
tring tring tring
tring tring tring
ponsel Alice berbunyi beberapa kali tanpa ada jawaban, dan masih berbunyi sampai beberapa kali lagi hingga akhirnya mati karena kehabisan baterai.
Hari ini salju turun dengan sangat lebat, beberapa daerah terpaksa menghentikan laju transportasi untuk mencegah adanya insiden kecelakaan.
Walaupun waktu masih menunjukkan pukul 1 siang, tapi langit sudah terlihat sangat gelap dan jarak pandang pun semakin berkurang.
Salju terus turun hingga membuat tumpukan salju tebal di setiap tempat dan mulai berhenti saat menjelang malam.
Alice terpaku menatap salju yang menutupi seluruh permukaan jalan dari balik jendela perpustakaan.
Hari yang tenang bagi Alice karena ponselnya yang tak sengaja tertinggal, tak ada SMS ataupun telepon yang perlu ia balas? hanya ada kesendirian di hari liburnya.
Sudah pukul 9 malam, tapi masih tak ada taxi yang berani untuk beroperasi jadi terpaksa Alice berjalan kaki untuk pulang.
Di perjalanan pulang, Alice berhenti sejenak membeli minuman hangat untuk tubuhnya yang sudah mulai menggigil di sebuah cafe yang jaraknya setengah jam berjalan kaki dari tempat tinggalnya.
Setelah merasa tubuhnya cukup hangat Alice melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah setengah jam kemudian lebih tepatnya 39 menit ia tempuh dengan berjalan kaki.
Hal pertama yang Alice lakukan saat masuk ke dalam kamar adalah mencari ponselnya dan segera menancapkan nya ke pengisi daya yang ternyata selalu ia bawa seharian ini.
*****
Setelah selesai berendam air hangat dan berganti pakaian dengan pakaian tidur, Alice langsung saja menyambar ponselnya yang baru terisi sekitar 68% dan segera menyalakannya.
89 panggilan tak terjawab dan 13 pesan masuk langsung terpampang di layar ponsel miliknya sesaat setelah ponsel itu menyala.
tring tring tring
"Dari mana saja kau!" seru seseorang dari seberang ponsel sebelum Alice sempat berbicara.
"He-he-he ponselku ketinggalan" canda Alice berbicara dengan ringan "maaf, seharian aku di perpus dan terjebak badai salju di sana"
"Aigo! kau membuat kakak hampir kena serangan jantung!" suara Nicho masih terdengar sedikit khawatir "Aku kirim tiket pesawat sekarang, besok pagi datanglah ke sini!"
tiiiing!
Sebuah pesan masuk telah di terima, Alice segera membuka email tersebut dan langsung mencari tujuan penerbangan "Jeju? kau ada di sana sekarang?"
"Ya, aku ada pertemuan penting disini!" jawab Nicho "Dan berkat seseorang, aku jadi tak fokus bekerja seharian ini.
"He-he-he maaf" Alice terkekeh sekaligus merasa bersalah karenanya.
Setelah selesai memastikan Alice akan datang besok dan sedikit berbasa-basi, Nicho akhirnya memutus teleponnya agar sang adik bisa prepare dan segera istirahat setelah membalas semua pesan dari teman-temannya seharian itu.
*****
Keesokan harinya Alice berangkat dengan penerbangan pagi dan sampai di pulau Jeju sekitar satu jam sepuluh menit kemudian.
Karena mereka selalu menginap di tempat yang sama, jadi Alice langsung segera meluncur ke sana setibanya ia di bandara internasional pulau Jeju.
Pulau Jeju merupakan salah satu destinasi yang wajib dikunjungi oleh wisatawan yang tidak terlalu suka dengan musim dingin karena tempatnya yang cukup hangat dan curah salju yang turun pun relatif sedikit.
Sesampai di hotel, Nicho menyempatkan diri untuk menyambut adik tercintanya sebelum berangkat bekerja.
Siangnya mereka menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam dan kemudian terpaksa berpisah lagi karena pekerjaan Nicho yang tiada habisnya bahkan melebihi pemilik perusahaan tempat ia bekerja.
Beberapa jam kemudian Jin I, Eun Na dan Hye Ra datang ke 'K Hotel and Resort' tempat Alice menginap.
