
Yu Jian mengepalkan dengan erat pukulannya. Ia memperkuat kuda-kuda yang menjadi fondasi pertahanannya, tatapannya dengan tajam melihat kearah depan. Disisi lain Li Jia mendatangi Yu Jian dengan pedang kayu seakan-akan masih disarungkan di samping pinggangnya. Ia merendahkan tubuhnya sedekat mungkin dengan tanah untuk mencapai kecepatan tertinggi dalam satu lompatan.
Lompatan Li Jia meninggalkan retakan di tanah yang ia pijak. Saat ia hampir mencapai Yu Jian, Li Jia menarik keluar pedang kayu dari samping tubuhnya kerah atas. Dalam sepersekian detik itu Yu Jian berhasil menghindari pedang itu hanya dengan berjarak beberapa milimeter saja dari matanya. Yu Jian kemudian memutar tubuhnya dan memberikan tendangan ke arah Li Jia.
“Sial!” ucap Li Jia
Tendangan itu mematahkan pedang kayu yang sudah Li Jia perkuat dengan Qi miliknya sehingga lebih kuat. Untuk mengalahkan Li Jia Yu Jian memaksa Li Jia masuk ke wilayah keahliannya.
Pukulan kuat menghantam tangan Li Jia yang tengah berusaha melindungi kepalanya. Tanpa memberikan kesempatan pada Li Jia, Yu Jian mendekati Li Jia lalu memberikan tendangan rendah untuk mengganggu keseimbangannya. Saat hendak terjatuh Li Jia mengubah titik gravitasinya dan dengan tangan ia mendorong tubuhnya menjauh.
“Baiklah! Sudah cukup sampai sini saja!” Hao Chen memberikan tanda dari luar arena.
Yu Jian dal Li Jia sama-sama menyingkirkan keringat diwajah mereka dengan baju milik masing-masing.
“Hentikan kebiasaan itu, itu membuat nodanya sulit dihilangkan.” protes Hao Chen.
“Kita ini ahli beladiri, kotor tidak mungkin hilang dari baju kita. Kan Yu Jian?” Li Jia melirik Yu Jian.
“Aku setuju dengan Li Jia. Bukankah baju kotor menjadi salah satu resiko seorang ahli beladiri?” Yu Jian mengangguk.
“Tetap saja itu-”
Omongan Hao Chen terpotong saat beberapa murid beladiri yang menonton pertarungan Yu Jian dan Li Jia pingsan di tempat. Mulut semua orang yang pingsan nampak berbusa seakan-akan telah diracuni.
“Hei bertahanlah! Ada apa ini?” Hao Chen merangkul salah satu orang yang pingsan.
Samar-samar Yu Jian, Hao Chen, dan Li Jia mendengar suara bisikan. Bisikan itu datang dari arah jalan setapak yang menjadi pintu masuk untuk mencapai arena latihan. Saat ketiganya melihat arah itu nampak Yi Wei dengan rambut panjang kusut kemana-mana sambil menggenggam penyiram tanama.
“Hei… Bukankah kemarin adalah giliranmu menyiram tanaman? Lalu kenapa hari ini tanamanku mati. Hei… Bukankah sudah kubilang kalau tanaman ku itu harus disirami setiap hari atau akan mati. Bukankah kau bilang kau mau membantuku? Kenapa sekarang kau mempersulitku? Semua itu adalah tanaman yang aku kembangkan susah payah. Hey…”
Yi Wei datang dengan suara yang serak. Qi racun miliknya merembes keluar karena terlalu emosi. Karena karakteristik Qi racun yang berbeda dari Qi pada umumnya membuatnya bisa meracuni udara disekitarnya.
“Yi Wei! Apa tubuhmu baik-baik saj?! Qi racun sebanyak ini pasti membuatmu sa-” Yu Jian menghampiri Yi Wei sambil menyentuh tangannya.
Datang dengan keadaan khawatir, Yu Jian mendapati wajahnya dipukul Yi Wei menggunakan penyiram tanaman. Tidak berhenti sampai situ saja, Yi Wei berulang kali mengayunkan benda itu sehingga Yu Jian melompat kembali ke arena.
“Jangan kabur.” dari balik topengnya Yi Wei menunjukan tatapan tajam.
“Tenang dulu Yi WEi, Qi milikmu sedang kelaur banyak saat ini. Ini bisa berbahaya bagi semua orang.” Hao Chen berusaha menenangkan Yi Wei.
“Tidak berbahaya bagi Yu Jian.” Yi Wei mengarahkan penyiram itu ke Yu Jian.
“Hao Chen lindungi aku.” Yu Jian berusaha berlindung ke Hao Chen.
“Aku masih mau hidup.” balas Hao Chen.
“Kalau begitu aku saja. Aku selalu ingin bertarung dengan Yi Wei.”
Li Jia berjalan mendatangi Yi Wei, namun langkahnya terhenti karena Yu Jian menarik rambut Li Jia kearahnya kemudian menahan tangannya.
