Level Up! Martial Technique

Level Up! Martial Technique
Penyesalan Seorang Reinkarnator [13]



Yu Jian tidak beranjak dari tempatnya sama sekali. Hal tersebut membuat orang-orang disekitarnya bertanya-tanya. Setelah kesombongannya itu Yu Jian hanya diam tanpa mempersiapkan diri.


“Kau gugup?” Tanya Yi Wei sadar badan Yu Jian sedikit gemetar.


“Y- Ya sedikit.”


“Lalu kenapa kau harus menantang ketua sekte? Tidakkah itu terlalu gegabah?” Yi Wei penasaran.


“Aku sudah memikirkannya dengan baik, Meski aku dulu disebut jenius karena menguasai teknik belati dan peringanan tubuh, tapi di usiaku yang sekarang itu bukanlah sesuatu yang membanggakan kau ta-”


Sebelum Yu Jian sempat menyelesaikan kata-katanya, Yi Wei menyikut perutnya dengan cukup kuat.


“Kau ini mengejek atau bagaimana? Aku bahkan belum bisa menguasai satupun teknik bela diri. Kau itu sudah di ranah semi-atas karena menguasai dua teknik bela diri yang mana orang seusia kita saja baru menguasai satu. Ya walau aku tahu itu berkat bantuan sesuatu yang kau sebut ‘sistem’.”


“Maaf-maaf, kalau begitu aku ubah. Sekte tidak akan menerima murid jika belum waktu pendaftaran, sekalipun itu orang berbakat. Kalau aku mau diterima di sekte ini sekarang juga, maka aku harus membuat ketua sekte mengakuiku baik itu suka atau tidak. Sekedar menguasai dua teknik bela diri saja aku yakin tidak akan memuaskannya.”


“Kau tidak melakukan persiapan?” wajah ketua sekte nampak tidak sabar saat dilihat dari posisi Yu Jian.


Ia hanya menjulurkan tangannya pada Yi Wei. Berharap Yi Wei mau menggenggamnya untuk menenangkan rasa gugupnya.Sadar akan hal itu Yi Wei menyambut tangan Yu Jian dan menggenggamnya dengan erat. Yu Jian hanya bisa tersenyum lega sambil menurunkan tangannya dan menatap ketua sekte.


“Aku siap.” suara Yu Jian tegas dan penuh keyakinan.


“Hah? Apa maksudmu siap? Kau bahkan belum bersi-”


Suasana di sekitar mulai berubah, menyadari hal tersebut ketua sekte langsung menatap ke langit. Langit terang yang menyelimuti lembah sekte Azure sebagai tanda suka cita di hari pendirian sekte langsung berubah.


Kilatan kecil muncul di tangan kanan Yu Jian. Ia melepaskan sedikit Qi miliknya ke langit, sama seperti yang ia lakukan beberapa tahun yang lalu. Namun Yu Jian berusaha menekan pengeluaran Qi yang ia gunakan sehingga tidak lepas kendali.


Awan mulai berkumpul dan suara gemuruh mulai terdengar. Ukuran badai itu jauh lebih kecil dan lebih tipis daripada yang Yu Jian pernah panggil. Ketua sekte yang melihat hal itu mengeluarkan pedang miliknya.


Zephyr


Petir menyambar cukup kuat ke arah ketua sekte. Dengan pedang berlapis Qi ketua sekte menyerang petir yang datang. Petir itu terpecah menjadi beberapa bagian dan menyambar beberapa bagian sekte. Akan tetapi beberapa tetua bergerak untuk melindungi murid-murid dari pecahan petir itu.


Di sampingnya Yi Wei menggenggam semakin keras tangan milik Yu Jian. Menyadarkannya begitu saja, beberapa saat yang lalu saat petir menyambar ketua sekte jantung Yu Jian terasa berhenti sejenak. Namun genggaman kuat dari Yi Wei menyadarkannya.


Saat ia tersadar Yu Jian melihat sekitarnya. Terdapat beberapa kerusakan karena beberapa ketua mengabaikan petir yang tidak menyerang murid-murid. Meski begitu tidak ada yang terluka atau mati kali ini.


Kaki Yu Jian seperti kehilangan seluruh tenaganya. Air mata keluar tanpa ia sadari, mengalir deras bagai sungai dan memabsahi pipinya.


“Terima kasih… hiks… Untung lah… hiks… Kali ini tidak ada yang terluka… Untunglah tidak ada lagi yang harus mati karena aku… hiks…”


Seluruh emosinya terbanjir tidak terkira. Ia tidak tahu saat ini ia tengah menangisi apa. Kesedihan? Rasa Syukur karena tidak ada yang terluka? Penyesalan karena tragedi yang ia sebabkan? Yu Jian tidak tahu semua itu, apapun emosi yang ia rasakan saat ini merupakan campuran dari segala yang ia tahan sampai saat ini.


