Level Up! Martial Technique

Level Up! Martial Technique
Ia Yang Dipanggil Crying Dragon [1]



Matahari bersinar dengan semangatnya hari ini, membawa hawa panas yang siap menggosongkan siapapun yang berjalan di bawah sinarnya. Hanya terdengar suara serangga serangga yang mengganggu dan air mengalir saat itu.


Yu Jian, murid beladiri semi-lanjutan* di Sekte Azure yang nampak tengah menyirami tanaman milik Yi Wei. Berjajar dengan rapi rak berisikan pot dan tanaman-tanaman obat. Sambil menggenggam penyiram tanaman di tangan kanannya Yu Jian menatap langit biru.


“Panas sekali. Kenapa tidak ada angin sedikitpun yang lewat?” keluh Yu Jian.


Baju yang ia kenakan basah karena keringat. Satu-satunya hal yang ia benci saat bereinkarnasi ke tempat ini adalah ketidakadaan pendingin ruangan atau kipas angin otomatis. Sayangnya Yu Jian tidak memiliki keahlian dibidang elektronik sehingga tidak bisa mewujudkan barang-barang itu disini.


“Mau bagaimana lagi, ini adalah puncak musim panas. Ah… Meski cuaca panas, kau tidak boleh bolos melatih fisikmu loh.”


Yi Wei mengingatkan Yu Jian untuk tidak kabur dari latihannya. Yu Jian berbalik dan melihat Yi Wei yang tengah membawa beberapa pot lagi.


“Kau,,, Sedang mengganti suasana mu?” Yu Jian menyipitkan matanya.


“Apanya?”


“Topengmu, bentuk topeng yang kau gunakan kali ini berbeda.”


Yu Jian melihat Yi Wei dengan topeng yang belum pernah ia gunakan sebelumnya. Topeng yang menutupi seluruh wajahnya kini berubah menjadi setengah wajah yang hanya menutupi area disekitar pipi dan mata miliknya.


“Topeng? Oh… Aku menggantinya dengan topeng ini karena jika menggunakan topeng yang biasanya akan terasa sangat panas.”


“Memang sih… hanya saja pakaianmu…”


Kali ini Yu Jian melihat kearah bagian bawah Yi Wei. Ia tampak menggunakan pakaiannya yang biasanya. Pakaian tertutup berupa jubah berwarna putih, sarung tangan coklat, dan sepatu boots berwarna hitam. Dibalik  jubahnya ada pakaian berwarna putih khas ahli bela diri.


“Warna putih, matahari, dan cuaca panas mungkin kombinasi yang cukup baik untuk menangkal panas. Tapi dengan pakaian sebanyak dan setebal itu… Bukankah pada titik ini semua itu sia-sia?”


“Mau bagaimana lagi, hanya topeng yang aku secara pribadi toleransi pengurangannya. Area wajahku tidak terlalu berbahaya saat Qi racunku meningkat dan merembes keluar tubuhku, tapi area tubuh… orang-orang disekitarku akan dalam masalah.” jelas Yi Wei.


Qi racun memiliki tempat khusus diantara dua bentuk Qi umum dan beberapa bentuk perubahan Qi. Sifatnya yang beracun dan mudah mengkontaminasi membuat Qi ini menjadi satu dengan tubuh penggunanya. Dampaknya racun dapat mencemari darah, daging, dan atmosfer yang ada di sekitar tubuh pemilik Qi racun. Pada beberapa kasus kadar Qi racun dapat meningkat sehingga dapat merugikan penggunanya jika racun yang ada dalam Qi terlalu kuat.


“Sepertinya Qi racunmu aktif sekali ya?” Yu Jian penasaran.


Ia meletakan penyiram tanaman dan menggantikan Yi Wei meletakan pot-pot yang ia bawa ke rak. Setelah itu Yu Jian menyirami pot-pot itu lagi.


“Begitu lah, Qi racunku bisa dibilang spesial. Pada umumnya kadar Qi racun para pemilik Qi racun akan beberapa kali meningkat, hanya saja Qi racun milikku terlalu sering meningkat.”


