
“Baiklah, lukanya sudah sembuh. Walau meninggalkan bekas sayangnya.” ucap Yi Wei sambil melepaskan kain yang melingkar di dadaku.
Sekitar 4 hari yang lalu orang aneh yang hafal dengan aroma Yi Wei menyerang Yu Jian dengan pedangnya. Akhirnya setelah masa pemulihan selama 4 hari luka pada Yu Jian akhirnya sembuh sampai di tahap tidak mengganggu aktivitasnya lagi.
“Terima kasih sudah merawatku selama beberapa hari ini Yi Wei. Aku pasti merepotkanmu karena sudah mengambil waktumu untuk meneliti racun.” Yu Jian merasa bersalah.
“Tidak juga, bagaimanapun mengurusmu adalah tanggung jawabku.” balas Yi Wei.
“Tetap saja, aku merepotkan. Kau menjagaku saat terluka dan bertanggung jawab atas perkembanganku sebelum tes yang diberikan 10 hari lagi. Tapi lihatlah aku sekarang, terluka dan bahkan tidak mengalami perkembangan apapun. Benar-benar tidak berguna dan buang-buang waktu.”
Setelah mengatakan hal itu suasana ruangan sangat sunyi. Yi Wei bangkit dari kursi dan berjalan keluar untuk membuang kain bekas penutup luka milik Yu Jian. Saat kembali ia datang dengan botol pil.
“Kita lakukan dari hal yang mudah saja. Bagaimana jika kita mulai menyerap Qi dari pil ini. Pil ini dibuat oleh ahli di sekte Azure dengan tanaman obat berusia puluhan tahun. Bukan yang paling bagus namun setidaknya cukup bagi permulaan.” Yi Wei menyodorkan botol pil tersebut.
Yu Jian mengambilnya perlahan dan menatap kearah botol tersebut. Bentuk botol itu sama dengan botol pil yang dulu pernah ia miliki untuk menyimpan pil. Botol yang terbuat dari tanah liat dan diwarnai dengan warna putih. Permukaannya kasar dan terasa kokoh saat digunakan.
Meski dalam kondisi tertutup namun aroma pil tercium oleh Yu Jian. Ia menggenggam erat botol pil itu sambil menguatkan hatinya.
“A-Akan aku coba lakukan.” Suara Yu Jian bergetar karena tidak yakin.
“Kalau begitu akan aku tinggalkan kamu sendirian. Menyerap pil bagus dilakukan saat kau fokus dan dalam kondisi sendirian. Tapi apakah kamu yakin bisa?” Yi Wei khawatir namun suaranya tetap tenang.
“A-Hmm.. Seharusnya baik-baik saja. Aku juga masih mengingat cara menyerap Qi dari teknik yang aku pelajari dulu.”
“Baiklah kalau begitu, aku percaya padamu. Panggilah aku jika butuh bantuan, seperti biasa aku berada di belakang.” sambil mengatakan itu Yi Wei keluar.
Yu Jian menutup semua akses cahaya dengan menutup jendela dan pintu tempat tinggalnya saat ini. Cuaca saat itu tidak panas, namun tubuh Yu Jian dibanjiri oleh keringat. Hanya dalam lima menit saja bajunya langsung basah karena menyerap keringat. Sementara itu Yu Jian masih diposisi yang sama sambil menatap botol dihadapannya.
***
Selama 6 jam Yu Jian berada di posisi yang sama tanpa merubah posisi sama sekali. Ia bahkan masih menatap botol pil dihadapannya. Kegelapan tengah melahapnya saat ini, melalui kedua telinganya ia mendengar teriakan yang tidak nyata. Di ruangan sunyi yang hanya terdapat Yu Jian tersebut dirasanya begitu ramai.
Tangannya yang memegangi botol berwarna putih itu berubah menjadi botol berwarna merah. Bukan warna botol pil yang berubah namun botol pil tersebut dilumuri oleh darah. Bau besi tercium dengan kuatnya di ruangan tersebut.
Perlahan Yu Jian merasakan adanya sentuhan-sentuhan tidak kasat mata yang menyentuh tubuhnya. Sentuhan itu begitu dingin sehingga membuat kulitmu terasa seperti membeku seketika saat mereka menyentuhmu bahkan hanya dengan satu jari.
