KONOHA HIDEN

KONOHA HIDEN
HADIAH PERNIKAHAN 2



Semuanya berawal sekitar setengah hari lalu…


-


Di hari itu, Hokage Keenam, Hatake Kakashi mengumumkan misi spesial untuk mereka yang berada Konoha.


Itu adalah misi rahasia yang tidak boleh diketahui Uzumaki Naruto dan tunangannya Hyuuga Hinata. Dengan jelas dinyatakan, seperti ini:


“Semua yang akan menghadiri pernikahan Naruto dan Hinata harus membawa kado pernikahan.”


Itu adalah misi yang tidak masuk akal. Lagipula itu adalah sesuatu yang semua orang pasti akan lakukan.


Satu hal yang bisa diperkirakan adalah di antara para tamu undangan, ada banyak orang yang sudah membeli kado pernikahan dan mempersiapkannya. Walaupun begitu, sebagian besar teman Naruto dan Hinata masih sama mudanya dengan mereka. Sebagian besar dari mereka belum pernah menghadiri pernikahan, ataupun menghadiri pernikahan teman dekat mereka untuk pertama kali.


Sepertinya demi para tamu undangan yang belum berpengalaman itu Kakashi menjadikannya sebagai sebuah misi.


Bagimanapun, meskipun luarnya terlihat pendiam dan tenang, Kakashi adalah orang yang humoris. ‘Misi sangat rahasia’ ini adalah sesuatu yang cocok dengan gayanya.


Tapi,ada seseorang di antara para tamu yang menganggap ‘misi sangat rahasia’ ini serius. Seseorang yang menerima pengumuman misi ini dengan penuh semangat dibanding yang lain.


Seseorang itu adalah, tentu saja, orang yang mengaku sebagai Monster Hijau Tampan dari Konoha: Rock Lee.


“Aku pasti akan membalas pertemanan Naruto-kun dengan mengerahkan seluruh jiwa dan ragaku untuk menemukan hadiah pernikahan yang paling hebat!” Lee mendeklarasikan itu pada Kakashi, kemudian pergi dan berlari menjauh.


Lee adalah orang yang sangat percaya kalau dia akan menemukan banyak ide selama latihan. Dia bukan orang yang bisa berpikir sambil duduk diam. ‘Menggerakkan tubuhku akan membantuku berpikir’ adalah hal yang tertanam di pikirannya.


Tetapi…


Lee sudah belari dan berlari mengitari semua tempat di desa berkali-kali, tapi dia tidak mendapatkan ide satupun.


Saatputaran keduanya, kata ‘barbel’ muncul di pikiran Lee.


Tapi, itu sangat konyol. Bahkan Lee tahu kalau tidak ada yang akan membawa barbel sebagai kado pernikahan. Jadi, ide satu-satunya itu langsung dia singkirkan.


Meskipun dia terus berlari dan berlari, daritadi, Lee tidak memikirkan ide yang lain, membiarkan satu ide bagus tadi di kepalanya.


Harus ada hadiah yang tidak ada orang lain yang akan membawanya, sesuatu yang juga menggambarkan karakternya… Hadiah yang mengekspresikan perasaannya… hadiah yang akan diterima dengan senang hati, hadiah terbaik yang pernah ada…


Tapi tidak peduli seberapa sering dia berpikir dan terus berpikir, jawaban yang tepat belum juga muncul.


“Ikatan antara aku dan Naruto harus lebih baik dari ini…!” Lee berbisik pada diri sendiri sambil berlari.


Dia membuat satu resolusi:


Sampai dia bisa memikirkan kado yang tepat, dia tidak akan berhenti berlari!


Hatinya mencamkan itu. “Peraturan Pribadi” Lee sedang berjalan.


‘Peraturan Pribadi’ Lee itu muncul demi memperbaiki pikiran dan hatinya melalui latihan. Peraturan itu adalah ketika Lee memutuskan untuk melakukan sesuatu, maka meskipun tampaknya dunia akan hancur dan lenyap esok hari, dia akan tetap melihatnya hingga akhir. Itu adalah prinsip yang dianutnya dengan penuh keyakinan.


Sampai dia menemukan kado lain selain barbel, Lee akan terus berlari tanpa henti.


Ngomong-ngomong ,Lee tidak menghitung berlari mengitari perbatasan desa sebagai ‘satu putaran’.


Sama seperti bergerak maju mundur mengitari ruangan saat mengepel lantai- dengan contoh seperti itu, akan mudah untuk membayangkannya, kan? Bagi Lee, satu putaran desa artinya berlari mengitari seluruh area desa, setiap sudut dan celah dan jalanan yang ada di desa. Itu adalah hitungan yang simpel dan sangat jujur.