan denganku!


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Dengan santai Alice membalas pesan itu dengan cepat "-ok-" dan kembali fokus pada pelajaran di kelas.


10 menit sebelum jam perkuliahan Alice berakhir, Hwan Jae dengan sabar menunggu Alice sambil bersandar pada mobil sport miliknya yang nampak mencolok di depan gedung perkuliahan.


Semua mata tertuju pada pria tampan itu yang membuat takjub sekaligus iri para mahasiswa yang ada hingga sedikit membuat beberapa kerumunan di sekitarnya.


"오 (o)" jawab Alice "Katanya ia ingin mengajak kecan"


"Kau terima begitu saja?!" seru Tae Won sedikit tak percaya.


"오 왜? 친구자나! (o wae? chingujana!) {ya kenapa? kan teman!}" jawab Alice santai.


Setelah mendengar jawaban Alice pria itu merasa sedikit lega dan bergumam sendiri "친구? 친구! (chingu? chingu!) {teman? teman!} hihihi"


Hwan Jae membukakan pintu mobil dan mempersilahkan Alice untuk masuk, sesaat sebelum memasuki mobil ia memperlihatkan senyum miringnya kepada Tae Won dan kemudian segera pergi meninggalkan pria itu.


Tae Won masih tetap berdiri di tempatnya sambil memandang gadis pujaan hatinya pergi bersama pria lain dengan tatapan dingin yang nampak jelas di wajahnya.


*****


"Apa yang akan kita lakukan hari ini?" tanya Hwan Jae bersemangat.


"뭐야~ (mwoya~) bukankah kau yang ngajakin keluar ? seharusnya kau yang rencanakan hahahaha" kata Alice.


Ini bukan kali pertama mereka keluar berdua, sudah sering kali bahkan saat mereka masih belajar bersama di California? dengan dalih bosan di rumah atau pun malas masuk kuliah.


Karena hari yang sudah hampir gelap dan waktu yang semakin sedikit, akhirnya Hwan Jae terpaksa hanya mengajak Alice untuk candle light dinner.


Ia membawa Alice ke restoran mewah di salah satu hotel bintang lima yang ada di Gangnam dan menjamunya dengan sangat baik.


Tentu saja Alice merasa sangat senang karena dapat makan makanan yang lezat tapi ia juga merasa sayang karena terlalu membuang-buang uang.


Makanan di sajikan satu demi satu mulai dari appetizer, main course hingga dessert.


Bukan hanya mewah dan makanannya saja yang lezat, pelayanannya pun juga sangat memuaskan! tak salah jika tempat ini menjadi salah satu tempat yang paling terkenal di kota itu.


Tak ketinggalan juga Hwan Jae memesan Domaine de la Romanee Conti tahun 1990, itu adalah salah satu wine kesukaan Alice yang selalu ia minum beberapa tahun sekali karena harganya yang sangat mahal bagi seorang pelajar.


"Apa aku sedang menang lotre? ha-ha-ha" kata Alice takjub "Aku bisa minum minuman favorit ku disini? saat ini? denganmu? hahaha"


"Your welcome!" kata Hwan Jae tersenyum manis "Sebenarnya kau bisa meminumnya kapanpun kau mau jika kau bersamaku!"


"응? (eung?) ya?" kata Alice menaikkan sebelah alisnya.


Hwan Jae semakin melebarkan senyumnya dan berkata "내 여인합시다! (nae yeoinhabsida!) {jadilah wanitaku!}"


Alice tersenyum manis menatap wajah Hwan Jae yang sedikit memerah, ia merasa senang dengan apa yang di ucapkan pria itu kepadanya hingga membuat jantung gadis cantik itu berdegup cukup kencang.


Untuk kesekian kalinya pria yang memiliki paras tampan itu menyatakan perasaannya kepada Alice, tapi untuk kali ini sedikit berbeda?


Alice melihat adanya ketulusan yang terpancar dari wajah Hwan Jae yang sedang menatapnya dengan tatapan hangat dan penuh cinta.


Gadis itu mengingat kembali kenangan mereka yang penuh tawa dan air mata saat bersama dengan pria itu.


Bagi Alice, Hwan Jae adalah salah satu orang yang paling berharga di hidupnya, ia juga selalu merasa senang saat bersama dengannya.


Hwan Jae dan Alice saling bertatapan mata dan melempar senyum satu sama lain, mereka tak saling bicara dan hanya terus saling bertukar pandang hingga terdengar suara langkah kaki yang datang semakin mendekat.


"뭐하는거야 지금! (mwohaneungeoya jigeum!) {apa yang sedang kau lakukan sekarang!}" kata seorang wanita dengan nada suara yang sedikit tertahan di tenggorokannya.


"Cantik sekali!" kata Alice dalam hati melihat sosok wanita Itu yang sedang disulut amarah.


Hwan Jae melirik sekilas kearah wanita yang mendatangi mereka lalu kemudian membuang mukanya ke arah jendela yang memaparkan pemandangan malam saat itu "Untuk apa kau kemari?"


"Kalian saling kenal?" tanya Alice memandang keduanya secara bergantian.


"Dasar tidak tahu diri!! berani sekali kau menggoda tunangan orang!!" seru wanita Itu sambil menampar pipi Alice dengan cukup keras.


" ......... "


*****


bersambung....