Tubuh Yu Jian nampak digenggam oleh makhluk hitam berwujud manusia. Mereka menyelimuti Yu Jian dengan tubuh mereka yang membuatnya tidak merasakan apapun selain sesak nafas karena kulitnya sudah tidak bisa merasakan apapun lagi. Terdengar juga suara makhluk itu seperti penuh dengan kesakitan
“Sakit! Aku tidak sanggup lagi.”
“Semua salahmu!”
“Pembunuh!”
***
Sudah beberapa jam sejak Yu Jian berlatih tertutup di dalam. Diluar nampak Yi Wei yang khawatir tidak berhenti berjalan bolak-balik. Meski mengatakan pada Yu Jian kalau ia akan ada di ruangannya yang biasa namun Yi Wei tidak bisa berhenti khawatir.
Sekitar 5 jam yang lalu Yi Wei memutuskan berhenti melakukan penelitian racunnya karena pikirannya penuh dengan kekhawatiran akan Yu Jian yang tengah berlatih. Sudah berjam-jam Yi Wei memutuskan untuk berdiam di depan tempat tinggalnya sambil menunggu panggilan Yu Jian seandainya ia dalam masalah.
“Yu Jian… Apa ia benar-benar bisa melakukannya? Dia tidak mungkin mengalami penyimpangan Qi karena sudah lama tidak berlatih kan?”
Saat Yi Wei tengah berjalan bolak-balik sebanyak ratusan kali tampak dua orang mendatanginya. Salah satunya adalah seorang wanita yang tingginya berada di bagian telinga Yu Jian semetara yang lainnya adalah seorang pria yang tingginya setara dengan Yu Jian.
“Sebenarnya aku sudah berulang kali melihat dari kejauhan saat memberikan laporan ke sekte tentang misi kami yang baru saja selesai. Tapi ada apa denganmu?” tanya gadis itu.
“Benar, tidak biasanya kau berada diluar. Bahkan sampai buang-buang waktu berjalan tidak jelas seperti itu daripada meneliti racun.” ucap pria yang bersama dengan sang gadis.
“Oh Hao Chen, Li Jia. Kalian sudah kembali ke sekte.”
“Yup, kami baru saja menyelesaikan misi pemberian sekte.” ucap Hao Chen.
“Apakah kau gelisah karena menyembunyikan mayat di dalam rumahmu?” jawab gadis berama Li Jia.
“Mayat?” Yi Wei tidak paham.
“Bau darah tercium cukup jelas. Dua or- tidak kurasa bau darah seperti ini hanya bisa diciptakan dari darah satu orang saja. Kurasa kau tidak bisa menciumnya karena bau obat di tubuhmu cukup kuat.” balas Li Jia lagi.
Dari balik topengnya mata Yi Wei langsung membesar. Ia paham akan maksud dari Li Jia dan langsung mendobrak masuk kedalam rumahnya tanpa khawatir Yu Jian mungkin mengalami penyimpangan Qi karena meditasi Qi nya diganggu.
Kecurigaan Yi Wei yang muncul dari perkataan Li Jia terbukti benar. Di lantai nampak Yu Jian terbaring di lantai dengan genangan darah yang mengelilinginya. Nampak sebuah pisau kecil ditangan kanan Yu Jian serta luka cukup besar di perut dan pergelangan tangannya.
Yi Wei pun tidak buang-buang waktu dan langsung melihat kondisi Yu Jian itu. Nafas lemah Yu Jian masih Yi Wei rasakan saat mendekatkan tangannya ke hidung Yu Jian.
“Aku tidak boleh buang-buang waktu lagi. Li Jia! Hao Chen! Kemari dan bantu aku.” teriak Yi Wei.
“Ada a- Huwa…” Hao Chen tekejut.
“Bantu aku bawa Yu Jian ke tabib. Aku tidak mungkin bisa membawanya dengan tubuhku sendiri.” Yi Wei meminta tolong.
“Serahkan saja padaku. Meski ia sedikit lebih besar tapi aku cukup kuat untuk membawanya.” Li Jia yang memiliki kekuatan fisik paling kuat dari ketiganya menawarkan diri.
Hao Chen pun membantu untuk memposisikan tubuh Yu Jian di punggung Li Jia. Setelahnya ketiganya pun pergi menuju tabib pengobatan terbaik di sekte.
.