
2017, Ellen Browning Scripps Park, San Diego, California
Alice Kim seorang gadis ceria yang baik hati, pekerja keras dan penuh semangat.
Saat ini ia sedang berlibur bersama teman-teman dan kekasihnya di Ellen Browning Scripps park (La Jolla) yaitu sebuah taman buatan di San Diego, California selatan yang terletak di sudut barat daya Amerika Serikat.
La Jolla adalah taman buatan dekat laut yang sangat indah dan mengagumkan, bukan hanya memiliki rumput yang hijau dan udara yang bersih? taman ini juga memiliki air yang jernih dan pemandangan yang sangat indah.
Di sana kita juga bisa melihat singa laut dan matahari terbenam secara langsung "It's so beautiful place!"
"Hey apa yang kau lakukan?!" seru Alice kepada temannya Lee Hwan Jae atau biasa disebut Mark.
"Aku sudah katakan untuk langsung membuangnya ke kantong ini kan?!" tambahnya sambil menatap tajam dan mengerutkan keningnya.
"Sudah u katakan untuk langsung membuangnya kan!" bisik Karen (Alice roommate) pada Hwan Jae.
Sedangkan Hwan Jae sendiri hanya membalasnya dengan senyuman jail seraya mengedipkan sebelah matanya kepada Alice "Aku memang sengaja melakukannya"
"Waaa 너 진짜 (Neo jinjja)!! apa kau tak lelah mengerjakan sesuatu dua kali?!" kata Alice sambil mengacak acak rambut pria itu.
"Kan ada kau hehe" Jail Hwan Jae.
"Sudah sudah, biar aku yang bersihkan" sahut Luis sambil merangkul dan mencium pipi Alice.
"Oooh, my boyfriend is very attentive" kata Alice sambil mencibir kepada Hwan Jae.
*****
Hari itu merupakan hari yang sangat cerah, mereka semua bersenang senang sampai lupa waktu, serasa penat dan masalah hilang tenggelam pada saat itu.
Tak terasa waktupun cepat berlalu, langit yang awalnya berwarna biru cerah kini telah bergati berwarna jingga kemerahan.
"Waaaah!!" Hanya kata itu yang dapat mereka ucapkan ketika melihat matahari tenggelam yang begitu memukau mata.
"Sea lions!! Where are you going?" kata Karen sambil melihat sekumpulan singa laut pergi menjauh.
"Tentu saja mau pulang, apa kau tak ikut?" goda Max kekasihnya.
"Oh of course, you are their father" balas Karen "Didn't you chase them?"
"Oh yeah, and you mother of them hahahaha" balas Max lagi sambil menggelitik Karen.
Alice dan Luis pun ikut tertawa melihat dan mendengar gurauan mereka.
"Apa kalian tak lapar? aku lapar! Ayo pulang!" sahut Hwan Jae seraya tak memperdulikan keseruan mereka kemudian beranjak pergi.
"Jae a" panggil Alice pada temannya itu " Hwan Jae a"
Hwan Jae terus saja berjalan tak memperdulikan panggilan Alice dengan langkah lebar dan angkuh.
"Lee Hwan Jae!!" sambil berjalan menggikuti pria itu "기다리다 (gidalida) tunggu!!"
'Ada apa? tak biasanya Mark bertingkah seperti itu!' batin mereka sambil saling melempar pandangan.
Akhirnya Luis berlari mengejar Alice dan Hwan Jae diikuti dengan Karen dan Max di belakangnya kembali menuju penginapan yang tak terlalu jauh dari tempat itu.
*****
Seperti biasa Alice disibukkan dengan jadwal kuliah dan pekerjanya yang cukup padat.
Tringg! tringg!
Suara ponsel ditangan Alice berbunyi dengan tulisan 'Karen calling' di layarnya.
"Hallo Karen, ada apa?" jawab Alice sambil terus melakukan aktivitasnya "Tak biasanya kau menelepon ku jam segini?"
"Apa kau sibuk hari ini? " Tanya Karen di seberang sana.
"Yah, seperti biasa" jawab Alice "Apa kau perlu sesuatu?"
"Ah tidak, aku hanya ingin tau apa kau akan pulang cepat hari ini?" Tanya Karen
"Sepertinya aku akan pulang larut karena aku harus bekerja di 2 tempat" jawab Alice sambil terus sibuk mencoret-coret bukunya.
Tiba-tiba seorang pria tua yang ingin sekali ia temui berjalan melewati kolam diseberang jalan sana "Ah Karen, Aku harus pergi sekarang? nanti ku telpon lagi!"
Tanpa menunggu balasan dari temannya itu Alice langsung mematikan ponselnya dan segera berlari menghampiri pria tua tersebut.
"Professor?!!" sapa Alice kepada pria itu sambil terengah-engah.
"Oh Alice! apa kau sudah menyelesaikannya?" tanya pria itu sambil tersenyum ramah.
"Yes Sir!" jawab Alice mantap sambil menyerahkan sejilit kertas ditangannya.
Professor itu membuka dan membolak-balikkan halaman demi halaman "Great!" serunya sambil terus mengecek pekerjaan Alice "Dengan begini kau tinggal menunggu kelulusanmu!"
"I'm proud of you!" lanjut profesor itu dengan penuh bangga.
"Yess!! Thank you so much Professor!" syukur Alice dengan sangat senang sambil membungkukkan badannya beberapa kali kepada pria itu.
Alice merupakan salah satu pelajar Asia yang mengambil gelar Master di salah satu universitas terkenal di San Diego, California.
Disanalah ia bertemu teman-teman dan kekasihnya untuk pertama kali.
Walaupun Alice adalah satu-satunya yang mengambil gelar Master di antara mereka berlima, tapi itu tak menjadi hambatan bagi mereka untuk berteman mengingat umur mereka yang hampir dibilang sama.
Ya, Alice adalah gadis yang sangat pandai, rasa ingin tahu dan kerja keraslah yang membuanya lulus lebih cepat dari pada kebanyakan orang.
Alice bertemu dengan Luis di perpustakaan kampus saat hendak akan mengumpulkan bahan makalah.
Dan ia bertemu dengan Karen tak lama setelah itu di depan resepsionis apartemen tempat ia tinggal.
Saat itu Karen sedang mencari tempat tinggal yang relatif murah untuknya tapi sayang ia tidak mendapatkannnya.
Ketika Alice mendengar Karen di universitas yang sama dari pembicaraannya dengan salah satu karyawan resepsionis disana.
Alice berjalan mendekat menghampiri Karen dan langsung mengajukan tawaran "Hai, kalau kau tak keberatan kau bisa tinggal di apartemen ku, aku memiliki 1 kamar kosong"
"Really?! ooh thank you so much dear, aku tertolong berkatmu!!" seru Karen dengan penuh suka cita "Tenang saja, aku pasti akan membayarmu tiap bulannya!"
"Yeah no problem" jawab Alice senang karena mendapatkan teman baru sekaligus ia dapat sedikit menghemat pengeluarannya.
Tak butuh waktu lama bagi Alice dan Karen untuk bisa menjadi akrab, karena usia mereka yang sebaya dan mereka sama-sama orang yang bisa di golongkan sebagai orang-orang yang 'cepat bergaul'
Tentu saja mereka langsung akrab hari itu juga dan bahkan mereka mengobrol hingga lupa waktu hingga tanpa sadar mereka terlelap di ruang televisi bersama.
bersambung...