
Musim gugur telah tiba sejak beberapa minggu yang lalu. Kini banyak daun-daun mulai berguguran. Menguning, jatuh, dan membusuk di tanah sekte Azure yang tidak bergeming di hadapan musim apapun yang menghampirinya.
Udara dingin bertiup di seluruh lembah, menerbangkan daun-daun rapuh yang masih menempel pada dahannya. Asap dari uap air panas naik beberapa sentimeter dari gelas berisikan teh hijau. Yu Jian duduk dalam keadaan bersila di lantai. Didepannya nampak meja pendek dengan beberapa gelas dan satu teko. Salah duanya telah diisi oleh teh yang abru selesai dibuat.
Sssslurp…
Suara teh yang tengah diseruput perlahan. Selain meja dan gelas, dihadapan Yu Jian nampak Xian Yu dengan penampilan elegannya seperti biasa. Rambut ia ikat dengan rapi, tatapannya yang tajam, bahkan postur tubuhnya yang tanpa celah itu.
Xian Yu ini… dia lebih mirip kaum bangsawan terpelajar daripada ahli beladiri. pikir Yu Jian.
Suasana ruangan itu cukup hening, hanya terdengar suara cuitan burung dari pohon yang terletak dekat dengan jendela. Tidak ada satupun dari Yu Jian atau Xian Yu yang memulai percakapan pada satu sama lainnya. Bagaimanapun ini baru kedua kalinya Xian Yu dan Yu Jian bertemu satu sama lainnya secara langsung.
“Sebaiknya kau meminum teh yang ada di gelasmu sebelum itu mulai dingin.” kata Xian Yu.
“O- Oh… Baiklah, kalau begitu akan aku nikmati.” jawab Yu Jian canggung.
Saat ia sampai di ruangan ini ia mendapati Xian Yu sudah berada di tempat ini. Bahkan XIan Yu menyeduhkan teh pada Yu Jian saat ia baru saja duduk selama beberapa detik.
Di pagi hari, saat Yu Jian sedang menyirami tanaman Yi Wei yang baru ia diminta untuk pergi ke tempat ketua sekte. Tanpa tahu permasalahannya Yu Jian pergi menuju puncak tertinggi nomor dua di sekte ini.
“Jadi, apakah kau sudah memutuskan tekadmu? Tekad yang akan kau gunakan dalam menempuh jalan beladiri?” Xian Yu membuka topik pembicaraan.
Yu Jian teringat akan pertemuannya yang pertama dengan Xian Yu. Saat itu XIan Yu mempertanyakan tekad dan jalan yang Yu Jian hendak gapai di jalan beladiri.
“Aku menjadi ahli beladiri untuk bisa berdiri di sampingnya.” Yu Jian tidak menunjuk kepada Xian Yu tentang disamping siapakah ia akan berdiri.
Xian Yu menggoyangkan gelas miliknya perlahan. Menimbulkan riak pada teh dan daun teh yang ada di gelasnya itu. Perlahan ia mengarahkan matanya dari daun teh di gelasnya ke arah Yu Jian. Ia melihat mata yang penuh dengan keyakinan saat mengatakan itu. Tatapan tegas tanpa goyah.
“Aku tidak tahu seberapa jauh yang kau tahu tentang ‘orang itu’, tapi… cara apa yang akan kau gunakan untuk tetap disampingnya?” tanya Xian Yu lagi.
“Apa maksudmu?” Yu Jian tidak paham.
“Berada disampingnya… hanya dengan tekad saja itu mustahil diwujudkan. Pada akhirnya tidak ada yang bisa melindungi ‘dia’ dari ‘mereka’ selamanya. Bahkan jika itu adalah Sekte Azure sekalipun.” Xian Yu memejamkan matanya.
“Sebenarnya apa yang mau kau kataka-” omongan Yu Jian terputus.
Srekkk…
Pintu bergeser dan nampak seorang tetua masuk kedalam ruangan. Rambutnya putih dan diikat seperti sebuah bola raksasa di kepalanya. Begitu ia masuk Xian Yu bergerak dari posisinya dan menghidangkan teh pada tetua tersebut, sementara itu Yu Jian masih berusaha mengingat nama tetua itu.
“Kalian berdua sudah datang ya… Bagus-bagus… Bagaimana kabar kalian, nak Xian Yu, nak Yu Jian?” tanya tetua itu.
“Kabar saya baik-baik saja tetua Wen. Bagaimana kabar tetua? Jika dari yang saya perhatikan anda nampak cerah seperti gadis-gadis di sekte ini.” Xian Yu memuji
“Hentikan itu, tidakkah kau melihat kerutan-kerutan di wajahku ini. Bisa-bisanya kau menyamakan perempuan paruh baya sepertiku dengan kecantikan-kecantikan sekte kita.” tetua Wen menepis.
“Tidak-tidak, kecerahan bukan hanya sekedar penampilan cantik. Namun juga semangat masa muda yang terpancar dalam diri anda.” Xian Yu terus menyerang.
“Heh… Jadi yang muda dalam diriku hanya semangat dan kecerahanku saja ya? Wajahku tetap seperti orang tua?”