Semua orang terdiam, tidak ada yang berbicara sedikitpun. Baik itu tentang petir yang entah darimana datang atau tangisan Yu Jian yang begitu keras. Ketua sekte memandang Yu Jian dari atas, ia menyarungkan pedang miliknya.


“Kurasa Yu Jian sudah menunjukan nilainya. MUlai hari ini ia resmi menjadi murid sekte ini.” ucap ketua sekte sambil kembali duduk.


“Bagaimana bisa seperti itu ketua sekte? Kita bahkan tidak tahu apakah itu benar-benar dia yang melakukannya. Ia bahkan belum mencapai ranah master.” ucap salah satu tetua.


“Dia, itu dilakukan olehnya.” ketua sekte terus melihat Yu Jian yang ada dibawah. “Tetua Zhang, bawa Yu Jian saat dirinya sudah tenang untuk menghadap ketua dan para tetua sekte.”


“Tentu saja ketua.” master Zhang tersenyum puas.


***


Ini adalah kedua kalinya Yu Jian berada ditempat ini. Pertama kali datang adalah saat ia baru menginjak kan kakinya di sekte Azure. Tidak banyak perubahan dari tempat itu, satu kursi di tengah yang lebih tinggi dan kursi lainnya di kanan dan kirinya. Nampak ketua sekte dan para tetua tengah mengamati Yu Jian.


“Murid baru Yu Jian menghadap ketua sekte dan para tetua.”


Yu Jian menatap sekitarnya. Banyak mata tidak puas terarah ke arahnya, hanya tatapan aneh milik master Zhang dan tetua Xian De yang memiliki tatapan puas.


“Jadi Yu Jian, kau tahu kenapa kamu dibawa kemari?” tanya ketua sekte.


“Itu, mungkin berkaitan dengan ketidakpuasan beberapa murid dan tetua terhadap penerimaanku.” jawan Yu Jian jujur.


Sebuah meja dipukul dengan kerasnya. Seorang tetua bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Yu Jian.


“Aku tidak bisa menerima penilaian ini. Tidak ada bukti kalau teknik tersebut adalah miliknya. Bisa saja ada ahli dibelakangnya dan menunggu momen itu.”


“Jadi maksud tetua Quan ada seorang ahli ranah Heaven yang memiliki waktu begitu luang dan membantu Yu Jian berbuat curang? Kupikir tidak, jadi Yu Jian, apakah kau mau menceritakannya.” pinta ketua sekte.


“Tentu ketua sekte. Jadi dulu aku pernah menemukan satu maskrip bela diri tingkat heaven dan mempelajarinya. Sayangnya dulu saya masih muda dan ceroboh, ditambah teknik tersebut ada jauh di ranah saya sehingga membuat kekacauan. Namun sekarang saya menemukan cara mengakalinya.”


“Mengakalinya?! Tidak mungkin orang sepertimu bi-” orang yang disebut teuta Quan protes.


“Tutup mulutmu dan biarkan Yu Jian menyelesaikannya dasar tua bangka! Yu Jian bahkan sudah menguasai dua teknik bela diri saat berusia 8 tahun.”


Kedua tetua itu saling melontarkan cacian satu sama lainnya satu sama lain. Sikap yang tidak mencerminkan seorang tetua dari sekte besar.


“Kalau begitu saya lanjutkan. Jadi yang aku lakukan…”


Yu Jian menjelaskan caranya menggunakan teknik tingkat heaven di ranahnya saat ini.  Pertama Yu Jian mengosongkan nadi Qi dan membuka kolam Qi miliknya, lalu ia mengalirkan Qi nya ke tangan kanan dan langsung menutup kolam Qi miliknya dengan cepat. Saat Qi yang dibutuhkan sudah dilepaskan Yu Jian ke udara, sisa dari kelebihan Qi di nadinya itu langsung Yu Jian atasi. Jika ia tidak atasi maka Qi yang disebar ke udara akan terlalu banyak dan menimbulkan kerusakan yang lebih besar karena memanggil awan yang lebih kuat lagi.


Yu Jian pun menggunakan teknik yang sama lagi pada tangan kirinya, namun dengan intensitas yang lebih kuat. Karena kolam Qi miliknya tertutup maka Qi yang awalnya ada ditangan kanan itu dengan cepat ditarik dan berubah arah menuju tangan kirinya.


