
Yu Jian dan Yi Wei pun melepaskan pelukan satu sama lain. Tidak ada kecanggungan sama sekali diantara mereka. Yi Wei bangkit dari kasur sambil melihat-lihat dirinya tanpa alasan yang jelas.
“Ada apa?” Yu Jian penasaran.
“Bukan apa-apa, hanya saja tubuhku terasa sangat nyaman. Setidaknya jika dibandingkan biasanya, bahkan disaat aku meminum obat.” jelas Yi Wei.
“Obat?”
“Master dan aku biasanya menggunakan obat yang sedang kami kembangkan. Meski begitu efeknya tidak begitu efektif, hanya sedikit mengurangi saja. Pada akhirnya tidak bisa menekannya sepenuhnya atau menghilangkannya.” balas Yi Wei
Yi Wei pun bercerita lebih jauh soal obat yang ia kembangkan selama beberapa hari ini sehingga ia kekurangan waktu tidur.
“Hooh… Nampaknya berpelukan denganku memberikan hal baik bagimu.”
Yu Jian berbicara sambil meletakan jarinya di dagu seperti orang sombong. Namun Yi Wei tidak menanggapinya sama sekali dan fokus meraba-raba tubuhnya. Ia nampak melompat sedikit karena kegirangan.
“Ya apapun penyebabnya itu aku senang. Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau sudah menerima dirimu yang sekarang, kau tidak berkewajiban lagi menjadi seorang ahli bela diri untuk lepas dari kegelapan yang mengikat hatimu lagi.”
Untuk sesaat Yu Jian membeku sambil menatap Yi Wei. Namun beberapa saat kemudian ia tersenyum seperti sudah mendapatkan jawabannya saat melihat Yi Wei.
“Tidak, aku akan tetap menjadi ahli bela diri.” katanya sambil tersenyum pada Yi Wei.
“Alasannya?” Yi Wei memiringkan kepalanya ke kanan sedikit.
“Rahasia.” Goda Yu Jian.
“Kau masih mau bermain rahasia-rahasiaan disaat kau baru saja membongkar kehidupan lamamu.”
“Yang satu ini tetap privasi ku saja.” balas Yu Jian.
Dari balik topengnya terdengar suara nafas Yi Wei nampak kecewa. Namun ia tidak mempermasalahkannya. Ia meraih kantongnya dan mengeluarkan botol pil Qi dan salep penyembuh buatannya yang ia berikan pada Yu Jian sebelumnya.
“Karena kau sudah memutuskan, maka pil ini akan membantumu. Jangan lupa melatih fisikmu walau hanya sedikit, tapi ya kurasa itu mustahil dengan kondisimu saat ini. Berjuang…”
Sebelum Yi Wei menyelesaikan kata-katanya ia terjatuh ke arah kasur Yu Jian. Yu JIan yang panik pun segera menangkap tubuh Yi Wei. Meski yang ia jatuh di kasur, dengan topeng yang ia gunakan akan tetap menyakitkan nantinya.
Luka milik Yu Jian nampak terbuka sedikit. Darah nampak memerahkan kain putih di area perutnya lagi. Nampak wajah meringis Yu JIan sambil menahan sakit.
“Yi- Yi Wei! Siapapun!” Teriak Yu Jian.
Seorang perawat datang menghampiri Yi Wei dan Yu Jian. Ia segera memeriksa Yi Wei dengan menekan pergelangan tangannya dan merasakan denyut nadinya. Namun perawat itu tidak merasakan adanya yang aneh pada tubuh Yi Wei.
“Dia hanya tertidur, kurasa ia kelelahan.” kata perawat itu.
“Ah baiklah kalau begitu, akan aku biarkan ia tidur ditempatku. Aku memutuskan untuk menggunakan salep ini untuk mempercepat penyembuhanku.”
Setelah itu sang perawat hanya mengangguk lalu memposisikan tubuh Yi Wei dengan nyaman diatas kasur sementara Yu Jian duduk dilantai. Ia membuka kain yang menutupi lukanya dan mengoleskan salep berwarna hijau itu di atas lukanya.
Saat salep itu mengenai luka ia merasakan sensasi panas yang menyakitkan. Segera Yu Jian membuka botol pil dan menyerap Qi untuk meringankan rasa sakit dan mempercepat efek dari salep tersebut.
Setelah sekian lama akhirnya Yu Jian kembali menyerap Qi lagi. Ia merasakan sensasi Qi melebur di tubuhnya dan diserap menuju kolam Qi miliknya. Ia juga merasakan sensasi QI yang melewati nadi Qi nya yang sudah mengering itu.
***
Yu Jian bangkit sambil melihat lukanya yang sudah menutup. Meski masih meninggalkan bekas luka namun ia sudah tidak merasakan sakit lagi darinya. Setelah memeriksa kondisinya Yu Jian melihat kearah Yi Wei yang masih terbaring dengan topeng di wajahnya. Yu Jian meraih Yi Wei dan menempatkannya dalam gendongan seperti tuan putri di cerita dongeng.
