
“Sudah kuduga kau memahaminya tetua Xian De.Jumlah Qi miliknya sedikit karena ia sudah berhenti berlatih, tapi kau akan terkejut dengan kualitas Qi miliknya.” ucap master Zhang.
Orang yang disebut tetua Xian De itu datang mendekati Yu Jian. Ia meraih tangan Yujian dan mengalirkan sedikit Qi miliknya. Qi itu mengalir melewati jalur Qi Ji Yuan yang kering dan menyempit karena tidak dialiri Qi dalam waktu lama meski sudah terbentuk sejak lama.
“Nak, kapan terakhir kali kau berlatih? Berdasarkan yang aku dengar dari Zhang Feng kau pernah berlatih bela diri, namun berhenti.” tanya tetua Xian De
“Aku mulai berlatih di usia 5 tahun dan berhenti di usia 8 tahun atau mendekati usia 9 tahun.” balas Yu Jian
“Hmmm… Kepala sekte, aku tidak bisa menyangkal jika Zhang Feng mengatakan ia menemukan sesuatu yang menarik. Memang jumlah Qi miliknya sedikit karena ia sudah lama tidak menyerap Qi baik itu dari alam atau pil. Tetapi kualitas Qi miliknya bisa aku bilang yang terbaik dari anak seusianya.” puji tetua Xian De
Ketua sekte nampak mengerutkan dahi dan bertanya-tanya kenapa kedua tetua sektenya begitu menjunjung seorang anak yang pernah berhenti berlatih bela diri. Ia mengengentakan jarinya berulang kali ke kursi miliknya sambil melihat baik-baik Yu Jian sambil berusaha menemukan kelebihan selain daripada kualitas Qi miliknya.
Ia bangun dari kursinya dan berjalan mendekati Yu Jian, mengelilinginya seperti berusaha menemukan hal yang dimaksud oleh kedua tetua sektenya itu. Disisi lain Yu Jian nampak tidak nyaman karena ini adalah kedua kalinya ia diperhatikan begitu tajam bagai ditatap sebagai barang langka oleh seorang ahli barang langka.
“Kuberikan nilai 0” kata tetua Xian De
“Inilah kenapa kau hanya berguna sebagai ketua sekte saja nak Hao Guanting. Kau tidak memiliki bakat untuk mengajar atau melihat bakat orang.” lanjut master Zhang.
“Tutup mulut kalian dua orang tua bau tanah, lalu tetua Zhang. Nampaknya kau sudah mulai berani memanggil namaku karena pernah menjadi guruku.” kesal ketua sekte.
Ketiganya nampak saling berdebat seperti sedang mengingat masa lalu. Lalu master Zhang meraih lengan ketua sekte yang bernama Hao Guanting dan meletakkannya ke lengan Yu Jian.
“Ini… Dia berlatih di usia 5 hingga 8 tahun. Hanya berlatih selama kurang lebih 3 tahun secara otodidak bagaimana ia bisa memiliki Qi sekuat dan setajam ini?”
“Apa maksud kalian sebenarnya.”
Sejak usia 5 tahun Yu Jian berlatih dengan bantuan sistem miliknya. Pada dasarnya ia hanya menyelesaikan misi dan sistem memberikannya beberapa kemampuan. Namun sistem hanya memberikan kemampuan dari menyelesaikan misi saja. Sehingga Yu Jian tidak benar-benar paham hal-hal teknis maupun istilah dunia bela diri yang tidak ia ketahui karena tidak tertulis di deskripsi skill.
Master Zhang menjelaskan kalau Qi merupakan energi yang berasal dari dalam tubuh setelah menyerap energi alam. Kualitas Qi akan menentukan seberapa kuat dan efektif teknik yang digunakan seseorang. Semakin kuat Qi yang dimiliki seseorang maka semakin besar dampak yang diberikan saat menggunakan teknik.
“Qi milikmu sendiri memiliki kualitas yang luar biasa. Setidaknya dengan teknik yang sama, kamu bisa memberikan efek beberapa kali lipat lebih besar dari kebanyakan orang.” jelas tetua Xian De.
“Meski luar biasa namun kita adalah salah satu dari lima sekte terkuat. Kita tidak kekurangan bakat sama sekali, lagipula kualitas Qi yang bagus tidak menjamin keberhasilannya di masa depan. Jika ia ingin bergabung maka tunjukan dengan hasil nyata, oleh karena itu aku akan berikan pengecualian kali ini meski kuota penerimaan murid sudah ditutup. Dua minggu lagi, buktikan nilaimu di hari terbentuknya sekte. Tetua Zhang, untuk saat ini aku serahkan dia padamu.” tegas ketua sekte.
