Life is Mystery

Life is Mystery
Episode 26



"Kalian saling kenal?" tanya Alice memandang keduanya secara bergantian.


"Dasar tidak tahu diri!! berani sekali kau menggoda tunangan orang!!" seru wanita Itu sambil menampar pipi Alice dengan cukup keras.


" ...... "


"Apa yang kau lakukan!!" bentak Hwan Jae dengan keras.


Wanita itu terkejut setengah mati karena teriakan pria itu? baru kali ini ia melihat Hwan Jae membentak dan semarah itu padanya.


"A.. Aku.." kata wanita itu masih sedikit syok.


Pipi Alice terasa sakit dan panas karena tamparan wanita tersebut, ia mengusap pipinya berlahan dan mulai tertawa kecil.


"Apa yang kau tertawakan? dasar tidak tahu malu!" kata wanita itu semakin tak menyukai Alice.


"Jae a~ sepertinya ada yang harus kalian bicarakan berdua" kata Alice tersenyum "Aku pergi duluan, sampai ketemu lagi"


"Aku akan menyuruh sopir untuk mengantarmu" kata Hwan Jae was-was.


"Tak perlu, aku akan jalan-jalan dulu sebelum pulang" tolak Alice sambil melambaikan tangan lalu pergi meninggalkan mereka berdua dengan senyum kecil di wajahnya.


Disisi lain Hwan Jae memandang wanita itu dengan penuh kecewa "Sebenarnya apa maumu?!"


"Apa mauku? apa kau lupa kalau aku ini tunanganmu?!" kata wanita itu dengan mata yang berkaca-kaca "Wajar saja jika aku marah kalau ada wanita lain yang berani menggoda mu!"


Wanita cantik itu sedikit terlihat was-was sambil melihat ke sekeliling "Aku kesini bersama teman-temanku dan malah melihatmu bersenang-senang bersama wanita tak jelas itu! Mau di taruh di mana mukaku?!"


"Apa kau lupa kalau aku tak pernah menyetujui pertunangan ini?" sahut Hwan Jae acuh "Bagi ku, kau bukan siapa-siapa!"


"Walaupun kau tak setuju? tapi orang tua kita sudah menentukannya!" balas wanita itu "Apa kau berani menentang keinginan paman dan bibi?"


"Apa kau tahu? aku paling benci wanita sepertimu!" dengan wajah dingin Hwan Jae mengutarakan isi hatinya "Kita tak akan pernah cocok satu sama lain!"


"Maksudmu aku tak pantas untukmu begitu?!" kata wanita itu membelalakkan matanya merasa tidak terima dengan perkataan tunangannya itu "Huh! wanita (Alice) itulah yang lebih tak PANTAS UNTUKMU!!"


"Percuma bicara denganmu!" kata Hwan Jae pergi begitu saja meninggalkan wanita itu dan berjalan dengan langkah angkuh.


*****


Alice POV


"Tunangan???" waaah hebat sekali dia! menembak ku selagi punya tunangan secantik itu?! heol! cham! dasar Hwan Jae gila!


Awas aja kalau besok ketemu, aku jitak kepalanya! hahahaha


Sebenarnya aku tak tahu harus mengatakan apa tadi, di lain sisi dia salah satu orang yang sangat berharga bagiku? aku selalu merasa senang dan nyaman saat sedang bersamanya.


Hmm.....


Tapi di sisi lain aku juga tak ingin merusak hubungan pertemanan kami.


Mungkin hari ini juga Tuhan masih sangat menyayangi ku! Terimakasih! Dengan datangnya wanita itu setidaknya aku bisa punya alasan untuk menolak, aku tak ingin ia (Hwan Jae) terlalu terluka nantinya.


재아 미안해! (Jae a mianhae!) bagaimana pun juga kau adalah teman ku yang sangat ku sukai!


Sebenarnya sudah ada orang lain yang sedang aku pikirkan?


Entah dia juga satu pemikiran denganku atau tidak, tapi yang jelas sosoknya selalu saja muncul di benakku!


*****


Author POV


Alice berjalan cukup jauh dan berhenti di depan sebuah cafe yang bertuliskan -Hello Sweetie- sebagai namanya.


