
"Ada titipan dari Mr Lee karena tak dapat bertemu dengan anda saat beliau datang beberapa kali ke sini!" kata pria itu sambil menyodorkan sebuah kartu dengan sopan.
"Invitation?" kata Alice membaca tulisan yang tertera di kartu berwarna merah marun itu.
"Iya benar, Mr Lee berpesan nona harus datang ke tempat ini!" kata manager itu sambil menunjuk tulisan lain di sisi kartu.
"Mr Lee siapa ya?" tanya Alice penasaran karena menurutnya ia tak begitu kenal banyak orang kecuali teman-teman dan orang-orang yang pernah bertemu dengannya.
"Nanti nona juga akan tahu sesampainya di sana! pastikan anda untuk datang?!" kata pria itu undur diri dan secepat kilat menghilang di kerumunan orang "그럼 (geureom)"
"Terimakasih" kata Alice sambil berlalu melihat kepergian pria itu.
"Siapa?" tanya Eun Na yang sedari awal menemaninya.
"Entahlah" jawab Alice membaca tulisan kecil yang tertera di sisi lain dan segera memasukkan kartu itu ke dalam tasnya.
*****
Liburan Alice masih terus berlanjut, sudah lebih dari lima hari ia berada di pulau Jeju untuk menemani kakaknya Nicho yang sedang dinas.
Kali ini giliran Nicho yang menemani Alice bersama dengan keluarga Park yang sengaja datang untuk merayakan natal dan juga suksesnya pembangunan cabang perusahaan mereka yang baru.
Pesta itu di adakan di villa milik keluarga Park yang jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel tempat Nicho dan Alice menginap.
Tak luput juga dengan Hye Ra, jin I dan juga Eun Na yang dengan senang hati menemani Alice selama liburan.
*****
"Aku baru tahu kalau kau punya kakak yang sangat keren!" bisik Hye Ra "Keluarga Park juga sangat kaya dan terpandang! bagaimana kau bisa mengenal mereka?"
"Apa pekerjaan kakakmu? terus apa kau bisa merekomendasikan aku pada mereka?" lanjut gadis cantik itu tanpa henti "Apa mungkin perusahaan Mr Park bisa bekerjasama dengan perusahaan milik keluargaku?! bla...bla..bla..."
Alice hanya tertawa geli mendengar ocehan Hye Ra yang tiada hentinya, reaksi gadis itu benar-benar lucu bagi Alice.
"Anak muda sekarang benar-benar sangat menggemaskan hihihi" kata Mrs Park di sisi lain sambil menutup tawanya dengan telapak tangan.
"Yah, anda benar Mrs Park!" setuju Nicho
"Anda juga termasuk muda Mr Kim!" tambah Mr Park "Seharusnya anda juga ikut bergabung bersama mereka!"
"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya? panggil saja aku Nicho!" sahutnya "Kita sudah lama kenal paman!"
"Ah ya aku lupa! hahaha mungkin karena kita lebih sering bertemu saat jam kerja? aku jadi terbiasa!" kata Mr Park sedikit tersipu.
"hahaha iya Nicho, maafkan pamanmu yang pelupa ini!" sahut Mrs Park
"Ngomong-ngomong bibi hari ini terlihat sangat cantik!" kata Nicho dengan penuh kejujuran dimatanya "Orang-orang pasti akan mengira kalau kita kakak beradik hahaha"
"Hehehe kau benar-benar pandai memuji" kata Mrs Park tersipu malu.
Tapi memang benar bahwa Mrs Park sangatlah cantik! beliau hampir tidak memiliki kerutan sama sekali di wajahnya bahkan tubuhnya pun masih terawat dengan sangat baik, tak terlihat seperti wanita paruh baya yang sudah berumur 50 tahun.
Tahun Itu merupakan Natal yang paling hangat bagi Alice karena ia dapat berkumpul bersama orang-orang tercinta walaupun ada beberapa yang tidak bisa hadir pada malam itu tapi Alice tetap merasa senang.
