
Cahaya matahari masuk melalui celah jendela kamar. Suara burung terdengar dari luar, itu adalah suara yang sangat buruk hingga membangunkan Yu Jian dari tidurnya seakan-akan ia baru saja mengalami mimpi buruk.
Saat Yu jian membuka matanya hal pertama yang ia rasakan adalah berat pada bagian dada miliknya. Segera ia melihat apa yang tengah menindihnya itu. Sosok berbulu putih dengan telinga besar dan ekor bulu nampak tidur dengan nyaman di dada Yu Jian. Itu adalah sosok rubah dengan bulu yang lembut bagai kapas saat Yu Jian menyentuhnya.
Saat Yu Jian memegangi telinga besarnya itu sang rubah nampak bangun dari tidurnya dan keduanya saling bertatapan. Nampak mata tajam berwarna kecoklatan karamel pada rubah itu. Setelah bertatapan selama beberapa saat sang rubah bangun dari dada Yu Jian sambil meregangkan tubuhnya lalu turun.
Yu Jian pun merapikan tempat tidurnya sambil meregangkan tubuhnya yang kelelahan. Setelah beberapa hari akhirnya ia memiliki tidur yang layak. Bukan tidur sambil menyandarkan tubuh ke pohon, di kasur keras, atau bahkan di lingkungan penuh nyamuk. Setelah Yu Jian membereskan tempat tidur dan mengganti bajunya rubah itu nampak menunggu Yu Jian di depan kamarnya. Saat rubah itu melihat Yu Jian ia mulai bertingkah seakan-akan hendak mengajak Yu Jian untuk mengikutinya. Jadi Yu Jian pun memutuskan untuk mengikuti rubah itu. Dalam perjalanan bersama rubah itu Yu Jian melihat kondisi rumah kecil itu, rumah itu bahkan lebih kecil dari rumah master Zhang. Hanya terdapat dua ruang berpintu dan satu ruang utama semalam begitu sampai baik Yu Jian dan Yi Wei memutuskan untuk beristirahat sehingga Yu Jian belum melihat kondisi sekitar.
“Tempat Yi Wei… nampak sangat minimalis ya?” ucap Yu Jian pada dirinya sendiri.
Tidak banyak perabotan yang ada di tempat itu karena Yi Wei sendiri mengatakan bahwa ia jarang berada di tempat tinggalnya dan memilih meneliti di gudang belakang rumah. Selain memiliki sedikit perabotan, tepat itu juga dipenuhi debu karena jarang digunakan oleh Yi Wei. Yu Jian pun memutuskan untuk membersihkan debu yang ada disana.
***
Setelah membersihkan tempat itu hingga tengah hari Yu Jian pun menatap puas dengan kondisi rumah itu yang menjadi bersih. Dari luar rubah putih kecil itu muncul dan berjalan ke arah Yu Jian. Ia mengelilingi kaki Yu Jian berkali-kali seperti sedang mengajak Yu Jian menuju halaman belakang tempat Yi Wei berada. Di Belakang tampak sebuah gudang yang berukuran kecil bagaikan sebuah kamar tidur untuk satu orang saja.
Tengah tertidur di kursinya nampak Yi Wei tengah membaringkan kepalanya. Disebelah Yi Wei nampak sebuah topeng putih yang biasanya dikenakan. Yi Wei tengah tertidur diatas meja sambil melepaskan topengnya, meski begitu wajah Yi Wei tidak terlihat karena sedang berada di posisi yang sulit terlihat oleh Yu Jian. Rambut miliknya nampak terurai menutupi sebagian dari wajahnya. Memikirkannya saja membuat Yu Jian berdebar-debar, sudah beberapa hari sejak ia habiskan waktu bersama Yi Wei namun belum mengetahui wajahnya yang sebenarnya. Akan tetapi Yu Jian memutuskan untuk keluar dari tempat itu.
