
Hari yang sangat cerah dan terik, Alice memutuskan untuk pergi ke kediaman keluarga Park untuk bermain.
Membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk sampai dan setibanya disana Alice disambut dengan antusias oleh Mrs Park.
"Kenapa kau tak mengabari sebelumnya kalau kau akan datang?" kata Mrs Park "Jika tahu kau akan datang, aku akan memasakkan makanan kesukaanmu!!"
"Eeiii gwaenchanhnayo!! aku tak ingin kau merasa lelah." kata Alice sambil memeluk Mrs Park "Apa kau sendirian di rumah? aku membawakan manisan buah kesukaanmu!"
"Omo Omo, gomawo!" kata Mrs Park senang "Jun i ada dikamarnya, tunggu biar aku panggikan"
"괜찮아요 어머니! (gwaenchanhnayo eomeoni!) {it's okay Mom}" kata Alice "Biar aku saja yang ke atas"
"Aigo, aku masih belum bisa percaya kau sekarang mau memanggilku ibu!" kata Mrs Park sangat senang terlihat dari senyum lebar yang menghiasi wajahnya yang masih terlihat sangat cantik di usianya yang menginjak 50an itu "Geurae, aku akan membawakan buah-buahan dan minuman untuk kalian, kau langsung ke atas saja!"
Alice berlahan menaiki tangga menuju lantai 3 dimana kamar Park Seo Jun berada.
tok tok tok
"Aku masih sibuk! jangan ganggu aku!" terdengar suara berat seorang pria dari dalam kamar.
Tanpa ragu Alice langsung masuk kedalam kamar dan berseru " 준 히 야~!! (Jun hiya~!!)"
"야~ 깜짝이야!! (ya~ kkamjjagiya!!) {hei~ kaget aku!!}" seru Seo Jun terperanjat dalam duduknya "Alice!"
Pria itu langsung memeluk Alice yang sedari tadi sudah merentangkan kedua tangannya karena pose kejutannya, pria itu memeluk Alice dengan sangat erat dan kemudian seketika menghempaskan tubuh kecil gadis itu ke belakang.
"Kau ya! bukankah kau kapan hari ke pulau Jeju ? kenapa tak menemui ku?" sambil bertolak pinggang dan mengangkat sebelah alisnya yang tipis nan tegas "Keterlaluan!!"
"Aigo aigo!! sudah berani berlagak dia?!" kata Alice mendekat dan menjewer telinga Seo Jun "Aku bahkan hanya bermalam sehari disana dan langsung pergi keesokan harinya, kau pikir aku mau apa ? lagi pula kau pasti sedang bersenang-senang dengan pacar barumu kan ? lagaknya bilang pergi sama teman!!"
"Hahaha kau tau rupanya? hah! aku memang tak bisa membohongi mu" kata Seo Jun sambil berputar-putar di kursi putar nya.
"Lagi pula yang ingin kau temui adalah kak Nicho bukan ?!" sambil bersandar di atas tempat tidur Seo Jun yang luas.
"Tentu saja! dia kan Idolaku!" tegas Seo Jun.
Ya, sedari kecil mereka bertiga memang sering bermain bersama saat Nicho dan Alice sedang mengunjungi rumah Nenek mereka.
*****
Sementara Alice dan Seo Jun asyik berbincang, Mrs Park datang dengan dua gelas strawberry milkshake dan sepiring besar buah-buahan yang sudah dipotong dengan cantik.
Agar tak mengganggu, Mrs Park meninggalkan Alice dan putranya untuk meneruskan pembicaraan mereka yang terlihat sangat asyik dan beliau bergegas untuk membuatkan makanan kesukaan Alice agar ia bisa makan malam bersama mereka.
Dan itu sungguh malam yang sangat menyenangkan bagi Alice.
****
Keesokan harinya Alice berencana untuk pergi mendaki dan berkemah, akan tetapi pendakian disana hanya dapat untuk mendaki saja tak seperti pegunungan di Indonesia yang dapat mendirikan tenda dimana pun kita mau dan setinggi apapun kita mendaki.
Hal itu membuat Alice merasa sangat merindukan tanah kelahirannya, dan harus memilih salah satu diantaranya.
Setelah beberapa waktu Alice memutuskan untuk pergi berkemah saja dan mengajak teman-temannya untuk ikut bergabung.
Ia mencoba menelfon Jin I dan Eun Na tapi mereka tidak bisa ikut karena sedang berlibur bersama ke luar negeri, sedangkan Hye Ra ada cara keluarga yang tidak bisa dihindarinya.
Alice tak memiliki cukup banyak teman, hanya tersisa Park Tae Won dan Lee Hwan Jae yang belum dihubungi.
Jika Alice menghubungi Hwan Jae, pria itu pasti akan langsung meluncur ke rumahnya begitu juga dengan Tae Won.
Tapi jika hanya mereka berdua yang ikut akan terasa sangat canggung bagi Alice.
Ia memutar lagi bola matanya dan berfikir sejenak, tak lama akhirnya ia memutuskan untuk pergi berkemah sendiri dan itu hal yang sudah biasa baginya karena Alice merupakan tipikal orang yang suka menyendiri.
Ada tempat yang disediakan untuk orang-orang yang pergi berkemah, sesampainya disana Alice terbelalak melihat banyaknya orang yang mendirikan tenda dan lebih terkejut lagi saat melihat lampu kelap-kelip yang menghiasi tenda mereka.
"Oh my God!" gumam Alice sambil meletakkan perlengkapannya ditanah dan berjongkok "Ini mah bukan kemah namanya, gimana mau nikmatin alam kalau terang begini?!"
Selama 15 menit Alice tetap dengan posisinya semula dan tidak bergerak sedikit pun, setelah beberapa kali melihat langit dan tersenyum kecut akhirnya ia memutuskan untuk pulang saja dan membaca buku semalaman.
Walaupun hari ini tidak sesuai dengan harapannya, ia tetap menikmati apa yang dirasakannya seharian ini dan sesekali menertawakannya dalam hati.
bersambung.....