Life is Mystery

Life is Mystery
Episode 24



Hari berlalu dengan cepat, makan malam sudah dipersiapkan di atas beberapa meja panjang yang ada di dalam ruang makan.


Ada sekitar 94 orang penghuni panti termasuk dengan seluruh pengasuh dan stafnya.


Ruang makan mereka cukup besar untuk menampung mereka semua beserta Alice dan teman-teman yang datang berkunjung hari itu.


Setelah selesai bersantap malam, Alice dan yang lainnya bercengkrama bersama dengan para malaikat kecil.


Bersama, mereka bergantian bercerita dan tertawa hingga sampai tiba waktunya jam malam yang mengharuskan mereka untuk kembali ke kamar masing-masing.


*****


Malam belum begitu larut, Alice beserta teman-temannya kembali ke villa yang terletak di atas bukit dekat panti asuhan.


Villa itu masih telihat sangat bagus dan bersih karena baru dibangun beberapa tahun yang lalu berkat bantuan Mr Park atas nama perusahaannya.


Dari atas sana kita dapat melihat dengan jelas bangunan panti asuhan dan juga sekitarnya.


"Apa kita tak punya cemilan?" tanya Seo Jun saat mereka semua sedang berkumpul di beranda.


"Apa kau masih lapar?" tanya Hwan Jae "Aku bawa daging sapi dan sosis untuk kita"


"Apa perlu aku keluarkan semua? aku juga masih sedikit lapar" kata Alice mengecap kan mulutnya "Daging dan sosis sangat lezat, aku tak pernah menolak mereka hahaha"


"Aku akan ambil wine yang ku bawa" sahut Tae Won beranjak dari tempat duduknya.


*****


Malam semakin dingin membuat Alice dan kawan-kawan terpaksa masuk ke dalam ruangan untuk kembali meneruskan perbincangan mereka.


Ditemani dengan wine yang menghangatkan tubuh, mereka bercengkrama serta tertawa bersama lalu kemudian mengakhirinya saat mata sudah tidak kuat lagi untuk terjaga dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 2 pagi.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Alice sudah bangun dan membuatkan sup penghilang pegar untuk mereka semua.


Setelah selesai sarapan dan bersih-bersih, Alice bergegas menuju panti yang membutuhkan waktu sekitar 42 menit dengan berjalan kaki.


Alice sengaja tidak membangunkan teman-temannya agar dapat tidur sedikit lebih lama karena semalam mereka minum cukup banyak tidak sepertinya yang hanya minum 3 gelas saja.


****


Waktu masih menunjukkan pukul 7 pagi, Alice membantu di dapur untuk membuat sarapan sesaat setelah ia sampai di panti.


Pukul setengah tujuh pagi anak-anak sudah mulai bangun dan membersihkan diri serta merapikan bilik mereka masing-masing.


Sarapan dimulai tepat pukul delapan setelah mereka semua melakukan senam pagi, kemudian dilanjutkan dengan pelajaran di kelas masing-masing untuk mereka yang berumur dibawah 7 tahun dan yang bersekolah dasar.


Sedangkan mereka yang sudah menginjak SMP dan SMA langsung bergegas untuk pergi ke sekolah mereka masing-masing.


Kelas bercerita untuk para balita yang sangat menggemaskan membuat Alice tak henti-hentinya tersenyum hanya dengan melihat gerak-gerik mereka.


Kemudian Alice berpindah lagi ke kelas lain saat pergantian jam pelajaran, ia membawa sekotak besar berisikan peralatan menggambar dan membagikannya ke semua anak di dalam kelas.


Guru yang sedang mengajar memberikan tema 'hal yang paling disukai' pada pelajaran kali ini, dengan semangat mereka mulai menggambar dan mewarnai.


"Lihatlah wajah mereka yang sangat polos dan bahagia, membuatku merasa bersemangat" batin Alice "Ku harap banyak orang yang akan mencintai mereka"


Alice ingin melihat apa saja yang sudah mereka gambar dan mulai berkeliling kelas.


Ada yang menggambar mainan, makanan yang mereka suka, ada yang menggambar keinginan mereka untuk segera memiliki orang tua dan ada pula yang menggambar panti tempat mereka tinggal saat ini.


Alice berhenti sejenak untuk mengamati gambar salah satu anak yang duduk di barisan tengah dan bertanya kepadanya "Kau sedang menggambar siapa?" saat melihat anak itu sedang asyik menggambar seorang wanita berambut panjang.


