
_______
Menjadi ahli beladiri fisik mungkin adalah salah satu hal paling berat didunia ini. Para pelatihan fisik akan dihadapkan posisi yang merugikan melawan ahli beladiri yang menggunakan senjata seperti tombak dan pedang. Kesulitan ini juga dirasakan oleh Yu Jian sebagai ahli beladiri fisik.
“Terus… Kau ingin menjalani misi pertamamu seperti itu?” ucap Yi Wei.
Yi Wei melihat Yu Jian dari atas ke bawah. Hanya menggunakan pakaian berwarna hitam dan tas yang nantinya diisikan berbagai keperluan selama misi pertamanya. Malam ini adalah malam persiapan sebelum Yu Jian, Yi Wei, dan Li Jia pergi untuk melakukan misi bersama.
“Memangnya apa lagi yang perlu aku persiapkan?” Yu Jian melihat tubuhnya sambil mencari letak kesalahannya.
“Kita akan membunuh divine beast imoogi loh. Apa yang mau kau lakukan saat melawan ular raksasa itu? Menghajarnya dengan tinjumu?” Yi Wei menggelengkan kepalanya.
“Lalu apa lagi yang harus aku lakukan? Aku seorang ahli beladiri fisik, tentu aku bertarung dengan pukulan dan tendangan.” keluh Yu Jian.
Bagaimanapun Yu Jian adalah ahli beladiri fisik, pengalamannya menggunakan senjata hanya pada penggunaan belati. Meski begitu kemampuannya dalam menggunakan belati tentu dibawah kemampuan fisiknya yang menggunakan penguatan Qi.
“Aku sedikit bingung sekarang. Kenapa ketua sekte memberikan misi pertamamu melawan divine beast? Ya walau ini pengalaman pertamaku melawan divine beast juga. Tapi sudah jelas ketua tahu kau masih kurang pengalaman dan beladirimu tidak cocok untuk misi ini.” Yi Wei berusaha membaca jalan pikiran ketua sekte.
Divine beast adalah makhluk yang muncul di pegunungan heavenly yang ada di bagian timur benua. Itu adalah tempat yang keras untuk bertahan hidup dan menjadi tempat tinggal bagi divine beast. Meski begitu populasi divine beast sendiri tidak begitu banyak sehingga jarang ditemui
“Seperti kata ketua sekte, ini mencari pengalaman bagi kita. Lagipula aku merasa ini bukan benar-benar misi untuk kita karena akan ada orang yang membantu kita. Lebih seperti master mendengar kabar divine beast dari temannya yang sedang memburu divine beast. Jadi master menggunakan kesempatan ini untuk mengirim kita padanya untuk mencari pengalaman.” pikir Yu Jian.
“Kuharap cuma itu saja kemungkinannya.” Yi Wei menangkap maksud Yu Jian.
Keduanya pun melanjutkan untuk mempersiapkan diri. Yu Jian membawa beberapa pakaian kedalam satu tas bersama pakaian Yi Wei. Yu Jian berusaha tidak terlalu memikirkan soal pencampuran pakaian dalam satu tas itu demi menghemat tas yang dibawa.
Sementara itu Yi Wei memasukan beberapa tanaman obat, pil, dan bubuk-bubuk lainnya yang tidak diketahui fungsinya oleh Yu Jian. Ia juga memasukan beberapa jarum dan sebuah pisau kecil.
“Untuk apa pisau kecil dan jarum itu?” Yu Jian penasaran.
“Aku sedikit mempelajari teknik akupuntur untuk penyembuhan. Tidak sebagus itu tapi kurasa bisa cukup membantu. Untuk pisau aku hanya membawanya untuk jaga-jaga saja saat dibutuhkan.” jelas Yi Wei.
Tanpa bertanya lebih jauh lagi Yu Jian melanjutkan memasukan barang demi barang yang dibutuhkan. Saat malam sudah semakin larut keduanya memutuskan untuk istirahat agar memiliki tenaga yang cukup untuk perjalanan besok.
***
“Bagaimana? Apakah sudah sesuai?” tanya seseorang dengan janggut putih dan tangan berotot.
“Ini tidak menganggu pergerakanku, ini juga tidak berat. Kurasa semuanya baik-baik saja.” Yu Jian memberikan jempol.
Setelah itu Yu Jian meninggalkan tempat itu. Baru saja Yu Jian mengunjungi tempat pembuatan senjata sekte. Karena misi ini berbahaya, sekte memberikan beberapa perlengkapan tambahan pada Yu Jian sebagai ahli beladiri baru.