“Seharusnya aku menunggumu bangun saja, tapi kurasa tidak terlalu baik untukmu berlama-lama disini karena aku merasakan Qi racunmu mulai meningkat lagi meski belum berbahaya.”
Dengan Yi Wei yang dalam kondisi di gendong Yu Jian pun berjalan keluar. Sebagai percobaan karena sudah kembali ke dunia bela diri, Yu Jian bergerak dengan teknik meringankan tubuh yang ia miliki dulu.
Ia melompati batuan demi batuan dan melewati jalan yang tidak lazim dilalui karena bisa menggunakan teknik meringankan tubuh. Saat hendak sampai di dekat tempat tinggal keduanya, langkah Yu Jian terhenti oleh sosok pria dihadapannya. Sosok yang nampak tidak asing bagi Yu Jian.
“KAU! APA YANG KAU LAKUKAN KALI INI PADA YI WEI!” Li Yating menghunuskan pedangnya
Yu Jian yang masih dalam keadaan menggendong Yi Wei pun hanya bisa menghindar. Tidak ada satupun serangan Li Yating yang mengenai Yu Jian karena teknik meringankan tubuhnya lebih ringan dan cepat dibandingkan Li Yating.
Ia terus menghindarinya, namun Yu Jian merasa ia sudah mencapai batasnya untuk terus menghindar. Ia mungkin hanya bisa melakukan beberapa lompatan lagi sebelum akhirnya kelelahan. Jadi ia melakukan satu lompatan kuat agar jaraknya dan Li Yating cukup jauh.
“Senior, bisakah kau berhenti mengarahkan pedangmu setiap kali kita bertemu?” Keringat mengalir deras di dahi Yu Jian
“Kau sendiri, apa yang kau lakukan dengan Yi Wei!” teriak Li Yating.
“Aku tidak melakukan apapun pada Yi Wei, ia hanya kelelahan karena kekurangan tidur. Jika senior Li Yating tidak ada keperluan kau bisa pergi sekarang. Atau kau lebih suka dibenci oleh Yi Wei karena saat ia bangun aku akan ceritakan soal penyerangan mu lagi?” ancam Yu Jian ringan.
“Tch…” Li Yating menyarungkan pedang miliknya.
Ia tidak langsung seketika pergi. Li Yating berjalan ke arah Yu Jian, namun Yu Jian tetap cuek karena ia tidak merasakan niat membunuh atau permusuhan dari Li Yating saat ini.
“Jadi sebenarnya siapa kau dan kenapa kau selalu ada didekat Yi Wei?” ia penasaran dengan wajah serius seperti orang cemburu.
“Salam kenal senior Li Yating, namaku Yu Jian. Aku calon murid sekte Azure.” Yu Jian memperkenalkan dirinya dengan sopan meski secara usia keseluruhan ia lebih tua.
“Calon murid? Sekte sudah menutup pendaftaran murid baru beberapa bulan yang lalu.” ia kebingungan.
“Aku masuk atas rekomendasi master Zhang Feng.” jelas Yu Jian.
“Rekomendasi? Kalau begitu kau kemungkinan akan menjadi murid kelas spesial ya.”
Yu Jian memiringkan kepalanya saat Li Yating menyinggung soal kela spesial. Ia tidak pernah mendengar hal tersebut sama sekali, baik itu dari percakapannya dengan master Zhang maupun dari Yi Wei.
“Kelas spesial?” tanya Yu Jian.
“Kelas spesial berisikan orang-orang berbakat sepertiku. Meski begitu orang yang masuk dalam kelas spesial tetap masuk lewat pendaftaran karena sekte tidak pernah menerima murid diluar waktu pendaftaran. Kurasa master Zhang melihat sesuatu dalam dirimu sehingga memberikan kamu perlakuan khusus. Melihat hal itu jika kau diterima oleh sekte kau pasti berada di kelas spesial sepertiku dan Yi Wei.” jelas Li Yating.
Meski dijelaskan seperti itu Yu Jian tidak dapat memahaminya sama sekali. Li Yating nampak tidak berbakat dalam menjelaskan sesuatu kepada orang lain sehingga Yu Jian berpikir ia akan membangunkan Yi Wei saat ini juga demi mendapatkan jawaban langsung.
Disisi lain Yu Jian merasakan kalau Li Yating bukanlah orang yang sepenuhnya buruk. Semua perilakunya saat ini mungkin hanya didasarkan pada kecemburuannya kepada dirinya.
“Ya sudahlah, sebaiknya kau baringkan Yi Wei. Tapi ingat, jika kau macam-macam aku akan membunuhmu.” ancamannya dengan niat permusuhan yang pekat.
“A- Um... Tentu saja, aku tidak akan melakukan apapun pada Yi Wei.” balas Yu Jian.
Setelahnya Li Yating pergi dan Yu Jian membawa Yi Wei kedalam dan membaringkannya keatas kasur. Bahkan dengan semua kekacauan itu sekalipun ia tetap tidak terganggu dari tidurnya