
“Temari, sekarang kita hanya perlu masuk, dan kemudian kau bisa memikirkannya. Oke?”
“A– akan terlambat kalau kita sudah masuk ke dalam. Aku bisa terbawa suasananya, jadi…”
“Maksudnya apa?!”
Dia benar-benar tidak bisa mengerti apa maksud Temari. Shikamaru kehilangan akalnya.
Ada apa sebenarnya? Suasananya? Maksudnya suasana kuno penginapan itu? Terbawa? Terhanyut? Apa yang dimaksud itu kolamnya? Shikamaru tidak mengerti apapun.
Tetapi, ada satu hal yang dia tahu:
Pasti ada sesuatu yang salah dengan Temari hari ini.
Shikamaru meneliti wajah Temari, memandangnya dan memperhatikannya. Temari cepat-cepat memalingkan wajahnya dari tatapan Shikamaru.
Wajahnya memerah.
“Kau…” Ucap Shikamaru pelan. “Jangan bilang kau…”
Dia meletakkan telapak tangannya pada dahi Temari. Temari mengeluarkan suara terkejut, seluruh tubuhnya tersentak. Mungkin karena tangan Shikamaru dingin.
“Kau memanas(demam), ya?” Tanyanya.
Dahi Temari terasa agak hangat. Tapi, tidak seperti demam. Di sisi lain, wajahnya memerah hingga telinganya.
“A– Aku mau pulang, jadi…” Ucapnya kaku, perlahan menjauh dan berbalik.
Dia benar-benar bertingkah tidak seperti biasanya. Dari Temari yang biasa menjadi terlihat lemah, artinya kalau bukan karena demam, ada yang salah dengan kesehatannya. Tidak ada penjelasan lain.
“Oi, oi, tunggu dan bantu aku. Ini sudah malam, dan kondisi fisikmu buruk dan karena itu kau harus beristirahat disini semalam. Tidak apa-apa. Aku akan segera memesan kamar.”
Shikamaru mengatakan itu karena dia mengkhawatirkan Temari, tapi tampaknya dia mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan, karena Temari tiba-tiba berlari menjauhinya sekuat tenaga.
Shikamaru menatapnya,ternganga, pada pemandangan Temari yang berlari dengan kecepatan penuh.
Yah, setidaknya kesehatannya sudah membaik. Tapi tunggu, dia harus mengejarnya!
Shikamaru mulai berlari juga.
Dia sudah berhasil kesini bersama Temari, kalau mereka pulang begitu saja, maka akan jadi sia-sia. Dia harus mendapatkan saran Temari mengenai apa yang harus dilakukan untuk perjalanan bulan madu yang lebih baik.
Bagaimanapun, ini bukan hanya untuk Naruto, tapi juga Hinata. Hanya sudut pandang pria saja tidak cukup. Dia harus mengetahui sudut pandang wanita. Dia harus mendengar pendapat Temari mengenai area spa wanita disana, yukata yang disediakan, pelayanan yang diberikan untuk wanita, hal-hal itu tidak bisa dinilai oleh dirinya sendiri.
Ini tidak akan berhasil jika aku sendiri, Ini tidak akan berhasil jika aku sendiri…!
Tangan Shikamaru mencapai targetnya. Dia bisa menggapai Temari dengan tangannya.
Mengeratkan pegangannya pada tangan Temari, Shikamaru berteriak, “Aku mohon tunggu! Aku membutuhkanmu!”
Temari dipaksa berhenti, dan sekarang dia melihat Shikamaru dari balik bahunya. Untuk alasan tertentu, mata Temari terlihat sedikit basah.
Mereka berdua terengah-engah, benar-benar kehabisan napas. Nyala lentera yang redup sedikit menerangi wajah mereka, bayangan Shikamaru jatuh tepat pada Temari.
Mungkin dia sudah lebih tenang, karena wajahnya sudah tidak merah lagi. Di bawah cahaya lentera itu, wajah Temari terlihat lebih dewasa dari biasanya.
Shikamaru akhirnya tanpa sadar memandang wajah Temari.
Dia dikelilingi perasaan yang aneh. Seperti berada dalam mimpi.
“Apa tidak apa-apa…jika itu aku…?” Tanya Temari pelan.
Kata-kata itu menarik Shikamaru kembali kekesadarannya, dan mengumpulkan kembali akalnya. Dia mengangguk yakin.
“Yeah, tidak bisa kalau itu bukan kau!” Ucapnya serius, “Bagaimanapun, aku tidak bisa masuk ke daerah pemandian wanita!”
“…ha?” Untuk sesaat, rahang Temari ternganga. “Uhm…? Apa…maksudmu…?”
Shikamaru kebingungan melihat ekspresi yang diberikan Temari, seperti Temari mencurigainya. Itu adalah reaksi yang aneh baginya. Tapi untuk sekarang, yang terbaik adalah memverifikasi apa yang mereka berdua pikirkan.
“Bagaimanapun kau melihatnya, aku tidak akan bisa masuk ke area wanita di pemandian air panas itu, kan?”
“Tentu saja!” Dia terdengar sedikit geram. “Apa yang tiba-tiba kau…”
Temari menyadari sepenuhnya situasi itu, bagus. Seperti yang diharapkan dari Temari.
Kalau begitu, Shikamaru hanya perlu menjelaskan sisanya dengan hati-hati…
“Aku tidak bisa masuk ke area wanita. Karena aku adalah pria. Jadi aku membutuhkanmu untuk masuk ke area wanita. Karena kau bisa memasukinya. Seperti katamu, tentu saja. Ketika kau keluar dari area wanita, aku ingin kau memberitahukanku bagaimana disana, hanya dalam beberapa kalimat. Hanya itu saja. Oke? Itu sangat simpel untuk dilakukan, kan?”
SAMPAI SINI DULU , OKEY ?
BYE 😁🔥