
Pada saat berlibur, setelah kembali dari Ellen Browning Scripps Park, San Diego, California
Malam semakin gelap dan cahaya bulanpun mulai membentuk dunianya sendiri dengan bertemankan bintang disekelilingnya.
"Beautiful" Tampak seorang pria berdiri memandang penuh kagum dipinggir pembatas balkon kamarnya.
"Ya kau benar, cantik sekali" Datang seorang wanita menghampiri pria tersebut berlahan.
Tanpa sepatah kata pria itu hanya terus menikmati pemandangan malam tak memperdulikan sang wanita.
30 menit berlalu dalam keheningan, akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk bertanya "Apa kau masih marah padaku? apa aku boleh tahu apa sebenarnya yang telah ku lakukan sampai kau mendiamkanku seperti ini?"
"김 앨리스 (Kim Alice)" Kata pria itu dengan tatapan tajam "kau benar-benar gadis bodoh!!"
"Bagai mana kau bisa tersenyum seperti itu dihadapan mereka yang telah menyakitimu dari belakang?!" perasaan marah terpancar dari wajah pria itu "Aku bahkan mendengar bahwa dia akan melamarmu besok malam!"
(PS : orang asing biasa mengucapkan nama marga di akhiran nama. misal : Kim Alice \= Alice Kim, Lee Hwan Jae \= Hwan Jae Lee)
Raut wajah Alice seketika berubah kebingungan tapi dengan persekian detik ia bisa mengembalikannya seperti semula dan memperlihatkan senyum manis di wajah kecilnya.
Sambil menepuk lengan pria itu Ia berkata "Ya kau benar, aku memang bodoh! tapi aku juga takkan mau untuk dibodohi lagi"
Seraya memandang lekat wajah temannya itu Alice berkata "Jae a~ Kau tenang saja, aku akan mengakhirinya dengan baik-baik"
Ya benar, pria itu adalah Lee Hwan Jae (이 환 재) atau biasa dipanggil Mark, teman baik Alice.
Mereka bertemu di dalam pesawat saat pertama kali datang ke negara ini 3 tahun yang lalu, dan tidak disangka ternyata mereka masuk ke perguruan tinggi yang sama.
****
Keesokan harinya Luis mengajak Alice untuk makan malam bersama disebuah restoran mewah dan paling terkenal dikota itu.
Malam yang sama indahnya seperti malam sebelumnya, bulan tampak bersinar terang dikelilingi para Bintang.
Ratusan mawar merah diletakan dipinggir jalan setapak dengan lilin cantik yang menyala di sekelilingnya serta diiringin dengan music dari para pemain, it's so romantic!!
Luis memberikan seikat buket besar mawar merah kepada Alice, dan wanita itu menerimanya dengan senang dan haru.
"Alice Kim" Ia mengambil sesuatu dari dalam kantung celananya, sambil berlutut dengan satu kaki Luis menyodorkan sebuah kotak kecil dan membukanya lalu berkata "Will you be my wife?"
"Oh my dear, are you seriously?" Kata Alice tak percaya, dengan senyum merekah di wajahnya Ia langsung memeluk Luis dengan erat.
Perasaan bahagia terpancar dari wajah wanita itu, tanpa sadar airmatapun mengalir membasahi pipinya.
Tepuk sorai para pemain music memeriahkan suasana itu "Congratulations". " Selamat Tuan". "Selamat Nona"
Alice melepaskan pelukannya untuk segera menghapus air mata bahagianya dan mempersilahkan Luis untuk menyematkan cincin dijari manisnya, namun tak lama kemudian Alice melepaskan nya kembali dan memberikannya kepada Luis.
Seketika Pria itu terdiam memandang cincin ditangannya dengan sangat bingung, Ia menatap Alice dan bertanya "Apa maksudnya ini???".
