KONOHA HIDEN

KONOHA HIDEN
CHAPTER 3 BAGIAN 2




Garis pandang Shikamaru membuatnya bisa melihat bagian belakang rambut seorang wanita. Rambutnya tidak mencapai lutut seperti rambut teman satu timnya. Rambut wanita ini agak sedikit pendek, dan diikat dua. Dia adalah orang yang benar-benar berbeda, dan melihatnya membuat mata Shikamaru melebar.


Wanita di depannya adalah seorang jounin dari aliansi Konoha, Sunagakure… Temari.


Banyak orang yang datang dan pergi dari Konoha, bukan hanya shinobi dari desa lain seperti Temari. Ada banyak shinobi yang datang untuk menerima misi, kembali dari misi, klien yang memberi misi, dan banyak jenis orang lainnya. Arus datang dan pergi terus berlangsung.


Tentu saja, bukan berarti sembarang orang bisa masuk. Gerbang desa itu selalu dijaga ketat untuk mengawasi orang yang mencurigakan atau benda yang membahayakan, ada pengivestigasian dan pemeriksaan.


Temari, contohnya, adalah shinobi dari desa lain yang membawa kipas perang besar di punggungnya. Itu adalah senjata khusus pilihannya, sebuah kipas perang yang bisa menghasilkan angin kencang dan mematikan dalam satu ayunan.


Tapi meskipun membawa senjata berbahaya, Temari adalah shinobi dari desa aliansi, dan sudah bertahun-tahun bekerja sama dengan Konoha, jadi dia diberikan izin untuk membawa kipas perangnya melewati batas desa. Dia juga bisa dengan mudah melalui wawancara untuk mendapatkan izin pendatang, dan itu sudah didapatkannya sejak lama.


Temari yang sama sekarang berbalik karena teriakan Shikamaru yang terkejut, dan mengenali kedua orang itu. Matanya bertemu dengan mata Shikamaru.


“Hah, jadi kau yang berteriak. Apa yang kau lakukan?”


Shikamaru histeris karena terkejut, dia mengira bahwa Chouji secara kebetulan menemukan Ino.


Sekarang, dia berusaha sebaik mungkin untuk menjawab pertanyaan Temari dengan suara yang tenang, meskipun di dalam hatinya sangat gugup.


“O-oh yah. Kami baru saja makan siang dan kemudian… Ngg, ngomong-ngomong, apa yang kau …?”


“Aku kesini untuk memberi pemberitahuan awal soal rapat Ujian Chuunin.”


“Ujian Chuunin? Bukannya kita masih punya beberapa waktu lagi, ya?”


Temari adalah putri dari Yondaime Kazekage, dan kakak tertua dari Godaime Kazekage yang sekarang. Dia adalah orang yang sangat cermat dan cekatan dalam membantu adiknya dengan mengurus aktivitas diplomasi dengan desa lain. Seperti hari ini, dia bisa begitu saja datang dan pergi dari Konoha untuk berpartisipasi dalam rapat perencanaan Ujian Chuunin.


Shikamaru mendekat ke Chouji agar Temari tidak mendengarnya, dan berbisik padanya.


“Oi, Chouji! Kenapa kau bilang ‘lihat siapa disana’? Aku kira itu Ino jadi aku…”


“Tapi tadi kau bilang pendapat wanita, jadi tidak ada bedanya, kan…?”


“Se-secara teknis sih benar, tapi…” Shikamaru melirik Temari lagi.


Temari adalah pengguna Fuuton terbaik di Sunagakure. Tidak, bisa dibilang dia pengguna Fuuton terbaik di seluruh dunia shinobi, atau paling tidak, yang kedua. Dia menonjol dalam urusan diplomasi dan membesarkan shinobi di luar bidang pertempuran, tapi dia berkarakter militan. Dia adalah orang yang berani dan tegas, dan sebenarnya lebih cocok di medan perang karena sikap agresifnya itu.


Sepertinya karena kepribadiannya itulah maka dia bisa mengurus urusan politik dengan baik, tapi apa tidak apa-apa kalau dia bertanya pada Temari, wanita yang menggunakan badai untuk menyerang musuh di medan perang, pendapatnya tentang bulan madu untuk Naruto dan Hinata? Kepribadiannya saja berbanding terbalik dengan Hinata.


Temari adalah orang yang berkemauan keras dan selalu mengawasi orang lain, dan kedua sifat itu setipe dengan wanita seperti ibu Shikamaru. Sepertinya dia tidak mungkin memikirkan hal-hal yang lembut seperti Hinata.


Kalau masalah itu, kepribadian Ino juga berbeda dengan Hinata. Tapi, Ino adalah teman sekelas Naruto dan Hinata sejak kecil, jadi berkonsultasi dengannya tampaknya akan lebih mudah.


Ino mungkin akan dengan senang hati memberi saran mengenai bulan madu Naruto dan Hinata. Dia itu tipe orang yang tahu soal tren dan hal-hal terkini.


Tapi reaksi Temari saat dimintai saran adalah sesuatu yang tidak bisa Shikamaru bayangkan.


“Apa, bulan madu?” Tanya Temari mengejek, matanya kehilangan kehangatannya. “Kau benar-benar menanyakan hal yang tidak penting padaku.”


Hanya reaksi itulah yang muncul di pikiran Shikamaru.