“Tidak boleh! Siapapun selain kau!”
Saat Yu Jian berusaha sekuat tenaga menahan tangan Li Jia agar tidak mendekati Yi Wei. tapi beberapa detik kemudian Li Jia seperti kehilangan tenaganya dan jatuh dan dipeluk oleh Yu Jian sebelum menyentuh lantai.
“Li Jia kau ken- Hah?” Hao Chen terkejut.
Mulut Li Jia nampak mengeluarkan busa. Ia terkena aura Qi racun milik Yi Wei yang secara tidak sengaja menempel pada tangan Yu Jian.
“Kau pasti bercanda, itu bahkan bukan sentuhan langsung.” Yu Jian terkejut.
Sebelum Yu Jian sempat berkata apa-apa lagi pandangannya sudah ditutupi oleh penyiram tanaman yang dengan kerasnya menghantam wajahnya.
***
“Perutku merasa mual.” Li Jia lemas.
Sambil membaringkan kepalanya di pangkuan Yu Jian, Li Jia merasa sekitarnya seperti berputar-putar. Sementara itu Yu Jian memegangi tangan Yi Wei dan Li Jia untuk menyalurkan Qi miliknya untuk menekan Qi racun Yi Wei yang sedang naik dan menyingkirkan Qi racun dari Li Jia.
Dibelakang Yu Jian nampak Hao Chen yang sejak tadi sibuk bolak-balik arena ke tempat dokter sekte untuk mengobati orang-orang yang keracunan. Qi milik Yu Jian tidak cukup banyak untuk bisa menyembuhkan semua orang.
“Jadi, kenapa kau memanggil kami kemari?” Yi Wei sudah tenang.
“Ketua sekte tahu kalau aku sudah mencapai ranah master. Saat ia tahu aku memiliki bakat aneh dalam beladiri ia memintaku untuk menguji cobakan pada kalian apakah akan memiliki efek yang sama.” jelas Yu Jian.
Ia tanpa henti mengalirkan Qi miliknya pada Li Jia dan Yi Wei. Kini Qi miliknya hanya tersisa seperempatnya saja membuatnya tidak yakin apakah ia bisa mengajari mereka begitu selesai dengan Yi Wei dan Li Jia.
“Begitukah? Menarik juga, kapan kita mulai?” Hao Chen penasaran.
“Kurasa kita bisa mulai sekarang. Sebelum itu, kenapa kau disini?” Yu Jian melirik tamu yang tidak ia undang.
“Aku? Jangan hiraukan aku, aku hanya mau melihatmu mengajar.” Li Yating duduk disebelah Yu Jian.
“Darimana kau tahu informasi itu?”
“Aku tidak sengaja mendengar percakapan masterku. Jadi aku kemari untuk bergabung.” balasnya sambil menyilangkan tangan di dadanya.
Yu Jian menatap langit seperti sedang memikirkan sesuatu yang dalam. Yu Jian hanya bisa memiringkan kepalanya sambil menjitak kepala Li Jia untuk segera bangun dari pangkuannya.
“Sekitar setengah alasannya kurasa. Ya bagaimanapun mengetahui cara kerja beladiri mu cukup menarik.” balas Li Yating.
“Apa maksudnya setengah? Lagipula kenapa bawa-bawa aku?” Yi Wei penasaran.
Yu Jian berbalik memiringkan kepalanya sambil menatap Yi Wei. Ia bahkan berbalik menatap Li Yating. Li Yating hanya bisa menganggukan kepala sambil memasang ekspresi datar.
“Ini adalah rahasia lelaki.” jawab Li Yating.
Rahasia? Semua orang bahkan tahu kau punya perasaan pada Yi Wei.
Meski memikirkan dan mengetahui hal itu dalam hati, Yu Jian merasa sesak seakan-akan ada sesuatu yang membuatnya merasa tidak nyaman. Pada akhirnya Yu Jian berusaha mengabaikan itu dan segera mulai mengajari teman-temannya itu.
Yu Jian mengajarkan caranya mengatur kolam Qi pada Yi Wei sehingga dirinya bisa mengatur Qi racunnya. Untuk Li Jia dan Hao Chen yang memiliki lebih dari satu teknik peringanan tubuh diberikan cara Yu Jian memodifikasi teknik tersebut. Sementara untuk tamu tak diundang Li Yating, Yu Jian mengajarinya teknik aliran Qi satu bagian tubuh karena memiliki satu teknik penguatan Qi.
“teknik aliran Qi satu bagian tubuh? Aku tidak pernah melihatmu menggunakannya.” tanya Yi Wei.