Sedikit keringat keluar dari dahi Xian Yu. Semua tetua di Sekte Azure hampir seluruhnya memiliki masalah pada kepribadiannya yang narsis dan ingin menjadi muda kembali. Salah satunya adalah master Zhang dan tetua Wen. Xian Yu pun mengirimkan kode kedipan beberapa kali pada Yu Jian untuk membantunya.
“Baguslah kalau begitu. Omong-omong, kenapa menjawab pertanyaan pertama? Seharusnya yang kau jawab pertanyaan yang terakhir lebih dahulu karena jika dilihat dari manapun itu lebih darurat dan harus segera dijawab.” tetua Wen tetap berpegang pada pertanyaan sebelumnya.
Pengalihan Yu Jian gagal. Kini Yu Jian dan Xian Yu sama-sama saling mengalihkan pandangan dari satu sama lainnya sambil melihat beberapa burung terbang diluar.
“Sudahlah. Juga, Yu Jian, selamat karena sudah mencapai ranah master. Padahal ini kurang dari dari tiga bulan sejak kau bergabung dengan sekte ini. Benar-benar bakat yang luar biasa. Jika seperti ini kau akan menjadi kandidat ketua sekte lainnya selain Xian Yu.” puji tetua Wen.
Yu Jian tersentak saat mendengar kemungkinan itu. Ditambah ia baru mengetahui jika Xian Yu merupakan kandidat ketua sekte ini. Bagaimanapun Hao Chen merupakan anak dari ketua sekte Hao Guanting.
“Sayang sekali hal itu tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Yu Jian masih terlalu naif, kekurangan pengalaman, dan ambisi yang bisa membawanya ke posisi kandidat. Tapi jika ia tetap ingin menjadi kandidat amak aku tidak masalah bersaing dengannya.” Xian Yu menatap tajam Yu Jian sambil tersenyum kecil.
“Tidak… Tidak… Tidak… Aku tidak tertarik dengan posisi itu.” Yu Jian menggeleng dengan kuat.
Srekkk…
Suara pintu bergeser laagi, kali ini ketua sekte yang muncul di tengah ketiganya. Xian Yu beranjak lagi dari tempatnya dan menyeduhkan teh pada gelas terakhir sementara Yu Jian menunduk sebagai tanda hormat pada ketua sekte.
“Kalian berdua sudah ada disini. Kalau begitu aku bisa mulai.” ucap ketua sekte.
“Ada apa sebenarnya ini ketua sekte?” Yu Jian penasaran.
“Beberapa hari yang lalu kita memperoleh informasi di dekat perbatasan benua utama dan pegunungan heavenly. Ada dua divine beast yang muncul melewati perbatasan. Jadi aku berencana untuk mengirimkan tetua Zhang dan Xian Yu untuk mengatasi satu, sementara Yu Jian dan beberapa orang lainnya mengurus divine beast lainnya.” kata tetua sekte.
“Divine beast! Bukankah itu terlalu sulit? Bagiku yang pergi dengan tetua Zhang mungkin memiliki kesempatan, tapi Yu Jian dan lainnya bisa-bisa mati.” Xian Yu protes.
[Misi Dibuat]
[Mengurus Divine Beast Di Perbatasan]
[Hadiah: Teknik Regenerasi Qi (A) ]
Yu Jian hanya bisa terdiam, informasinya terhadap divine beast sangat sedikit. Satu-satunya hal yang ia ketahui adalah divine beast memiliki kemampuan setara beberapa ahli tingkat master.
“Tenang saja, Yu Jian dan lainnya mendapatkan bantuan nantinya dari koneksi milik tetua Zhang. lagipula tidak mungkin tetua Zhang mengirim dua muridnya untuk mati. Disisi lain untukmu ini akan menjadi kesempatan bagimu, kau hanya belum mendapat persetujuan dari tetua Zhang soal posisimu sebagai kandidat. Jadi berusahalah sebaik mungkin.” kata ketua sekte pada Xian Yu.
“Kalau begitu akan saya terima tugas pertama ini. Pada misi ini saya dibebaskan untuk menunjuk siapapun yang ikut bukan?” Yu Jian memastikan
“Kau dan Yi Wei diwajibkan untuk ikut. untukmu sebagai misi pertama dan Yi Wei karena rumornya divine beast yang kalian tuju adalah ular racun.” saran ketua sekte
“Baiklah kalau begitu, saya akan segera bersiap bersama dengan yang lainnya.” Setelah mengatakan itu Yu Jian pun pergi meninggalkan ruangan itu.
_______
Divine Beast
Divine beast merupakan hewan-hewan yang memiliki bakat kultivasi dan menyerap Qi. Kekuatan divine beast berada di tingkatan beberapa ahli tingkat master hingga saint. Mereka merupakan makhluk liar tanpa akal yang tinggal di pegunungan heavenly yang keras sehingga tidak ada yang bisa menaklukkan nya. Biasanya divine beast akan diburu oleh ahli kuat karena membahayakan dan khasiatnya sebagai bahan peningkatan Qi maupun senjata.
Beberapa hewan yang dikategorikan sebagai divine beast adalah imoogi, divine white tiger, thunder eagle, dan naga/dragon. Dalam kasta divine beast imoogi, white tiger, dan thunder eagle berada di tingkat yang sama, sementara naga berada di puncak rantai.