
Penumpang gelap, sosok orang yang tidak diinginkan muncul dalam sebuah kelompok. Biasanya orang akan disebut sebagai penumpang gelap karena kehadirannya yang tiba-tiba atau sembunyi-sembunyi.
“Kaki ku pegal Li Jia!” keluh penumpang gelap.
“Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk lebih sering meningkatkan stamina darip[ada melatih teknik saja.” balas Li Jia.
Didepan Yu Jian dan Yi Wei nampak Xia Wu dengan barang bawaannya sendiri. Disaat ketiganya memutuskan istirahat di penginapan di malam pertama mereka bertemu dengan Xia Wu. Saat itu ia baru saja menyelesaikan misi sekte sebagai pengawal orang penting ke wilayah sekitar penginapan itu.
“Kenapa Xia Wu mengikuti kita?” bisik Yu Jian.
“Kurasa semua sudah dalam rencana mereka.” balas Yi Wei.”
“Kenapa? Jika XIa Wu ingin ikut harusnya ia katakan saja. Kita bisa menjemputnya seperti yang kita lakukan sekarang.” Yu Jian masih bingung.
“Meski ia adalah murid sekte tingkat 1, tapi Xia Wu tidak boleh melakukan misi berbahaya berdasarkan perkataan ketua sekte. Aku tidak tahu alasannya, tapi alasan ia tidak memberitahu itu agar ia tidak dilarang mengikuti misi ini saat kau memberitahu siapa saja yang ikut.” jelas Yi Wei.
“Bukankah ini berbahaya? Selain misi melawan divine beast aku bisa di hukum oleh penegak hukum sekte karena membawanya ikut misi ini.” Yu Jian keringat dingin.
Keduanya hanya melihat XIa Wu dan Li Jia yang saling mengganggu satu sama lain dengan candaan.
Yu Jian dan yang lainnya kini hampir sampai di titik temu mereka dengan sekumpulan orang yang nampak terbaring di tanah. Bau darah tercium diudara dan di depan mereka terdapat seorang perempuan yang usianya tidak diketahui. Ia mengenakan pakaian berwarna merah dengan kain putih yang menutupi area dadanya. Nampak ia memegang pedang yang berlapis darah.
Sontak Li Jia dan Xia Wu bersiap mengeluarkan pedang mereka. Sosok itu menatap ke arah Yu Jian saat menyadari keberadaannya. Kini Yu Jian bisa melihatnya dengan lebih jelas, terdapat luka kecil horizontal pada area hidungnya. Perlahan ia berjalan mendekati Li Jia dan Xia Wu yang ada di depan Yu Jian dan Yi Wei.
Li Jia pun mengeluarkan pedangnya dan mengambil posisi paling depan untuk melindungi Xia Wu. Yu Jian yang tidak bisa diam saja pun menggunakan teknik beladirinya, ikazuchi. Yu Jian memegangi pundak Xia Wu dan menariknya ke belakang dengan pelan.
Saat Yu Jian sudah berada di sisi Li Jia, ia semakin merasakan rasa haus darah dan tekanan yang dipancarkan orang itu.
“Ini… Kupikir berada diluar kapasitas kita kau tahu?” Yu Jian tidak yakin.
Li Jia tidak langsung menjawabnya. Tatapannya begitu tajam seperti serigala yang sedang mempertahankan wilayah kekuasaannya. Tanpa aba-aba atau rencana Li Jia maju dengan cepat ke arah sosok itu.
“Li Jia!” Yu Jian berteriak.
Li Jia tidak mendengarkan ucapan Yu Jian dan fokus menggenggam pedangnya. Saat ia mendekati orang itu ia menggunakan serangkaian teknik yang lebih buas dari yang Yu Jian biasanya lawan. Gerakannya begitu gesit dan pedangnya seperti cakar dan gigi yang hendak mencabik-cabik mangsanya.
“Lumayan juga.”
Meski dengan serangan super cepat dan begitu tajam, tidak ada satupun serangan Li Jia yang bisa mendarat bahkan di bajunya sekalipun. Perbedaan kemampuan orang tersebut terlihat sangat jelas jika dibandingkan dengan Li Jia, mengetahui hal itu Yu Jian berencana bergabung dan membantu Li Jia.
“Berhati-hatilah. Setidaknya orang itu ada di peringkat grandmaster.” Yi Wei tahu Yu Jian akan maju.