Anak itu tersenyum sambil menunjuk ke arah Alice, "Apa ini aku? benarkah?" tanya Alice tidak menyangka akan ada yang menggambar dirinya sebagai hal yang disukai.


Anak itu bergegas menyempurnakan gambar yang ia buat dan menuliskan beberapa kata di baliknya kemudian menyodorkannya kepada Alice.


"Apa ini untukku?" tanya Alice yang hanya dijawab dengan anggukan oleh anak itu.


Alice merasa sangat senang saat membaca tulisan dibalik gambar dan membelai lembut rambut anak perempuan itu.


Tak lama kemudian Alice sesaat merasa ada yang sedang menarik bajunya hingga membuat Alice spontan menolehkan kepala.


Seorang anak laki-laki datang menghampiri dan segera menyodorkan kertas gambar miliknya dengan senyum manis diwajahnya yang terlihat sangat polos.


Anak laki-laki itu dikenal sangat pendiam bahkan hampir tidak pernah berbicara, ia memiliki trauma karena pernah mengalami kecelakaan mobil yang menewaskan kedua orang tuanya saat ia berusia 4 tahun.


Alice menerima kertas itu dan melihat gambar sepasang pria dan wanita sedang mengenakan baju pengantin ditemani dengan seekor anak anjing yang lucu di sampingnya, ia membalik kertas itu dan membaca tulisan yang ada disana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


untuk kak Alice


Saat aku sudah dewasa nanti, aku akan menjadi orang hebat dan akan menikahi kakak.


dari Seo Jeong Hoon


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Alice langsung memeluk erat tubuh anak laki-laki itu dan juga anak perempuan yang sedari tadi menatapnya "Terimakasih" katanya, Alice merasa sangat terharu sekaligus bahagia karenanya.


"Kakak sering-seringlah berkunjung kemari, kami akan selalu menunggu kakak disini" kata gadis kecil itu.


"그래 (geurae) tentu saja!" kata Alice


Satu demi satu anak-anak yang ada di kelas pun juga ikut memeluk tubuh Alice hingga membuat Alice tak kuasa menahan air mata dan juga tawanya.


*****


Di sisi lain Tae Won bangun lebih dahulu dari pada yang lainnya, setelah membersihkan diri ia bergegas membangunkan Baek Hyeon dan yang lainnya untuk mengisi perut dengan sarapan yang sudah disiapkan oleh Alice.


"Aku tak melihat Alice" kata Seo Jun sambil menjejalkan sesuap telur ke dalam mulutnya.


"Dia sudah ke panti duluan" kata Hwan Jae


"Kesana? naik apa? mobil masih ada disini semua" tanyanya penasaran.


"Jalan kaki, mungkin sambil joging" jawab Hwan Jae "Ia tak pernah absen"


"Heol! di cuaca dingin seperti ini?!" seru Tae Won dan Seo Jun hampir secara bersamaan.


"응 (eung) kecuali hari bersalju" kata Hwan Jae melirik ke arah Tae Won dengan tatapan kemenangan.


"Jadi karena itu ia selalu tidur di kelas denganku?!" balas Tae Won dengan menaikkan salah satu sudut bibirnya sesaat.


Hwan Jae mencerna kata-kata yang keluar dari mulut Tae Won, bukannya 'bersama' tapi 'denganku' yang membuat perasaannya sedikit aneh dan tanpa sadar memicingkan mata serta menghentikan aktivitas makannya.


Hwan Jae dan Tae Won saling membalas tatapan dan kemudian di waktu yang bersamaan pula mereka saling membuang muka.


Sebenarnya mereka sudah pernah bertemu beberapa kali dan mengobrol, tapi sejak kemarin mereka tidak bisa akur jika menyangkut soal Alice.


Percikan api persaingan nampak jelas di wajah Hwan Jae dan Tae Won hingga membuat Seo Jun tertawa di dalam hati menikmati tingkah konyol mereka.


"Belum tentu Alice menyukai kalian berdua!" skak Baek Hyeon dengan wajah datar sambil beranjak dari tempat duduknya perlahan ia meninggalkan mereka hingga membuat Seo Jun tak kuasa melepas tawanya dengan penuh semangat.


*****


bersambung....


Terimakasih untuk para reader yang sudah membaca sampai episode ini.


Maaf jika author agak lama update-nya.


Selamat membaca episode selanjutnya dan semoga terhibur πŸ˜Šβ˜•