Level Up! Martial Technique

Level Up! Martial Technique
Ia Yang Dipanggil Crying Dragon [3]



Raut wajah tidak nyaman dan cara berjalan yang aneh. Yu Jian dan Hao Chen berjalan bersama setelah melakukan duel di arena latihan. Sekujur tubuh Yu Jian terasa kebas setelah menggunakan ‘Ikazuchi,’ sebuah teknik yang ia peroleh dari sistem setelah menyelesaikan misi masuk kedalam sekte.


Meski ia sudah melatih fisiknya selama lebih dari seminggu, namun efek latihan itu belum sepenuhnya cukup bagi Yu Jian untuk bisa menggunakan teknik yang ia dapatkan secara maksimal.


“Senior Hao Chen, kau ahli beladiri tingkat lanjut ya?” Yu Jian berusaha memulai percakapan.


“Begitulah, aku mempelajari dua teknik peringanan tubuh, dan dua teknik tombak. Juga tidak perlu gunakan senior, panggil saja Hao Chen.” usul Hao Chen.


“Baiklah kalau begitu.” Yu Jian mengiyakan.


Keduanya kembali ke kondisi diam. Hanya membiarkan suara burung yang entah sedang hinggap di pohon mana untuk memecah keheningan keduanya. Cuaca sedikit panas hari ini, semakin terik yang menandakan musim panas sedang dipuncaknya dan akan segera berganti musim.


[Zephyr]


Yu Jian mengirimkan sedikit sekali Qi miliknya. Memanggil beberapa awan untuk membentuk awan petir. Namun ia menurunkan intensitasnya sehingga Qi tersebut tidak mampu memanggil petir namun tetap membuat awan-awan itu tetap ada diatas tanpa berpencar lagi.


“Awannya berkumpul? Untunglah, hari ini jauh lebih panas dari hari-hari sebelumnya.” Hao Chen menyingkirkan keringat dari dahinya.


“Benar sekali, setidaknya komposisinya sudah benar dan tidak memanggil petir.” Yu Jian lega.


“Petir? Ini ulahmu?” Hao Chen berusaha memastikan.


“Sedikit eksperimen, walau jika terjadi sesuatu aku yakin ketua sekte dan para tetua pasti akan protes.”


Hao Chen menatap ke arah langit cukup lama. Melihat bagaimana awan-awan yang awalnya terpisah-pisah itu tiba-tiba berkumpul di atas Sekte Azure.


“Meski pengalamanmu kurang tapi kau punya kemampuan yang luar biasa ya? Teknik tingkat heaven, juga teknik tingkat master yang tadi kau gunakan saat duel.” puji Hao Chen sambil memandang langit.


“Ahu tidak bisa bilang diriku sepenuhnya luar biasa. Kirimkan beberapa ahli beladiri tingkat lanjut dan aku akan mati karena gaya bertarung yang masih canggung meski sudah dibekali teknik tingkat master dan heaven.” Yu Jian jujur.


“Teruslah merendah.” Hao Chen tetap memuji Yu Jian.


Yu Jian tidak mau menerima pujian itu karena sadar dirinya hanyalah pemilik teknik tingkat tinggi tanpa bisa menggunakannya sepenuhnya. Sama seperti menarik granat dengan gigi, yang tentunya akan merontokan gigimu. Bagai sesuatu yang memiliki daya hancur yang baik namun cara penggunaannya tidak efisien dan terkesan bodoh.


Dalam perjalanan bersama keduanya melewati beberapa orang. Nampak orang-orang itu memberikan salam pada Hao Chen dan begitu pula hao Chen yang menyapa balik. Tapi begitu sudah lewat mereka nampak berbisik seperti membicarakan Yu Jian dan hao Chen.


“Crying Dragon”


Secara tidak sengaja Yu Jian mendengar hal itu dari mulut salah satu orang yang lewat. Ia kemudian teringat saat dimana ia dihentikan oleh beberapa orang saat tengah berlatih yang mengatakan dirinya ‘Crying Dragon’.


“Omong-omong, Hao Chen. Aku mau tanya. Apa maksudnya dengan ‘Crying Dragon” itu?” Yu Jian berusaha mencari tahu.


“Apa? Oh… Itu julukan yang diberikan beberapa orang di saat kau diterima di sekte. Enaknya ya, memiliki julukan bela diri. Terlebih Dragon? Kau mungkin orang termuda yang mendapatkan julukan itu.” Hao Chen iri sambil meletakan kedua tangannya dibelakang kepalanya.


“Siapa yang memberikan julukan itu? Lagipula kalau memang julukan ‘Dragon’ sepenting itu pasti ada orang yang menentangnya. Aku merasa tidak pantas dengan julukan itu. Aku juga yakin jika ‘Crying’ itu muncul karena aku menangis hari itu kan?”


Yu Jian mengetahui kalau julukan ‘Dragon’ merupakan julukan yang diberikan pada ahli beladiri yang terkenal dan memiliki pengaruh di dunia. Salah satunya adalah master Zhang yang memiliki gelar ‘Venom Dragon’ dan menjadi salah satu pilar di dunia racun.


