
"Dasar gila! dasar sinting! aku tak mau lagi pergi denganmu!!" gerutu Alice "Ini namanya pemborosan! aigo!Cham!"
"Hahahahaha" tawa Tae Won menggelegar didalam mobilnya yang tidak terlalu besar.
Perjalanan satu hari yang cukup melelahkan bagi Alice, setelah turun dari pesawat ia langsung diseret oleh temannya itu untuk membeli sebuah mobil baru.
Dengan tubuh lunglai Alice mengikuti Tae Won kemanapun ia pergi hingga membuatnya mengantuk dan tertidur di dalam mobil.
Di sisi lain Tae Won tak henti-hentinya memandangi wajah Alice yang tertidur pulas, ia menyandarkan kepala Alice dipundaknya setelah beberapa kali melihat wajah gadis itu terantuk kaca mobil.
"Alice? apa kau mau jadi pacarku?" kata Tae Won lirih sambil terus mengamati wajah gadis pujaan hatinya itu sambil tersenyum-senyum sendiri.
Tak ada respon, Alice tertidur sangat pulas dan Tae Won memang sengaja untuk mengatakannya pada saat itu karena masih ragu kalau kalau Alice akan menolaknya.
*****
"Tuan muda, kita sudah sampai" kata supir pribadinya.
"Kita tunggu sampai ia bangun" jawab Tae Won.
"Baik, kalau begitu saya akan tunggu diluar" respon supirnya dan segera keluar dari dalam mobil.
Waktu terus berlalu dan akhirnya Alice terjaga dari tidurnya, ia menyipitkan matanya yang indah dan melihat ke sekeliling "Kita sudah sampai? kenapa tak kau bangunkan aku? sudah berapa lama?"
Tae Won membantu merapikan rambut Alice dan kemudian melihat kearah jam tangannya "Kita sampai sekitar satu jam yang lalu" katanya sambil tersenyum lebar "Masuklah dan segera istirahat! sampai ketemu besok"
"Ya, baiklah" kata Alice keluar dari mobil, ia melambaikan tangan dan berjalan ke arah pintu rumahnya.
"Alice!" seru Tae Won dari dalam mobil dan segera direspon oleh gadis itu dengan mimik majahnya "Terimakasih untuk hari ini!"
Alice mengacungkan jempolnya kemudian melambaikan tangannya "Hati-hati dijalan"
*****
Tiga hari kemudian adalah hari yang selalu dinanti-nanti setiap 3 bulan sekali oleh Alice, yaitu dimana ia akan bertemu dengan malaikat-malaikat cantik nan lucu dan akan bermain bersama mereka selama 2 hari penuh.
Tapi kali ini Alice tidak sendirian, ia ditemani oleh Seo Jun dan juga Hwan Jae yang datang menjemputnya.
Mereka juga membawakan beberapa mainan dan juga bahan-bahan makanan berkualitas untuk para penghuni panti asuhan.
Tak lama setelah mereka selesai menurunkan beberapa barang yang mereka bawa, datang 2 buah mobil yang mendekat.
"Apa kami datang terlambat?!" kata seorang pria yang sangat Alice kenal saat ia turun dari mobil dan disusul seorang lagi dari mobil satunya.
"Tae Woni ? Kim Baek Hyeon ssi?!" kata Alice terkejut "Sedang apa kalian disini?"
"Ya! kau! kenapa tak bilang mau kesini?" tanya Hwan Jae pada Baek Hyeon sepupunya itu.
"Dia yang mengajakku kesini" jawab pria itu sambil menunjuk ke arah Tae Won.
"Bukankah aku kemarin bertanya padamu apa yang akan kau lalukan hari ini? jadi aku ingin mengejutkanmu" kata Tae Won tersenyum sambil mengacak-acak rambut Alice "Ah ya, kami membawakan pakaian dan peralatan mandi! mau ditaruh di mana?"
"Di dalam!" seru Hwan Jae dingin.
*****
Di sisi lain Seo Jun sedang bertelepon dengan idolanya yang tidak lain adalah Nicho sang kakak. "Sepertinya ada pesaing baru" kata Seo Jun menceritakan situasi yang sedang terjadi.
Tugas Seo Jun disini sebagai mata-mata sang kakak, Nicho ingin tahu apa saja yang dilakukan adik tercintanya itu sebagai bentuk rindu karena tak bisa bertemu.
Bukan hanya kali ini, sebenarnya saat Alice masih belajar di Amerika pun ia menyewa seorang mahasiswa di kampus Alice sebagai mata-mata tanpa sepengetahuan adiknya itu.
Jadi Nicho dapat mengetahui apa saja yang dilalui oleh Alice dalam garis besar (tidak memantau setiap hari hanya perkembangannya saja) tapi saat ini Nicho lebih selective dalam masalah hubungan Alice karena mengingat pengalaman yang sangat menyakitkan hati gadis cantik kesayangannya itu (Nicho melakukan pemantauan secara khusus).
*****
bersambung....