" Lebih baik kita hentikan sampai disini saja" Ucap Alice lembut dengan pandangan mata yang berkaca-kaca "Aku sangat senang dengan lamaranmu, tapi aku tidak akan menikahimu Luis"
"Apa maksudmu? Aku tak mengerti!!" Tanya Luis masih tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Kita putus" Kata Alice sambil berjalan menjauh "Goodbye Luis"
Dengan sigap pria tampan itu berlari dan meraih tangan Alice mencegahnya untuk pergi "Jelaskan padaku apa maksudmu? Apa aku telah berbuat Salah? Katakan padaku apa yang harus ku lakukan agar kau tetap bersamaku?" Ratap pria itu "Kau tau kan kalau aku sangat mencintaimu?! "
"Aku tau kau mencintaiku, dan aku juga mencintaimu" jawab Alice sembari melepaskan cengkraman Luis "Tapi jika kau benar-benar mencintaiku kau tak kan tidur dengannya apa lagi di dalam apartment milikku"
Tak Ada sepatah kata yang dapat keluar dari mulut pria kekar itu, Ia langsung mengerti apa yang di katakan wanitanya itu.
Perasaan menyesal dan sedih bercampur aduk di dalam hatinya, Ia hanya bisa memandang punggung wanita yang dicintainya berlahan-lahan berjalan menjauh darinya.
****
Alice POV
Oh air mata ini tak bisa berhenti mengalir.
Bagaimana bisa berhenti jika hatiku masih sesakit ini.
Sebenarnya aku sangat sangat senang ketika Luis melamarku dan ingin rasanya aku menerimanya, tapi saat aku ingat kembali dengan apa yang mereka lakukan dibelakangku tentu saja mana mau aku menerimanya.
Wanita mana yang bisa terima kalau pria yang dicintainya tidur dengan wanita lain, apa lagi wanita itu adalah teman baikku sendiri!! Hahahaha trus apa yang harus aku lakukan sekarang? Kerja?? Tapi ini hari liburku.
Hmm kakiku sudah mulai sakit, bagaimana tidak? Aku sudah berjalan kaki selama hampir satu jam dengan sepatu tinggi pula.
Kletok kletok
Suara sepatu yang terlepas dengan terpaksa, aku melepasnya dengan malas dan memasukkannya kedalam tong sampah didepanku.
Aaahh Akhirnya lega juga, dengan ini aku bisa berlari!
Eh tidak deh 'hahaha' ntar dikira orang gila lagi, sebaiknya aku naik taxi saja.
Taxi? mana taxi? aku mau lekas pulang dan tidur, hari ini aku benar-benar sangat lelah.
****
Author POV
15 menit kemudian akhirnya Alice sampai di depan gedung tempat Ia tinggal.
Dengan langkah berat Ia memasuki apartment nya dan langsung menenggelamkan diri di dalam selimut setelah selesai membersihkan diri.
Tak butuh waktu lama baginya untuk bisa memasuki alam mimpi, karna hari yang sangat panjang membuatnya langsung terlelap.
****
Hangat sinar matahari masuk dari sela-sela jendela Alice, karna sudah terbiasa bangun pagi membuatnya dengan cepat membuka kelopak matanya yang cantik.
"Good Morning" kata-kata pertama yang slalu Ia ucapkan untuk mengawali harinya.
Ia duduk sejenak diatas tempat tidur untuk menyeimbangkan tubuhnya, setelah itu Ia mengabil peralatan mandi dan segera memulai ritual paginya.
****
Keringat mengalir diseluruh tubuh gadis cantik nan indah itu, jogging adalah rutinitas yang Ia lakukan setiap hari dan akan berlipat ganda dihari libur.
Dengan berlari Alice bisa mengatur ulang pikirannya seperti selembar daun hijau yang tertempa embun di pagi hari, sangat fresh!.
"Aku ingin pulang" Langkah Alice terhenti saat perasaan itu muncul, Ia membayangkan kampung halamannya yang sangat indah dan itu membuatnya semakin ingin pulang.
"Jae a~ aku Mau pulang" Kata Alice berbinar kepada seorang pria yang sedari tadi menemaninya jogging.
"Ha!!? Pulang saja" respon Mark datar "Apa kau melupakan sesuatu?"
"Bukan itu!! maksudku aku Mau pulang!!" Seru Alice bersemangat "Ke Negaraku!!!"
"Haaaa!!!!?!!?? "
bersambung...