“Memang kau masih orang baru di dunia beladiri. Tapi tidak bisa dipungkiri kau memiliki potensi. Bahkan beberapa tetua tidak masalah dan justru bangga ada ‘Dragon’ yang baru lahir di sekte.” balas Hao Chen.


“Nama itu terlalu berat untuk aku tanggung sekarang. Lagipula aku tidak berencana menjadi sekuat orang-orang yang saat ini memiliki gelar ‘Dragon.’” Yu Jian menolak


“Lalu apa tujuanmu?” tanya Hao Chen


“Aku…”


Di depan keduanya terlihat Yi Wei yang nampak tengah membawa beberapa barang yang cukup berat. Yu Jian segera menghampirinya dan membantunya membawa beberapa barang yang berat.


“Apa ini?” tanya Yu Jian pada Yi Wei.


Yu Jian meninggalkan begitu saja Hao Chen yang sedang bertanya padanya dan mendatangi Yi Wei. Hao Chen hanya menatap punggung Yu Jian dari belakang dengan ekspresi yang tiba-tiba terlihat cerah. Hao Chen ingat bahwa tubuh Yu Jian yang beberapa waktu yang lalu kelelahan dan terasa begitu kebas mendadak menghilang begitu saja saat Yu Jian melihat Yi Wei.


“Yi Wei ya… Jadi begitu, kurasa Qilin lebih cocok dengan ambisimu.” Hao Chen berbicara pada dirinya sendiri.


Hao Chen berjalan mendekati Yu Jian dan Yi Wei. Menyadari keberadaan Hao Chen, Yi Wei pun juga berjalan menghampirinya.


“Perlu bantuan lagi?” Hao Chen mengajukan diri.


“Tidak perlu, Yu Jian sudah membantuku. Tapi apa yang kalian lakukan?” Yi Wei memiringkan kepalanya.


“Kami baru saja melakukan sparing, duel kecil-kecilan untuk melihat kemampuanku.” jelas Yu Jian.


“Bagaimana hasilnya?” tanya Yi Wei lagi


“Bagaimana menurutmu? Apa kau pikir aku bahkan bisa menang dengan kemampuanku?” Yu Jian sedikit kesal.


Yi Wei hanya bisa tersenyum kecil. Hao Chen melihat ada yang berbeda dari Yi Wei jika dibandingkan dengan hari-harinya yang biasanya. Saat bolak-balik melihat Yu Jian dan Yi Wei ia tahu alasannya.


“Oh iya, Yu Jian. Kau tahu kalau Hao Chen ini termasuk orang yang membantumu hari itu?” ungkit Yi Wei.


“Hao Chen? Aku tidak tahu, kenapa kau tidak memberitahuku?” tanya Yu Jian pada Hao Chen.


“Aku cuma tidak mau mengungkitnya. Itu terlihat seperti topik sensitif.” jelas Hao Chen


“Jika itu alasanmu… Ya sudah lah, bagaimanapun aku berterima kasih atas bantuanmu hari itu.” Yu Jian menundukan sedikit kepalanya sebagai rasa hormat.”


“Tidak masalah, kalau begitu aku pergi terlebih dahulu. Sampai bertemu lagi, aku ada di tempat latihan jika kau mau duel lagi besok.”


“Baiklah, aku pasti akan datang besok.”


Hao Chen meninggalkan Yi Wei dan Yu Jian berdua saja. Mereka pun berjalan kembali ke tempat tinggalnya sambil membawa barang-barang itu.


***


“Aduh!” Yu Jian merasakan sakit


“Kalau tubuhmu sakit dan kebas seperti itu karena duel, tidak seharusnya kau membantuku membawa barang-barang itu.” Yi Wei mengeluh sambil memberikan pertolongan pertama pada tubuh Yu Jian yang kram dimana-mana.


“Tidak mungkin buatku membiarkanmu membawa semua itu sendiri, apalagi sampai kemari itu harus melewati jalan setapak cukup banyak. Omong-omong, bisa kau sampaikan pada Hao Chen besok kalau aku tidak bisa datang. Aku rasa sakitnya tidak akan hilang sampai beberapa hari kedepan.” pinta Yu Jian


“Baiklah akan aku sampaikan.” Yi Wei hanya bisa mengiyakan.


***


Keesokan harinya di arena latihan sekte. Hao Chen yang sudah mendapatkan kabar kalau Yu Jian tidak bisa datang sedikit merasa kecewa dan melakukan duel dengan mereka yang mau menerima ajakannya.


“Kau benar-benar hebat Hao Chen, meski aku berpikir kau masih menahan diri. Tidak seperti duel mu semalam” puji seseorang


“Ya begitulah, tapi Yu Jian cukup kuat walau pengalamannya belum seberapa. Benar-benar seperti Qilin.” puji Hao Chen


“Qilin?” orang itu bingung.


“Ya, aku pikir julukan Qilin lebih cocok untuk orang seperti Yu Jian yang memiliki kekuatan besar.”


“Jika Hao Chen berkata seperti itu maka biarlah itu benar.”


Sejak hari itu Yu Jian memperoleh julukan yang lebih baik dan cocok dengannya sebagai ‘Qilin’ jika dibandingkan dengan ‘Crying Dragon’ yang terlalu luar biasa dan justru terdengar seperti mengejeknya karena penggunaan ‘Crying’ pada julukannya.