“Aku tidak tahu apakah ia menyembunyikannya atau tidak, tapi jika Yi Wei memang berniat menunjukkannya maka biarkan ia saja yang menunjukkannya padaku secara langsung.” kata Yu Jian pelan.
Saat baru hendak beranjak dari tempat tu langkah Yu Jian terhenti oleh keberadaan seseorang. Pria yang tingginya sedikit di bawah Yu Jian dengan rambut hitam panjang diikat dengan pakaian putih dan kain biru yang terikat di pinggangnya.
“Siapa kau?” tanya orang itu sambil mencoba meraih pedang miliknya.
“Aku Yu Jian, teman Yi Wei.” balas Yu Jian gugup.
“Yu Jian? Aku tidak ingat Yi Wei pernah memiliki teman bernama Yu Jian, terutama aku tidak pernah menemukan seorang pria yang beraroma seperti Yi Wei.” kali ini orang itu menarik pedangnya dengan mantap seakan-akan sudah berniat membunuh Yu Jian saat itu juga.
“A-Aroma?” Yu Jian bingung.
Yu Jian mengambil langkah mundur dari orang itu. Ia merasakan aura permusuhan yang begitu pekat, bahkan Yu Jian yang sudah lama tidak berlatih bela diri saja bisa merasakan aura membunuh yang orang itu arahkan padanya.
“Benar, aku sangat paham dengan aroma yang dipancarkan oleh Yi Wei. Saat ini kau memiliki aroma yang sama dengannya, apa yang kau lakukan pada Yi Wei!” teriaknya.
Sial ada yang salah dengan orang ini. Bau? Dia hafal dengan bau seorang wanita? Aku tidak mengira akan ada orang seperti ini di sekte Azure!
Sebuah tebasan melayang mendekati Yu Jian, tebasan yang sangat cepat dan Yu Jian lihat dengan matanya. Tetapi tubuhnya tidak dapat bereaksi sepenuhnya meski berhasil melihat serangan itu. Tebasan itu mengenai dada Yu Jian, meski tidak dalam karena Yu Jian berhasil meminimalisir kerusakan yang diberikan dengan melakukan lompatan ke belakang.
Darah mengalir dan membuat baju kaos berwarna biru yang Yu Jian bawa dari rumah bercampur dengan warna merah. Pendaratan Yu Jian saat lompat ke belakang tidak mulus dan dirinya terjatuh ke tanah.
“Sial. Yi WEI!” Teriak Yu Jian.
“Hmph… Memanggil seorang wanita untuk menyelamatkanmu? Benar-benar mengecewakan.”
Pintu terbuka dengan keras dan nampak Yi Wei keluar dengan kondisi sudah menggunakan topeng putih miliknya. Meski kondisi darurat sekalipun ia tidak lupa untuk menggunakan topeng.
“Yu Jian! Ada apa ini?” Yi Wei berlari panik ke arah Yu Jian.
“Aku hanya mencoba mengurus seorang penyusup ke tempat ini.” jawab orang aneh yang hafal dengan aroma Yi Wei.
“Li Yating? Yu Jian bukanlah penyusup, dia tamuku. Jika kau kemari hanya untuk cari masalah maka pergi saja dari tempat ini.” Sambil mengatakan itu Yi Wei mengeluarkan sesuatu dari balik pakaiannya dan memberikannya kepada Yu Jian.
“Aku tidak serapuh itu sehingga perlu kau perlu khawatirkan. Kembalilah ke tempatmu sebelum aku mengusirmu dengan racun.”
“Tch”
Setelah itu Li Yating pergi, ia memberikan tatapan tajam kearah Yu Jian. Yu Jian pun paham kalau urusannya dengan Li Yanting tidak selesai disini. Li Yanting pun pergi, ia bergerak dengan cukup cepat yang berarti ia sudah di pelatihan bela diri tingkat atas. Yi Wei segera membantu Yu Jian untuk bangun dan membawanya ke dalam rumah dan mengobatinya.