Saat mengatakan itu Yu Jian untuk pertama kalinya mengetahui ekspresi yang Yi Wei keluarkan. Meski ia tidak bisa melihat wajah Yi Wei secara keseluruhan, namun gerak bibirnya dapat terbaca dengan jelas oleh Yu Jian.


Aku benar-benar membenci situasi ini. pikir Yu Jian


Lagi-lagi Yu Jian meletakan penyiram tanaman di tangannya dan berbalik melihat Yi Wei. Ia meraih kedua tangannya dan melepaskan sarung tangan yang ia gunakan. Saat menggenggam tangan Yi Wei, Yu Jian merasakan halus dan lembutnya tangan Yi Wei. Namun ia tidak mau terlalu lama terlena dengan sensasi itu dan mengalirkan Qi miliknya ke tangan dan memberikannya pada Yi Wei.


Qi Yu Jian mengalir melalui sentuhan dan masuk dalam jalur Qi milik Yi Wei. Dengan Qi kuat miliknya ia menekan Qi racun milik Yi Wei. Selama satu menit Yu Jian terus memberikan Qi miliknya sambil mengawasi Yi Wei jika saja tubuhnya justru memburuk karena terlalu banyak diberikan Qi miliknya.


“Ini yang kau pelajari selama disini atau ini pemberian sesuatu yang kau sebut ‘sistem’ itu?” Yi Wei menatap Yu Jian.


“Ini yang aku pelajari selama disini. Master Zhang memberikanku beberapa buku beladiri dan pelatihan Qi. Salah satunya tersisip teknik transfer Qi.” jelas Yu Jian.


“Transfer Qi ya, bukannya itu teknik tingkat master karena perlu kelihaian penggunaan Qi? Kau bahkan masih berada di tahap semi-lanjutan, setidaknya fokus di satu ranah terlebih dahulu.”


“Tenang saja, ini hanya transfer Qi, bukan teknik yang serumit itu. Omong-omong saat aku diterima di sekte ini aku memperoleh satu teknik tingkat master. Jadi bisa dibilang aku berada di ranah semi-master meski aku sekarang masih semi-lanjutan.” Yu Jian pamer.


“Aku tidak tau harus meresponnya bagaimana. terlepas dari teknik pemberian sistem, kau mempelajri transfer Qi saja sudah aneh. Secara kau bahkan belum sepenuhnya lulus di tahap menengah. Seperti cara normal seseorang yang dilakukan bertahap tidak berlaku bagimu. Sudah menjadi hukum dunia dimana kita harus mengikuti urutan ranah itu untuk bisa menguasainya. Benar-benar sebuah keganjilan.”


Yi Wei melepaskan tangannya dari Yu Jian saat ia merasa tubuhnya lebih baik. Perasaan yang ia rasakan dulu muncul lagi. Perasaan nyaman saat Qi miliknya menjadi tenang saat berada di dekat Yu Jian.


“Ya menjadi lebih baik. Tapi sepertinya kau memberikanku cukup banyak Qi. Apa tidak masalah?” Yi Wei khawatir Yu Jian kehabisan Qi nya.


“Tidak masalah sama sekali, aku masih memiliki sedikit Qi  Tapi sayang sekali penguasannku masih belum terlalu mahir meski aku sudah menguasainya, beberapa energi Qi terbuang sia-sia.”


Kolam Qi milik Yu Jian menunjukan Qi miliknya yang hanya tersisa satu perlimanya itu. Meski begitu Yu Jian tidak merasa terganggu sama sekali, ia justru merasa kesal Qi miliknya terbuang sedikit karena tidak fokus saat merasakan tangan Yi Wei.


***


Dalam perjalanannya naik turun lembah, Yu Jian merasakan tenaga keluar meninggalkan kakinya sepenuhnya. Meski dirinya beralasan kelelahan karena mengeluarkan banyak Qi, namun Yi Wei tetap meminta Yu Jian untuk tidak bolos latihan fisik miliknya.


Saat tengah beristirahat di jalan setapak, beberapa murid nampak lewat. Mereka menatap Yu Jian dengan tatapan sinis dan beberapa diantaranya nampak takut dengan Yu Jian.