Mereka bertiga sudah ribut sedari pagi ingin berlibur bersama kali ini, setelah mendengar Alice sedang berada di pulau Jeju? tanpa berpikir panjang mereka langsung melesat untuk menemuinya.
Tanpa ada jeda istirahat Hye Ra langsung mengajak Alice dan yang lainnya menghabiskan sisa hari dengan berkeliling dan bersenang-senang.
"Tapi aku sudah lapar" keluh Eun Na dengan manja "Apa tak bisa kita makan malam dulu?"
"Kau ini kayak baru sekali dua kali saja datang ke tempat seperti itu!" protes Hye Ra "Kau kan bisa pesan makanan juga di sana"
"Cuaca sudah semakin dingin jangan hanya diam disini, sebaiknya kita segera masuk" sahut Alice saat mereka sudah berada di depan club "Aku juga sudah lapar!"
Mereka berempat pun segera masuk dan merasa lega karena suhunya mulai terasa hangat.
Saat pintu terbuka, mereka langsung disambut dengan alunan lagu yang dimainkan oleh DJ dengan volume yang sangat keras.
Ada beberapa wanita yang mengenakan pakaian mini dress tak berpunggung, ada yang memakai rok mini dan bahkan ada juga yang memakai celana jeans yang tampak fashionable untuk tubuh mereka yang langsing.
Bukan hanya para wanita saja yang cantik dan menggoda bahkan para pria pun tak kalah menariknya dengan style mereka masing-masing yang menambah pesona pada dirinya.
Ini adalah salah satu tempat favorit Hye Ra yang selalu ia kunjungi saat datang ke pulau Jeju dimana juga tempat Alice pernah beberapa kali datang untuk mendengarkan musik.
Di hari-hari tertentu tempat ini juga menjadi tempat dimana berkumpulnya para pecinta musik jazz dan aliran musik lainnya yang selalu di selenggarakan dua kali dalam sebulan.
Walaupun menu utama tempat ini adalah 'club and bar' tapi tak semua orang dapat masuk ke dalam (only member).
Bukan hanya dekorasinya yang menarik tapi tempatnya pun juga sangat bersih dan bebas asap rokok.
"Eonni, mau minum apa ?" tanya Jin I pada Alice
"Aku ingin orange juice dengan soda di dalamnya" jawabnya sambil tersenyum "Sekalian pesankan makanan berat untukku! aaah untuk Eun Na juga!"
"Kau yakin tak mau minum minum hari ini?" sahut Hye Ra dengan sekujur tubuhnya yang bergoyang perlahan mengikuti alunan musik.
"Kalian saja" jawab Alice terkekeh
Setelah selesai memesan minuman, mereka bergegas ke tempat duduk yang sudah di tempati duluan oleh Eun Na agar tak di dahului oleh orang lain.
Alice dan Eun Na langsung saja menyantap hidangan sesaat setelah makanan itu datang, sedangkan Hye Ra dan Jin I sudah langsung berbaur dalam liukan lautan manusia sembari menikmati minuman di tangan mereka.
Di lain sisi, di daerah bar ada beberapa orang yang sedang memperhatikan ke arah Alice berada
Seorang wanita bartender dengan rambut sebahu terlihat sangat cantik berpadu dengan pakaiannya yang sangat modis.
Wanita itu memanggil seorang pria tinggi dengan pakaian semiformal yang ada dalam ruangan di balik bar dan berbicara sambil memandang ke arah Alice.
Dengan langkah yang mantap pria itu datang menghampiri Alice yang sedang menikmati soda juice miliknya sambil menggoyangkan sedikit badannya mengikuti alunan musik.
"Maaf, apa kau nona Alice?" tanya pria tersebut.
"Ya, benar!" kata Alice sedikit terkejut saat ada yang mengenalinya, padahal ia tak kenal siapapun kecuali teman-teman yang datang bersamanya.
"Ada titipan dari Mr Lee karena tak dapat bertemu dengan anda saat beliau datang beberapa kali ke sini!" kata pria itu sambil menyodorkan sebuah kartu seukuran kartu nama dengan satu tulisan besar di salah satu sisinya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Invitation**
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
*****
bersambung....