Yu Jian hanya mengangguk dan mengalirkan Qi petir ke matanya untuk memperoleh kemampuan melihat yang lebih jelas dan akurat. Karena tekini Li Jia begitu cepat, kuat dan sulit dibaca sepenuhnya Yu Jian tidak bisa masuk dan melakukan serangan bersama Li Jia. Yu Jian menunggu waktu tepat antara Li Jia atau orang itu menunjukan celah yang membuatnya bisa masuk diantara keduanya.
Serangan Li Jia terus dihindari orang itu yang bahkan hanya menangkis dan menghindar saja sejak tadi. Dengan pengelihatannya Yu Jian menyadari pergerakan Li Jia nampak mulai melambat. Monster stamina itu mulai kehabisan energi Qi dan stamina karena serangannya terus dihindari dan tidak melakukan jeda serangan.
Tidak hanya Yu Jian yang melihat itu, orang itu bersiap memberikan serangan pada Li Jia. Dengan mengalirkan Qi ke bagian kaki dan tangan kanannya saja, Yu Jian melesat melewati celah itu. Memberikan serangan pada orang itu sebelum sempat memberikan tebasan pada Li Jia.
Krang…
Pukulan milik Yu Jian berhasil ditahan menggunakan pedang. Dalam waktu singkat pedang orang itu yang awalnya bersiap menyerang langsung menjadi bentuk pertahanan. Meski begitu pukulan Yu Jian Tetap berhasil memukulnya mundur sejauh 20 meter.
“Kau terlalu gegabah, seharusnya saat beberapa seranganmu berhasil kau mundur saja dan kita bertarung bersama.” Yu Jian khawatir.
Yu Jian hanya bisa membisu. Teknik miliknya adalah teknik beladiri fisik dan Li Jia teknik pedang. Ditambah teknik pedang Li Jia sangat agresif dan serangannya berkesinambungan tanpa jeda. Jika Yu Jian bertarung bersama dengan Li Jia akan ada dua skenario. Antara Yu Jian tertebas Li Jia atau Li Jia kerepotan dan kehabisan stamina karena semakin sering membelokan serangannya saat Yu Jian ada di dekatnya.
Sosok itu tersenyum saat melihat Yu Jian dan Li Jia, seperti ia cukup puas terhadap keduanya. Ia menyarungkan pedangnya dan mengikat gagang dan sarung pedang agar tidak lepas. Ia mengarahkan pedang yang tengah disarungkan itu pada Yu Jian dan Li Jia.
Meski dengan mata yang penglihatannya sudah diperkuat dengan Qi Yu Jian tidak dapat melihat serangan itu datang. Pedang itu menghantam perut, kaki, dan leher Yu Jian dan Li Jia dalam waktu bersamaan.
Li Jia yang sudah kelelahan langsung pingsan saat menerima serangan itu. Namun Yu Jian yang masih prima berhasil menahan rasa sakit yang bisa membuatnya pingsan itu. Ia berbalik ke belakang untuk memberikan serangan balasan.
Saat itu juga sosok itu menghindar dan menusukan pedang yang masih di sarung itu ke perut Yu Jian. Tidak cukup sampai disitu saja ia memberikan tenaga besar hingga berhasil mengangkat tubuh Yu Jian keudara. Sebelum Yu Jian terpental jauh, orang itu mengangkat tinggi pedangnya dan memukul Yu Jian hingga menghantam ke tanah. Yu Jian kini bergabung dengan Li Jia yang pingsan ditanah.
Perempuan itu mengangkat Yu Jian kebahunya dan membawa Li Jia disamping seperti sedang membawa karung. Ia berjalan mendekati Yi Wei dan Xia Wu, sontak Xia Wu bersiap mengeluarkan pedangnya namun ditahan Yi Wei.
“Bukankah itu sedikit berlebihan untuk melihat kemampuan mereka?” tanya Yi Wei.
“Misi kalian adalah membantuku untuk memburu imoogi, tentu kalian harus memenuhi syarat.” perempuan yang dikira bandit oleh mereka angkat bicara.
“Eh Yi Wei?” Xia Wu sambil menarik lengan baju Yi Wei.
“Awalnya aku berpikir ia ini bandit, hanya saja aku berpikir kalau dia ini adalah orang yang dimaksud master. Anda kenalan master ku bukan?” tanya Yi Wei.
“Benar sekali, aku Huo Ling.” Huo Ling memperkenalkan diri.
“Huo Ling! Maksudmu Sword Emperor?!” Xia Wu tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.
_______
11 Dibawah Surga
1. Spear Emperor
2. Sword Emperor
3. Rubah Kayangan
4. Fist Emperor
5. Venom Emperor
6. Death
7. Si Bijak dari Timur
8. Heavenly Demon
9. Heavenly Sage
10. Pedang Kebajikan
11. God of Wisdom