Setelah mengatakan itu ketua sekte berjalan keluar dengan senyum kecil di wajahnya seperti orang yang tidak sabar dengan kejutan yang Yu Jian akan berikan padanya. Tetua Zian De juga nampak bersemangat dan berjalan keluar seperti ketua sekte.
“Ayo kita pulang ke tempatku.” kata master Zhang.
Sambil merangkul Yu Jian ketiganya berjalan kembali ke kediaman master Zhang di sekte. Itu merupakan kediaman yang tidak besar, namun tempat yang indah dengan berbagai tanaman indah menghiasi. Yu Jian yang terpesona pun mendekati salah satu bunga dan mengendusinya.
“Jangan mencium baunya terlalu lama jika kau tidak mau muntah darah.” kata Yi Wei
“Hah? Ini beracun?” Yu Jian menjauhi bunga itu.
“Hah?!”
Yi Wei meletakan barang-barang yang dititipkan master Zhang kepadanya selama di jalan. Ia mengeluarkan berbagai macam oleh-oleh yang mereka beli selama tinggal di kota Ji Yuan seperti baju dan sepatu.
“Tapi master, apakah kau akan membiarkan Yu Jian tinggal disini? Aku mungkin tahan karena punya fisik racun dan kekebalan 100 racun, tapi jika Ji Yuan tinggal disini selama dua minggu dia pasti akan mati terlebih dahulu.” tanya Yi Wei.
“Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak punya tempat lain dan ketua sekte sudah terlanjur menunjukku sebagai pengawasnya.” keluh master Zhang seperti remaja yang kesal.
“Kurasa tidak ada pilihan lain, Yu Jian kau akan tinggal denganku selama dua minggu kedepan.”
Saat Yi Wei mengatakan itu Yu Jian nampak melihat bunga itu lagi sambil menutupi hidungnya dan bertanya-tanya dalam dirinya bagaimana bunga itu bisa membuat seseorang muntah darah.
“Kau dengar atau tidak?”
“Eh, apa?” Yu Jian tersadar.
“Kau akan tinggal bersamaku untuk dua minggu kedepan. Kalau kau tinggal dengan master kau bisa-bisa mati keracunan karena terlalu banyak bunga racun disini yang menyebarkan racunnya lewat udara.” Yi Wei menjelaskan ulang sambil menghela nafas
“A-Aku dengan Yi Wei? Tinggal bersama?”
“Iya, di samping rumahku ada tempat penelitian racunku. Sebagian besar waktu aku habiskan di ruang penelitian itu jadi kau bisa gunakan rumahku terlebih dahulu.”
Yu Jian merasa itu bukan keputusan yang baik bagi seorang pria dan wanita tinggal satu atap bersama. Akan tetapi Yi Wei nampak tidak terganggu karena dirinyalah yang mengusulkan hal tersebut. Ditambah keduanya tidak benar-benar tinggal satu atap karena Yi Wei lebih banyak bekerja meneliti racun di tempat lain.
“Ya- Ya kupikir itu bukan masalah daripada aku harus mati perlahan karena racun di udara.” Yu Jian akhirnya mengiyakan ajakan Yi Wei.
“Baiklah kalau begitu. Master kami kembali ke tempatku terlebih dahulu.”
“Kalau begitu sekarang aku serahkan Yu Jian padamu. Bantu dia sedikit dengan masalahnya dan bela diri.”
Yi Wei melirik ke arah Ji Yuan yang sedang mempersiapkan tasnya. Ia tidak bertanya lebih lanjut akan masalah yang Yu Jian miliki dan membiarkan Yu Jian untuk beradaptasi dengan dunia yang sudah lama ia tinggalkan.
_______
Tentang Qi dan Teknik:
“Qi dan teknik merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Saat menggunakan teknik bela diri, ahli bela diri akan menggunakan Qi nya untuk memperkuat teknik bela diri tersebut. Jumlah Qi yang dibutuhkan setiap ranahnya akan meningkat. Semakin tinggi tingkatan teknik bela diri maka semakin besar konsumsi Qi yang dibutuhkan. Meski Yu Jian memiliki Qi dengan kualitas yang bagus ia akan tetap kalah dari mereka yang memiliki Qi banyak. Oleh sebab itu kuantitas Qi berada diatas kualitas Qi dalam cerita ini.”
-Hao Guanting-
Ketua Sekte Azure saat ini