Level Up! Martial Technique

Level Up! Martial Technique
Penyesalan Seorang Reinkarnator [12]



Hembusan angin menyapu daun yang hinggap di kepala Yu Jian. Di Bawah pohon yang tidak jauh dari tempat tinggalnya dan Yi Wei, Yu Jian sedang menyerap Qi dari alam sekitarnya. Kapasitas kolam Qi miliknya semakin bertambah besar beberapa hari ini, meski begitu masih belum sebesar mereka yang berada di ranah master hingga diatasnya.


Di pangkuan Yu Jian, terlihat Qiqi, rubah kecil milik Yi Wei. Ia adalah rubah aneh yang kuat menahan racun, Qiqi adalah rubah yang awalnya milik master Zhang. Rubah itu setidaknya sudah berusia lebih dari 15 tahun. Saat Yi Wei melihat rubah itu jarang diurus oleh Yi Wei memutuskan untuk memeliharanya.


Saat tengah terbaring di pangkuan Yu Jian, nampak telinga Qiqi berulang kali bergerak kecil seperti mendengar sesuatu. Qiqi banun dari tidurnya dan melihat kearah sumber suara itu dengan tatapannya yang masih mengantuk.


“Heh… boleh juga perkembanganmu. Kau sudah terbiasa berlatih lagi?” tanya master Zhang sambil bersandar di pohon itu.


Yu Jian yang mendengar suara dari master Zhang pun tersadar dari meditasinya. Qi berhenti terhisap ke arahnya dan Yu Jian membuka matanya.


“Sebenarnya masih belum terlalu. Rasanya masih sedikit canggung saat aku berlatih, hanya saja ini tidak terlalu mengganggu.” jawab Yu Jian.


“Baguslah kalau begitu. Tapi apa persiapanmu hanya memperbesar kolam Qi dan meningkatkan kuantitasnya saja? Kalau cuma itu ketua sekte tidak akan puas loh.” master Zhang penasaran.


“Tenang saja guru Zhang Tapi jika aku boleh tahu, kira-kira apa ujian untukku nanti?”


Master Zhang tidak langsung menjawab hal itu. Ia hanya bangun dan menatap langit sambil meletakan jari-jarinya di dagu. Ia berjalan mondar-mandir bagai orang yang tengah kebingungan.


“Entahlah, ini kasus pertama kami menerima murid diluar waktu yang ditentukan. Yu Jian sendiri ahli di bidang apa? Bertarung? Obat-obatan? Racun? Formasi?”


“Kalau kau tanya ke orang yang terakhir berlatih pada usia 9 tahun seperti aku mungkin aku tidak tahu jawabannya. Tapi kurasa aku cukup ahli- tidak aku setidaknya bisa berkelahi. Di Tahap yang setidaknya lebih bagus dari pilihan lainnya.”


Yu Jian teringat akan masa lalunya, karena dirinya lemah Yu Jian berusaha menemukan cara menutupi kelemahannya. Salah satu caranya adalah mempelajari teknik bela diri seperti karate dan taekwondo. Meski begitu teknik itu tidak terlalu  membantu karena bela diri biasa saja tidak akan bisa digunakan untuk melawan monster atau awakener lainnya.


Disisi lain Yu Jian juga menguasai teknik senjata belati dan peringanan tubuh yang ia peroleh dari sistem. Akan tetapi Yu Jian tidak yakin hal tersebut akan membuat ketua sekte puas.


“Kalau kau merasa cukup percaya diri maka itu cukup. Tapi aku beritahu jika aku hanya bisa membantumu sampai sini saja.” katanya.


“Membantu sampai sini? Yang guru Zhang lakukan hanyalah menyeretku dari rumahku dan melempar segala persiapanku pada Yi Wei. Kau bahkan tidak memberikan saran atau setidaknya pelatihan padaku.” Yu JIan bercanda.”


“Maaf… Maaf… Aku memiliki ba-” omongannya terputus oleh Yu Jian.


“Sebenarnya apa tujuan guru Zhang membawaku kemari?” Yu Jian bertanya dengan nada suara dalam.


Master Zhang tidak menjawab itu dan hanya menatap Yu Jian dengan mata tertutup seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu. Ia tersenyum kecil sambil memiringkan kepalanya seakan-akan tengah berkata berkata.


Entahlah… Apa maksudmu?