“Saat Qi hampir mencapai tangan kiri ku, Aku melakukan teknik itu lagi di tangan kananku dengan menaikan intensitasnya. Itu terus aku lakukan berulang kali hingga akhirnya kelebihan Qi yang berbentuk gumpalan Qi di nadiku itu menjadi lebih halus dan partikelnya terlepas satu sama lainnya. Hal itu karena terlalu sering bolak-balik. Pada titik itu Qi tidak akan bisa digunakan untuk teknik bela diri. Itu seperti berusaha menggunakan teknik tingkat heaven dengan Qi yang habis.” kata Yu Jian.


Ia menggunakan konsep benda cair yang menggumpal akan menjadi encer jika terlalu sering di kocok. Yu Jian merasa puas akan pengetahuan dasarnya itu.


Tidak ada satupun orang yang membalas perkataan Yu Jian. Baik itu ketua sekte maupun master Zhang semuanya hanya terdiam di tepatnya sambil menunjukan ekspresi bingung. Bahkan tetua Qua yang marang-marah sebelumnya langsung terdiam seribu bahasa.


“Sebenarnya aku tidak terlalu paham dengan apa yang kau katakan. Yang jelas kau bisa membuka dan menutup kolam Qi mu. Menutup jalur Qi mungkin bisa, tapi kolam Qi? Kau harus berada di bawah naunganku.” tetua Quan tiba-tiba angkat bicara.


Seperti pertemuannya yang sebelum-sebelumnya, kali ini Yu Jian dipandang lagi seperti barang langka. Tetua Quan menunjukan minatnya dengan jelas kepada Yu Jian.


“Kurasa sekte kita menemukan sesuatu yang menarik. Jadi Yu Jian, karena kau sudah diterima di Sekte Azure sebagai murid spesial kau diizinkan untuk bebas dari pelatihan harian. Kau juga berhak memilih gurumu sendiri, jadi siapa yang akan kau pilih?” kata ketua sekte.


Yu Jian berbalik meantap ketua sekte. Nampak matanya yang sudah menentukan guru yang akan ia pilih. Ia pun merubah arah tatapannya menuju master Zhang.


“Aku memilih tetua Zhang.” ucapnya tanpa ragu.


“Eh? Aku? Yu Jian kau tahu aku ahli racun bukan? Aku tidak bisa mengajarimu yang seorang petarung dengan tipe perubahan Qi petir. Setidaknya pilihlah Xian De, meski ia pengajar teknik perubahan Qi api setidaknya masih ada kemungkinan bagimu.” master Zhang berusaha mengelak.


“Apa kami boleh tahu alasanmu?”


“Aku bisa sampai disini berkat tetua Zhang, dia yang membawaku kemari-”


“Ah… hutang budi ya? Kau tidak perlu membalasnya seperti itu, yang penting kau berlatih saja menjadi kuat.”


Omongan Yu Jian terputus tiba-tiba oleh perkataan master Zhang. Semua orang yang ada di ruangan itu hanya menatap aneh dan nampaknya itu bukan pertama kalinya ia bersikap aneh.


Apa yang salah dengan master Zhang? Aku tidak bisa memahami orang berusia 70 tahun yang menggunakan pil peremajaan ini.


“Sebenarnya tetua Zhang, aku tidak benar-benar berhutang padamu. Jujur aku kesal dan berterima kasih karena menyeretku ke dalam traumaku lagi. Aku bahkan lebih suka belajar dibawah tetua Quan yang alasannya jelas karena tertarik dengan kolam Qi milikku. Sedangkan tetua Zhang, sebenarnya aku masih belum tahu apa maumu dariku.” kata Yu Jian tegas.


“Lalu?”


“Yi Wei, dia membantuku melewati masa-masa sulitku. Membantuku saat terjatuh, menghiburku saat sedih. Dia yang menuntunku saat terombang-ambing di tengah badai. Aku menghormatinya dan ia adalah segalanya bagiku. Saat ini ia memiliki Qi racun yang sering membuatnya merasakan sakit, karena aku memiliki Qi yang kuat maka dari itu aku memutuskan untuk ada disampingnya saat dia membutuhkanku. Sama seperti ia ada disampingku saat aku membutuhkannya. Untuk itu aku harus ada dibawah naungan tetua Zhang.” kata Yu Jian tanpa keraguan.


Tetua sekte hanya bisa pasrah dengan keputusan Yu Jian. Nampak tidak ada yang protes akan keputusan Yu Jian karena yakin perkataan merka tidak akan digubris oleh Yu Jian.


“Sepertinya tidak akan ada yang bisa menggoyangkan keputusanmu.” puji ketua sekte


“Bahkan dewa sekalipun tidak akan bisa ketua sekte.” balas Yu Jian.


“Baiklah kalau begitu Yu Jian akan ada dibawah bimbingan Tetua Zhang. Kami nantikan prestasimu Yu Jian.”


Saat itu Yu Jian sudah sepenuhnya menjadi murid kelas spesial di Sekte Azure.