“Aku hanya beberapa kali saja menggunakannya. Teknik aliran Qi satu bagian tubuh aku temukan saat masih kesulitan menggunakan ikazuchi. Jadi untuk menekan efek samping yang membuat tubuhku sakit dan kebas, aku hanya menggunakan teknik itu di satu bagian tubuh yang ingin digunakan untuk menyerang atau bergerak cepat saja.” jelas Yu Jian
Yu Jian pun mempraktekkan beberapa caranya langsung kepada mereka. Dengan Qi yang sudah ia pulihkan sedikit berkat Li Yating, Yu Jian menjelaskan dengan seksama. Namun semua orang nampak memiringkan kepala, menggaruknya, bahkan memutuskan untuk tidur. Setelahnya Yu Jian pun memutuskan untuk menyerahkannya pada mereka untuk mempraktekkannya secara langsung.
Jam demi jam telah berlalu. Matahari yang ada diatas kepala sebelumnya kini sudah terbenam. Bulan berada tepat diatas kepala, dan kegelapan malam melahap lembah. Disana hanya diterangi oleh beberapa lilin dan cahaya bulan, dinginnya sekte di malam hari cukup menusuk kulit mereka yang terjaga diluar, terutama Li Jia dan pakaiannya. Hao Chen pun memutuskan untuk menggunakan jubah yang ia bawa sebelumnya untuk Li Jia.
Setelah sekian lama semua orang nampak terkapar di tanah, kecuali Yi Wei yang memutuskan untuk berjalan di arena karena lelah bermeditasi.
“Yu Jian, aku ingin bertanya.” Yi Wei mendekati Yu Jian.
“Apa itu?” Yu Jian berbalik.
“Apa itu Ning... Ning... Ning...?” tanya Yi Wei.
“Aku juga mau tanya. Apa itu Wis... Wus... Shing...?” tanya Hao Chen sambil membelai kepala Li Jia yang tertidur di pangkuannya.
“Kalau begitu aku juga bergabung. Apa itu Trzzt.... Trzzt...? Apakah itu penjelasanmu terhadap sensasi Qi atau petir yang biasanya mengitari mu?” Li Yating ikut bertanya.
“...”
Yu Jian tidak menjawab pertanyaan mereka. Ia mengingat kembali bagaimana ia menjelaskan teknik yang ia gunakan pada mereka. Ia merasa bahwa penjelasannya sudah cukup rinci dan jelas. Meski begitu, dari hasil yang diperoleh oleh ketiganya berbanding terbalik dengan perkiraan awal.
[Misi]
[Latih Beberapa Murid Kelas Spesial Teori Beladiri Anda]
[Hadiah: Teknik Tingkat master]
[Durasi Tersisa: 37 Menit]
[Status: Gagal]
Hah? Bukankah aku masih ada waktu sampai tengah malam? Bagaimana aku bisa dinyatakan gagal saat sistem sendiri mengatakan aku masih memiliki 37 menit?! Yu Jian kesal dalam hatinya.
[Misi Gagal]
[Pengguna Tidak Memiliki Bakat Dalam Menjelaskan Sesuatu]
“Oke pada titik ini aku merasa aku adalah makhluk yang tidak berbakat mengajari orang lain” Yu Jian pasrah menerima kondisinya.
“Jadi kita boleh kembali?” Li Yating bertanya dengan nada kesal.
“Aku persilahkan kepada para seniorku yang ingin kembali ke tempatnya.”
Pada akhirnya Yu Jian gagal memperoleh teknik baru dan mengajari teman-temannya tekniknya. Semuanya memilih kembali ke tempatnya masing-masing sementara Hao Chen harus mengantar Li Jia yang masih tertidur seperti orang mati.
***
“Bagaimana latihan bersama dengan Yu Jian?” tanya ketua sekte.
“Aku tidak bergabung dengan mereka, hanya memantau dari kejauhan saja. Setidaknya aku memantau sampai dimana Yui Jian menjelaskan tekniknya.” balas Xian Yu
“Sayang sekali kalau begitu, kupikir kau akan bisa mempelajari hal baru.”
Ketua sekte berjalan ke arah jendela sambil menatap ke bawah lembah sekte yang ia pimpin. Nampak beberapa lampu dari lilin menghiasi lembah sekte seperti beberapa bintang yang menghiasi luasnya langit malam.
“Sayang sekali itu mustahil. Yu Jian, aku akui ia sangat berbakat. Saking berbakatnya ia memiliki cara menjelaskan yang hanya diketahui orang tertentu saja.” jelas Xian Yu.
“Apa yang kau katakan ini… berada di ranah bagus atau buruk?” ketua sekte penasaran.
“Buruk, sangat buruk. Sampai di tahap dimana aku merasa tidak ada seorang pun didunia ini yang akan paham maksud dari wush… ning… dan trrrz…” Xian Yu tersenyum kecil.
“Begitukah? Setidaknya ia sudah mencoba. Kurasa aku akan memanggilnya besok, kau boleh kembali sekarang.” ketua sekte mengizinkan Xian Yu kembali
“Baik master.” Xian Yu meninggalkan ruangan.