Sadar bahwa ia tidak akan memperoleh jawaban, Yu Jian hanya menghembuskan nafasnya sambil mengacak-acak rambutnya. Melihat Yu Jian yang nampak menyerah mencari jawaban atas pertanyaannya master Zhang berbalik dan berjalan pergi dari tempat Yu Jian


“Lalu, apakah menurut guru Zhang yang perlu aku lakukan hanyalah membuat ketua sekte tertarik dan puas denganku?” tanya Yu Jian sebelum master Zhang bertambah jauh.


“Kalau begitu, aku sudah menemukan caranya.” jawab Yu Jian dengan cukup tegas.


“Begitukah? Kalau begitu aku nantikan, saat tengah hari pergilah ke puncak latihan sekte. Tesmu akan dilaksanakan disana, akan ada banyak orang yang melihat penampilanmu.”


Setelah mengatakan itu master Zhang pergi menyisakan Yu Jian dan detak jantungnya yang berdetak kencang. Ia lupa jika tesnya hari ini dan bukan besok karena sempat tertidur satu hari saat terluka.


***


Matahari tepat berada diatas kepala. Teriknya dan panasnya begitu terasa di kulit Yu Jian. Saat itu metua sekte tengah memberikan pidatonya atas berdirinya sekte setelah beberapa ratus tahun. Disebelahnya nampak juga para tetua sekte dan master Zhang berdiri dengan pancaran aura penuh wibawa.


Disinilah Yu Jian, berdiri di lapangan dengan kerumunan orang yang menjauhi dirinya seakan-akan terdapat tembok tak terlihat. Disebelah Yu Jian ada Yi Wei yang menjadi penyebab orang-orang tersebut menjauh. Mereka takut dengan tubuh dan Qi racun milik Yi Wei sehingga menjauhinya.


Ada apa dengan mereka? Tidak sopan sekali. Padahal selama dua minggu bersama Yi Wei aku tidak merasakan apapun. kata Yu Jian dalam hati.


“Lalu hari ini kita akan menemukan sesuatu yang berbeda.” ucap ketua sekte dari tempatnya dengan lantang. “Hari ini akan ada satu orang yang masuk ke sekte kita atas rekomendasi tetua Zhang. Tapi seperti yang kita tahu, sekte kita termasuk dalam 5 sekte terkuat. Meski atas rekomendasi tetua sekalipun kita tidak akan menerimanya begitu saja.”


Ketua sekte menatapku dengan tajam dari atas. Tatapan yang menusuk dan membuat Yu Jian merasa semakin gugup.


“Yu Jian, jadi apa keahlianmu?”


“Aku, akan menjadi ahli bela diri yang dapat bertarung.” kata Yu Jian sambil maju kedepan.


“Begitu ambigu, kau tidak menyebutkan keahlianmu secara spesifik seakan-akan kau masih memilahnya. Tapi itu tidak penting, akan aku persilahkan kau melawan salah satu murid sekte untuk menunjukan nilaimu.” ucapnya


“Maaf ketua sekte, kalau bisa aku tidak ingin menggunakan teknikku pada anda.”


Seluruh murid sekte langsung bersorak setelah mendengar apa yang Yu Jian katakan. Banyak yang mencemoohnya karena tidak tahu tempatnya, ada juga yang bertaruh apakah Yu Jian akan diterima atau tidak di sekte.


“Ketua sekte? Apa menurutmu nilaimu sudah bisa disamakan ketua sekte ini?” tanya salah satu tetua yang Yu Jian tidak ketahui.


“Sudahlah tetua Fu. Berikan aku alasannya?”


“Aku memiliki sebuah teknik, jujur aku tidak yakin jika seorang murid bisa menahannya.”


Sorakan semakin terdengar dengan keras diantara para murid. Mereka seakan-akan diejek lemah oleh seseorang yang bahkan belum menjadi murid Sekte Azure. Disisi lain master Zhang yang tengah duduk di kursinya nampak menatap puas pertunjukan itu. Jika didunia ini ada popcorn maka master Zhang akan memakannya dengan puas sambil melihat tingkah Yu Jian.


“Begitu arogan, baiklah. Tapi kurahap omonganmu sebanding dengan yang kau lakukan.”


Ketua sekte menyetujui permintaan milik Yu Jian. Dengan detak jantung yang bertambah cepat Yu jian bersiap untuk melawan ketua sekte