Di Balik pakaiannya terdapat baju yang terbuat kulit untuk melindunginya dari tebasan yang mengarah pada tubuhnya. Di Kedua tangannya nampak juga sarung tangan kulit yang pada bagian punggung tangannya terdapat plat besi untuk menahan benda tajam seperti tebasan pedang. Yu Jian yang merasa persiapannya sudah selesai segera menuju gerbang sekte, tempat Yi Wei dan Li Jia sudah menunggu.
Yu Jian membuka sedikit bajunya yang menampilkan armor kulit dan memperlihatkan sarung tangan miliknya.
“Sarung tangan itu terlihat cocok untukmu.” puji Yi Wei.
“Begitukah? Sayangnya aku kurang suka dengan warna coklat di sarung tangan ini.” keluh Yu Jian.
“Selama itu bisa melindungimu penampilan tidaklah penting. Lalu, kemana tujuan kita yang pertama?” tanya Yi Wei.
Yu Jian mengeluarkan selembar kertas cukup besar yang dilipat dari dalam bajunya. Ia membuka lipatan-lipatan kertas itu dan menampilkan sebuah peta. Nampak dengan jelas geografi dari dunia ini.
“Saat ini kita ada di sekte, kita harus pergi setidaknya selama dua hari menuju titik pertemuan. Setelah itu kita pergi lagi selama dua minggu menuju lokasi yang rumornya terdapat divine beast nya.” ucap Yu Jian.
“Ini akan jadi perjalanan yang cukup panjang” Li Jia bersemangat untuk berpetualang
“Setidaknya waktu kita bisa dipangkas setengahnya karena kita akan menggunakan kuda begitu tiba di titik temu dengan teman master.” ucap Yi Wei.
“Kau baik-baik saja Li Jia?” tanya Yu Jian.
“Apanya? Aku justru sangat bersemangat saat ini.”Mata Li Jia memancarkan bara api
“Kau tahu, Hao Chen tidak ikut dengan kita karena akan pergi dengan masterku dan Xian Yu.” jelas Yu Jian.
“Tenang saja, aku sudah beberapa kali berpisah dengannya karena misi yang berbeda.”
Meski mengatakan itu Li Jia nampak menatap ke samping seakan-akan tidak ingin mengatakan itu sambil menatap Yu Jian. Meski terlihat sebagai maniak yang hanya peduli dengan berkelahi dan pedang, Li Jia tetap tunangan Hao Chen dan mencintainya. Meski sering kali diungkapkan dengan kekerasan fisik seperti pysical attack, pelukan super kuat yang bisa meremukan orang yang ia peluk, dan duel sebagai quality time.
“Bagaimana dengan Li Yating?” Yi Wei penasaran.
“Oh… Aku sudah mencoba untuk mengajaknya, hanya saja beberapa jam sebelum aku datang ia sudah memasuki pelatihan tertutup karena ia hampir menjadi ahli beladiri semi-master.” jelas Yu Jian.
“Begitu ya, aku mungkin bukan ahli strategi yang bagus. Namun keberadaan Li Yating cukup bagus untuk menambah variasi serangan kita saat melawan divine beast.” Yi Wei menyayangkan.
“Benar jugaa. Kalau begini aku yang akan bergerak untuk menahan dan menarik perhatian divine beastnya sementara Li Jia memberikan serangan telak. Sedangkan untukmu kau mengurus inti dan bagian tubuh beracun yang dibutuhkan dari imoogi itu kan?” Yu Jian mencoba berkompromi soal taktik.
“Iya jika itu untuk formasi yang melibatkan kita bertiga. Keberadaan teman master bisa saja membuat formasi kita lebih baik lagi nantinya
Pada akhirnya mereka harus pergi bertiga saja. Dengan keterbatasan pola serangan, tenaga, dan pengalaman ketiganya bergabung dalam ekspedisi untuk menaklukan divine beast.
“Sebenarnya aku masih bertanya-tanya beberapa hari ini, meski kau sudah mengatakannya aku tetap masih bingung. Kenapa master dan ketua sekte hanya mengirim kita, murid-murid sekte untuk menaklukan divine beast. Padahal divine beast saja bisa menyulitkan beberapa ahli beladiri tingkat master sekaligus. Disisi lain ahli tingkat master kita hanya kau saja.” Yi Wei melirik Yu Jian.
“Entahlah, aku juga penasaran. Mungkin teman master cukup kuat sehingga bisa mengurangi dan menutupi kekurangan kuantitas orang yang pergi.” jelas Yu Jian.
Ketiganya pun pergi bersama, kelaur dari sekte. Disisi lain Li Jia merasakan debaran penuh semangat membara karena akan melawan imoogi dan bertemu orang kuat yang merupakan teman master Yu Jian dan Yi Wei.