*****
Masih dalam suasana natal, para muda-mudi tetap sibuk dengan kegiatannya.
Kafe dan mall juga terlihat cukup ramai sepanjang hari itu, di tambah lagi dengan event event yang banyak di selenggarakan di berbagai tempat dan daerah.
"Ya! kau harus libur!" seru Alice saat sedang melakukan video call dengan Michael.
"Haahh! andai aku bisa!" ratap pria itu sambil menghela nafas panjang "Siapa bilang jadi Presdir itu enak? aku bahkan tidak bisa tidur lebih dari 3 jam sehari!"
"Aku turut prihatin padamu, sebaiknya kau mencari asisten lagi!" kata Alice "Lihatlah asisten mu yang sekarang, ia juga terlihat sangat kewalahan? kasihan dia!"
"Apa kau benar temanku? atau teman asisten ku?" sahut Michael mengernyitkan dahi "Kenapa terdengar kau lebih memperdulikan Jordan?!"
"Hahaha hanya perasaanmu saja!" kata Alice sedikit menjulurkan lidahnya "Tentu saja aku peduli padamu mangkanya ku telepon!"
Michael masih mengernyitkan dahinya melihat wajah Alice di layar ponselnya "Kenapa kau terlihat lebih kurus?"
"Apa kau tak makan? kau sedang diet atau uangmu yang sudah habis?" lanjut pria itu dengan wajah berpikir "Aku rasa yang terakhir tak mungkin!"
"Hahaha bukan apa-apa!" kata Alice terkekeh "Hanya saja aku menambah kerja sambilan ku?!"
"Dasar gila! kenapa kau lebih suka kerja fisik dari pada kerja di kantor?" sahut Michael tak percaya "Aku benar-benar tak mengerti sekaligus salut padamu!"
"Karena menyenangkan hahaha!!" kata Alice bangga.
Mereka terus mengobrol tanpa henti selama dua jam lebih hingga akhirnya terpaksa menutup telepon karena Michael harus menghadiri rapat.
*****
Tanggal 27 Desember Alice kembali ke Seoul bersama Nicho dan juga teman-temannya.
Karena kamar Alice hanya memiliki satu tempat tidur jadi mau tidak mau Nicho akan menginap di apartemen miliknya yang memiliki dua kamar tidur dan meminta Alice untuk tinggal sementara bersamanya.
Di pagi harinya, Nicho hendak ingin memanjakan Alice dengan mengajaknya pergi shopping dan membelikan semua yang diinginkan adik kesayangannya itu.
Gadis cantik itu sedikit menyayangkan hal tersebut dan dengan berat hati ia harus menolak ajakan Nicho karena hari itu Alice harus bekerja di 2 tempat yang berbeda.
*****
Hawa dingin sudah mulai mengusik tubuh para pejalan kaki yang mulai membeku, mengharuskan mereka yang sudah kedinginan untuk masuk ke dalam ruangan dan menghangatkan diri dengan secangkir kopi panas.
Dengan senyum ramah dan santun Alice melayani satu persatu pembeli yang mendatangi tempat itu yang kini sudah terisi penuh.
Alice bekerja di sebuah cafe dua lantai yang letaknya tidak terlalu jauh dari distrik Gangnam.
Alice memiliki 6 jam kerja di sana setelah itu ia akan berpindah lagi ke sebuah restoran Italia berbintang lima yang ada di distrik Gangnam itu sendiri.
Bagi Alice itu semua adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan karena dapat berinteraksi dengan banyak orang sekaligus menambah wawasannya untuk bisa mengerti apa saja yang akan di butuhkan oleh setiap pelanggan "Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui"
Pekerjaan Alice berakhir pukul sepuluh malam, tak banyak yang harus dilakukan untuknya setelah itu.
Alice hanya menemani Nicho menonton televisi sekaligus melepas penatnya selepas bekerja.
Alice merasa menyesal karena tidak dapat menemani sang kakak di hari liburnya yang sangat jarang itu.
*****
bersambung....