“Bukankah ini ‘Crying Dragon’? Bisa-bisanya orang yang masuk dengan cara curang sepertinya masuk ke sekte ini, terlebih menjadi murid spesial?”


Ketidaksenangan terasa dari setiap kata yang diucapkan oleh orang itu. Yu Jian sadar jika ia masuk dengan cara yang aneh dan tes yang aneh. Ia sudah menduga akan ada beberapa orang yang tidak setuju dengan dirinya yang diterima sebagai murid kelas spesial di sekte ini.


“Apakah kau berpikir para tetua dan ketua sekte sebuta itu sampai tidak sadar jika aku, seorang ahli tingkat semi-lanjutan berbuat curang?” Yu Jian berusaha melawan balik dengan kata-katanya.


“Berani-beraninya bocah ini!” orang itu menghunuskan pedangnya pada Yu Jian.


*Kenapa orang-orang ini sangat suka menghunuskan pedang?*Oh tunggu, mungkin karena ini dunia beladiri.


 Yu Jian merasa terancam, fisiknya sedang kelelahan setelah berlatih sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan teknik peringan tubuh. Ia bahkan tidak memiliki cukup Qi yang bisa ia gunakan dengan efektif.


“Selama berada di wilayah sekte, murid sekte hanya bisa menggunakan pedangnya di area latihan. Kurasa semua orang harusnya tahu itu. Jadi kenapa kau menghunuskan pedang di luar tempat latihan?”


Seseorang muncul, pria yang sedikit lebih tinggi daripada Yu Jian. Ia nampak memiliki tatapan tajam dan serius, rambut panjang khas masyarakat dunia beladiri, dan baju hitam. Hanya dengan sekali lihat Yu Jian paham kalau orang itu sangat kuat diantara orang-orang yang seusia dengannya.


“Xi- Xian Yu! Bukan, ini… kami hanya bercanda… kan?” kata orang itu sambil melihat teman-temannya.


“B- Benar sekali, hanya bercanda.” beberapa mengikuti.


“Tidak, mereka benar-benar mengancamku tadi. Jika kau tidak datang harusnya aku jadi spageti saat ini.”


Yu Jian memilih tidak bekerja sama karena baginya tidak ada keuntungannya. Yu Jian justru mengadu meski itu terlihat kekanak-kanakan dan tidak tampak seperti seorang ahli beladiri.


“Kau! Bisa-bisanya mengadu! Mana wibawamu?!”


“Ya aku tidak peduli dengan wibawa ahli beladiriku, toh menurutku aku tidak membutuhkannya. Pada dasarnya hal yang aku ingin gapai di jalan ini bukan sepenuhnya beladiri.” Yu Jian bersikap bodo amat.


Sosok yang dipanggil Xian Yu itu menatap Yu Jian dengan tatapan yang lebih tajam. Ia lalu berbalik ke arah orang-orang yang mengganggu Yu Jian. Matanya seperti mengisyaratkan kalau sudah waktunya mereka bubar. Membaca maksud tatapan Xian Yu mereka pun langsung pergi dengan gemetar. Ia lalu menatap Yu Jian lagi dari atas ke bawah seperti sedang menilainya.


“Kau… Aku tidak peduli dengan tujuanmu melangkah ke dunia beladiri dengan tekad seperti itu. Tapi jika menurutmu dengan tekad seperti itu kau bisa bertahan, maka bersiaplah kau akan kehilangan hal yang membawamu ke dunia beladiri.” kata Xian Yu.


Ia lalu berbalik dan meninggalkan Yu Jian. Langkahnya begitu cepat dan Yu Jian merasakan Qi disetiap langkahnya.


“Itu… Qi. Tahap semi-master ya, tapi apa maksudnya tadi?”


Yu Jian tidak mendapatkan makud dari perkataan Xian Yu. Meski begitu perkataannya itu tetap meninggalkan ruang khusus dalam benak Yu Jian. Sambil berjalan kembali Yu Jian berusaha menebak-nebak maksudnya, akan tetapi sampai akhir ia tidak menemukannya juga


_______


*Mulai sekarang penggunaan ahli beladiri dan teknik tingkat atas akan digantikan dengan ahli beladiri dan teknik bela diri tingkat lanjut.