Cafe ini memiliki dekorasi yang sangat dominan dengan warna pink yang terlalu menyengat mata.


Saat itu Alice sangat ingin sekali minum minuman yang manis-manis jadi ia bergegas masuk dan memesan sesuatu untuk dirinya.


Karena tak ingin tinggal terlalu lama, Alice langsung saja menghabiskan minuman yang ia pesan sesaat setelah minuman itu di sajikan.


Setelah selesai memanjakan mulut, gadis itu berjalan-jalan lagi sambil menikmati udara dingin malam itu.


Ia berjalan menelusuri pertokoan yang masih terlihat indah dengan lampu kelap-kelip menghiasi setiap sudut tempat dengan pohon natal sebagai iconnya.


Alice berjalan, terus berjalan dan akhirnya ia berhenti di depan sebuah claw machine atau mesin pencapit boneka.


Ini adalah salah satu tantangan terbesar bagi gadis cantik itu, ia merasa selalu saja tak cukup memiliki keberuntungan setiap kali memainkannya.


Beberapa kali bahkan setiap kali mencobanya Alice selalu saja gagal mendapatkan apa yang ia Inginkan.


Kali ini ia mencoba untuk melakukannya lagi, tidak! ia merasa harus mencobanya lagi!


"Kali ini pasti bisa!" katanya perlahan dengan penuh semangat.


Percobaan pertama *gagal*


Percobaan ke 2 *gagal*


Ke 3 *gagal*


Ke 4 ....


Ke 5 ....


.....


.....


percobaan ke 20 *gagal*


.....


"Ok fine, pulang ajah!" gumam Alice dengan secepat kilat memutar badannya dan berjalan pergi meninggalkan mesin permainan itu dengan langkah lebar.


*****


Keesokan harinya Alice berangkat pagi seperti biasa dan tertidur sebentar di dalam kelas sampai jam perkuliahan tiba.


Ada seribu satu pertanyaan yang ingin di lontarkan Tae Won kepada Alice tapi ia mengurungkan niatnya karena menghawatirkan jika saja kenyataannya akan tidak mengenakan baginya.


Mata kuliah pun selesai, Tae Won mengajak Alice untuk makan di kantin.


Seperti biasa, tatapan sinis dari para penggemar Tae Won seolah-olah ingin membunuh membuat Alice sedikit tak nyaman? karena itu Alice jarang sekali ke kantin dan memilih makan di atap.


Menu hari ini adalah iga sapi dengan kimchi rebus di dalamnya, hmm.. sangat menggugah selera! siapa pun pasti tak akan ada yang menolaknya.


Karena datang bersama Tae Won, Alice mendapatkan banyak daging dalam nampannya.


Bukan hanya karena cucu pemilik yayasan, Tae Won juga sangat tampan? itulah yang di sukai para bibi penjaga kantin.


"Hari ini aku juga sangat beruntung bisa makan makanan enak hahaha" kata Alice senang.


"Apa begitu saja kau sangat senang?" tanya Tae Won penasaran.


"Tentu saja!" jawabnya "Makan daging senang!~ makan udang senang~ makan lobster senang~ Alice suka semua! ha-ha-ha"


"Apa kau anak TK?! cham!" seru Tae Won mengoloknya.


"Aku juga jadi ingin makan ice cream" tambah Alice.


"모고! 다~ 모고! ( mogo! da~ mogo!) {makan! makan semua!}" kata Tae Won "Akan oppa belikan semuanya!"


Sesaat Alice dan Tae Won saling bertatapan dan kemudian tertawa bersama karena merasa konyol.


*****


Jadwal Alice hari ini cukup padat, setelah selesai kuliah ia langsung pergi bekerja di perpustakaan kota, kemudian setelah selesai ia berpindah lagi ke restoran China sebagai tukang cuci piring.


Kira-kira sekitar pukul dua dini hari Alice baru sampai rumah dan masih menyempatkan membaca buku yang belum selesai ia baca.


Setelah merasa cukup mengantuk barulah ia pergi tidur setelah selesai membersihkan meja belajarnya.


*****


bersambung....