
07 Oktober
Hari ini cuacanya benar-benar sangat tidak mendukung, dari pagi hingga malam langit diselimuti oleh awan mendung dan hujan kecil yang tak ada hentinya membuat Kim bersaudara dan Seo Jun hanya dapat stay didalam hotel saja.
Tapi hal itu tak menjadi masalah, karena fasilitas yang di miliki hotel tempat mereka menginap sangatlah banyak dari kolam renang, fitness center, lapangan tenis dan basket indoor, perpustakaan, beauty and spa (dan lain sebagainya) bahkan hingga game center tersedia didalam hotel yang dapat membunuh kebosanan mereka selama seharian itu.
Tanggal 08 Oktober, Alice tak bisa tidur nyenyak semalaman karena terlalu bersemangat menantikan perayaan pernikahan kedua mendiang orang tuanya.
Waktu menunjukkan pukul 06:02 (waktu setempat) dan matahari belum menampakkan rupanya, Alice memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggir pantai sekaligus menantikan datangnya matahari terbit.
Mata yang berkaca-kaca didampingi dengan senyum kecil diwajahnya yang cantik nampak jelas saat ia sedang mengenang masa kecilnya bersama kedua orang tuanya, saat-saat dimana banyak tawa dan sukacita yang menghiasi hari-hari mereka.
*****
Matahari menjulang tinggi, Kim bersaudara sudah sibuk dengan berbelanja bahan makanan dan beberapa barang lainnya yang menghabiskan waktu lebih dari 3 jam.
Sedangkan Seo Jun dengan sabar menunggu sambil menata tempat dan perapian agar dapat langsung segera digunakan.
Tak lama kemudian Nicho dan Alice tiba di tempat yang sudah mereka sewa sebelumnya, masih dalam lingkungan Hotel tapi tepat berada di bagian paling belakang dan tentu saja masih dapat melihat pemandangan pantai dengan sangat jelas.
Butuh waktu sekitar 5 jam untuk membuat semua hidangan yang mereka inginkan, Alice membantu Nicho selaku chief disini dan sesekali menjahili Seo Jun yang tampak mengagumi kakaknya itu.
Setelah selesai, mereka membersihkan diri dan berganti pakaian dengan pakaian pesta yang sudah mereka persiapkan sebelumnya.
Sangat tampan dan menawan! cantik dan elegan! itulah yang dapat menggambarkan sosok mereka saat itu, Kim bersaudara memberikan yang terbaik untuk menghormati kedua orang tuanya.
Aura bahagia terpancar dari wajah mereka, Nicho dan Alice telah berjanji hanya akan ada tawa disetiap perayaan yang mereka berikan dan berharap agar kedua orang tua mereka juga ikut bahagia di Surga sana.
*****
Pesta berjalan semalaman dengan sangat meriah dan menyenangkan, diakhiri pemandangan sunrise yang menghangatkan hati hingga membuat Alice mulai meneteskan air mata karena melihat keindahannya.
Saat Nicho melihat adik kesayangannya itu menangis sambil tersenyum, hatinya sedikit demi sedikit mulai luluh dan memeluk erat tubuh mungil gadis itu dengan hangat.
*****
Ia bahkan mengunjungi Bar tempat dimana mereka bertemu untuk pertama kalinya tapi tak kunjung jumpa dan setelah merasa mulai mengantuk, Alice memutuskan untuk kembali ke hotel dan beristirahat.
*****
Hari terakhir liburan, Nicho tetap disibukkan dengan pekerjaannya yang tiada habisnya.
Seo Jun bersenang-senang dengan pacar barunya, sedangkan Alice menghabiskan waktu dengan fitness, membaca buku, makan, membaca buku, bermain tenis, membaca buku dan ditutup dengan makan malam bersama sang kakak yang tak terlihat batang hidungnya seharian itu.
"Bukannya seharusnya kau menemaniku di hari terakhir liburanku ini?" protes Alice saat makan malam.
"Maafkan aku" kata Nicho dengan senyum "Banyak yang harus aku urus sebelum pulang besok"
"Bukankah atasanmu meminta agar kau tak bekerja terlalu berlebihan?!!" gerutu Alice sambil menjejalkan sesuap salad kedalam mulutnya.
"Aku melakukannya agar bisa terus membuatmu bahagia!!" kata Nicho bangga dengan statusnya sebagai tulang punggung.
"Kesehatan! utamakan kesehatan!!" kata Alice menegaskan.
"ė¤~ (ne~)" jawab Nicho tersenyum lebar.
*****
bersambung...
PS:
Untuk para Readers maaf ya author lama update-nya.
Semoga suka dengan ceritanyaš