Yi Wei perlahan menutup luka Yu Jian menggunakan sebuah kain berwarna putih. Sebelumnya ia memberikan beberapa oles obat yang Yu Jian rasa cukup panas sehingga membuat wajahnya menunjukan ekspresi sakit.
“Maaf membuatmu terluka seperti itu. Li Yating adalah murid kelas spesial sepertiku, aku sudah berkali-kali melihatnya mengikutiku. Kurasa ia salah paham dengan keadaan kita.” jelas Yi Wei.
“Itu bukan salahmu. Kurasa siapapun memang akan salah paham saat melihat seorang pria dan wanita tinggal di tempat yang sama. Hanya saja aku pikir para ahli beladiri membawanya ke tingkat yang lebih berbahaya dengan melibatkan pedang dan darah.” Yu Jian berusaha bercanda.
“Sekali lagi aku minta maaf. Sebagai gantinya aku membiarkanmu mencoba obat yang sedang aku kembangkan.”
Yu Jian mengerutkan wajahnya saat Yi Wei mengatakan obat itu sedang dalam perkembangan. Ditambah Yi Wei merupakan ahli tanaman racun dan bukan obat membuat Yu Jian tidak yakin dengan khasiatnya.
“Kau menjadikanku tikus lab?”
“Aku tidak tahu apa itu tikus lab, tapi aku bisa jamin kalau itu tidak membunuhmu. Setidaknya.” Yi Wei berusaha meyakinkan.
“Benar-benar tidak meyakinkan.” Yu Jian sudah pasrah.
“Kita akan tahu apakah itu berfungsi atau tidak nanti, saat ini yang perlu kau lakukan hanyalah beristirahat sambil mengumpulkan Qi milikmu. Dengan bantuan penyerapan Qi maka obat itu dapat diserap lebih cepat sehingga pengobatannya lebih efisien.”
Berdasarkan perkataan Yi Wei khasiat obat hanya terasa jika Yu Jian menggunakan teknik penyerapan Qi. Yu Jian tidak langsung menjawabnya dan justru memalingkan wajahnya dari Yi Wei.
Melihat respon itu Yi Wei menjadi tahu kalau akar dari permasalahan Yu Jian bukan pada pelatihan bela diri, tapi hingga ke akar bela diri itu sendiri yaitu Qi.
“Berhubungan dengan masa lalumu? Apakah mencoba menyerap Qi bahkan sudah menjadi hal yang berat bagimu?”
Nampak Yi Wei dengan kekhawatirannya terhadap Yu Jian. Ia menggenggam tangan Yu Jian, tetapi Yu Jian tidak menoleh ke arah Yi Wei. Ia menarik tangannya dari Yi Wei, dalam dirinya bercerita hanya akan membuatnya tersiksa. Berusaha mengeluarkan satu kata saja Yu Jian merasa seperti dirinya di cekik oleh masa lalunya.
“Akan aku berikan kamu obat lain, kali ini kau bisa tenang. Obat yang aku berikan buatan master.”
Yu Jian merasa bersalah karena mengabaikan Yi Wei, akan tetapi ia sendiri tidak tahu harus merespon perkataan Yi Wei seperti apa.
Setelah kembali dengan pil obat Yi Wei meninggalkan Yu Jian untuk beristirahat lagi. Ia terhenti di depan kamar Yu Jian lalu berbalik menatap Yu Jian.
“Kalau kau sudah siap bercerita, aku mau mendengarkannya.”
Setelah mengatakan itu Yi Wei keluar dari rumah menuju tempat masternya.
_______
Ahli Bela Diri Tingkat Pemula
Merupakan tingkatan terbawah dalam pembelajaran seni bela diri. Orang yang berada di tahap ini merupakan para ahli bela diri yang sedang memperkuat fondasi fisiknya. Ahli tingkat pemula berlatih untuk menyiapkan fisik mereka agar lebih kuat sehingga dapat mengatasi sifat Qi yang kuat dan dapat merusak fisik penggunanya jika tidak memiliki fisik yang kuat.