Level Up! Martial Technique

Level Up! Martial Technique
Ia Yang Kini Dipanggil Qilin [5]



Yu Jian berjalan melewati lorong yang sudah ia sering lewati. Beberapa saat yang lalu ia menerima transmisi suara dari master Zhang yang memintanya menuju aula utama. Di Tiap sisinya nampak barang-barang penting seperti lukisan dan vas bunga yang nampak mahal. Diujung lorong itu nampak sebuah pintu cukup besar berwarna merah gelap. Yu Jian membuka pintu itu perlahan.


“Murid kelas spesial Yu Jian menyapa ketua sekte dan para tetua.” Yu Jian membungkuk.


Seperti biasanya tempat itu dipenuhi oleh para master dan grandmaster beladiri. Beberapa nampak sudah sangat tua dan beberapa nampak pada usia empat puluh hingga lima puluh tahunan.


“Yu Jian, kami baru saja selesai melaksanakan rapat bulanan kami. Saat tengah rapat tetua Zhang mengatakan kalau kau sudah mencapai ranah master?” tanya ketua sekte.


“Menjawab pertanyaan ketua sekte, itu benar. Sekitar dua hari yang lalu saya sudah menyelesaikan pelatihan saya terhadap ranah pemula dan Qi. Untuk tingkat lanjut, saya sudah menguasai empat teknik beladiri secara sempurna. Sedangkan di ranah master saya sudah mempelajari tiga teknik beladiri dan satu teknik saya modifikasi menjadi teknik tingkat master.” jelas Yu Jian.


Yu Jian tidak sengaja melirik ke arah masternya. Nampak wajah sombong dan bangga dari master Zhang saat Yu Jian menyampaikan keberhasilannya. Jika diperhatikan lebih detail nampak juga hidung dari amster Zhang yang seperti kebang kempis itu membuat Yu Jian merasa kesal.


“Buhahaha… Lihat itu tetua Xian De, muridku lebih berbakat dari milikmu. Aku ingat kau sangat membanggakan Li Jia itu, namun sekarang Yu Jian ku sudah melampauinya!”


“Menepis pernyataan master Meski aku ada di ranah master saat ini, aku masih belum bisa mengalahkan Li Jia.” bantah Yu Jian.


“Hah?!” masternya tidak percaya.


“Secara tingkat aku memang lebih unggul, namun aku ini praktisi beladiri tubuh dan Li Jia praktisi pedang. Sejak awal di tingkat yang sama aku sudah tidak diuntungkan melawan praktisi pedang. Jika diukur dalam persen Li Jia juga ada dalam potensi 135% sebagai seorang ahli pedang tingkat lanjut, sedangkan aku hanya ada di potensi 105%-110% potensiku sebagai ahli fisik tingkat lanjut.”


“Persen? Apa itu? Juga, bukankah kau ada di ranah master bukan sekarang? Seharusnya kau bisa mengalahkan Li Jia” tetua Xian De tertarik dengan penilaian Yu Jian.


“Um… Persen itu perhitungan matematika buatanku. Jika dilihat diatas kertas, aku yang sudah berada di tahap master memiliki kemampuan diatas Li Jia, tentu saat menggunakan beladiri master aku lebih unggul. Tapi Li Jia sendiri memiliki kemampuan yang bisa menutupi itu. Insting liarnya dalam memprediksi dan merespon serangan yang datang, kekuatan fisik mentahnya, juga stamina nya yang seperti monster. Disisi lain untuk menghadapi semua itu aku dirugikan dari segi beladiri dan jumlah Qi yang kumiliki. Dalam pertarungan baik aku dan Li Jia tidak bisa mengalahkan satu sama lainnya, tapi jika berpacu dengan waktu maka aku yang kalah. Bagaimanapun kolam Qi ku hanya bisa menampung setengah dari jumlah Qi ahli seusiaku.”


Wajah master Zhang nampak langsung berubah menjadi kesal karena aksinya menyombongkan muridnya digagalkan oleh muridnya sendiri. Senyum di wajahnya langsung pudar sementara kini Yu Jian yang tersenyum meski dirinya harus menjatuhkan posisinya di bawah Li Jia.


“Jujur dan merendah sekali. Yu Jian, jika kami boleh tahu apa saja yang sudah kamu pelajari sejauh ini? Tentu saja tidak masalah jika kau tidak mau memberitahunya.” ucap tetua Xian De.


“Bagaimana bisa aku menolak permintaan seorang tetua.” Yu Jian merendah lagi.


“Bocah sialan, kau berulang kali tidak menjawab permintaanku!”


Yu Jian pun menjelaskan teknik-teknik beladiri yang sudah ia kuasai sampai sekarang. Teknik-teknik tingkat lanjut seperti peringanan tubuh, belati, taekwondo dan karate yang disamarkan sebagai teknik yang tidak sengaja ditemukan.


“Untuk teknik tingkat master aku memiliki teknik untuk memperkuat fisikku dengan menyelimutinya Qi petir. Atas seni beladiri pemberian master aku menguasai teknik transfer QI, lalu teknik modifikasi peringanan tubuh saya yang dikombinasikan dengan Qi petir. Aku juga membuat teknik yang mampu mempercepat pengelihatanku.”


“Menciptakan teknik! Coba kau jelaskan lebih lanjut.” ketua sekte terkejut.


“Dalam tubuh manusia init terdiri dari saraf yang pusat perintah geraknya ada pada otak. Untuk memberikan perintah otak akan mengalirkan sinyal listrik, jadi aku memanfaatkan konsep ini. Sebagai pemilik perubahan bentuk Qi petir aku memanipulasi gerak sinyal listrik di area saraf otak dan mataku sehingga mataku bisa mengirimkan informasi lebih cepat dan aku meresponnya dengan lebih cepat lagi.” jelas Yu Jian.


Seperti biasa tidak ada yang merespon Yu Jian saat ia menjelaskan teknik bela dirinya. Tidak banyak orang yang paham akan konsep yang Yu Jian bawa dari dunia masa depan itu.


“Sinyal listrik pada tubuh manusia? Ini menarik untuk aku teliti.” kata tetua Wu yang merupakan ahli medis sekte.


“Sepertinya ini terlalu sulit untuk kita pahami. Aku punya ide, bagaimana jika kita biarkan Yu Jian coba lakukan eksperimen pada murid spesial lainnya agar bisa menggunakan metode yang sama dengannya?”


[Misi Dibuat]


[Latih Beberapa Murid Kelas Spesial Teori Beladiri Anda]


[Hadiah: Teknik Tingkat master]


[Durasi: 15 Jam]


Yu Jian tidak menyangka kalau ia akan memperoleh misi baru lagi setelah beberapa minggu sistem terdiam saja. Terlebih hadiah yang diberikan cukup menggiurkan bagi Yu Jian.


“Serahkan saja padaku, ketua sekte. Aku akan berusaha yang terbaik sehingga mereka bisa menerapkan cara yang sama sepertiku.”


Setelah itu Yu Jian pergi menuju arena latihan. Ia mengirimkan transmisi suara Qi miliknya ke Li Jia, Hao Chen, dan Yi Wei.