KONOHA HIDEN

KONOHA HIDEN
DAGING DAN UAP 2



Karena inilah Shikamaru ikut campur tangan tanpa alasan untuk memastikan Chouji makan dengan baik. Pada akhirnya, dia memberikan potongan daging keduanya yang dia letakkan di pemanggang pada Chouji.


Chouji memegang sumpitnya dengan kemampuan yang menakutkan, daging itu menghilang dalam satu kedipan mata. Satu per satu, deretan daging setengah matang semuanya menghilang ke dalam mulut Chouji.


Chouji tampak sangat bahagia setelah makan begitu banyak daging. Dan yang lebih lagi,ntah kenapa belakangan ini dia mulai terlihat berwibawa saat makan.


Daging, nasi, daging, nasi, daging, nasi, daging, daging, daging… Chouji terus makan tanpa berhenti, dan Shikamaru menonton pertunjukan itu, dia menyimpulkan bahwa yang membuat Chouji terlihat berwibawa adalah jenggotnya.


Belakangan ini, penampilan keseluruhan Chouji sedikit berubah.


Hal yang pertamakali tertangkap oleh mata orang lain adalah jenggotnya. Jenggotnya tidak tumbuh terlalu panjang, tapi dibuat pendek dan tertata rapi. Bukan itu saja. Rambut Chouji juga dipotong lebih pendek, dan disisir rapi ke belakang. Itu memberikan kesan bersih, rapi, dan tertata pada penampilannya.


Tidak diragukan lagi. Itu karena jenggotnya. Ketika kau memadukannya dengan rambut dan perubahan penampilannya yang lain, maka Chouji terlihat seperti orang dewasa yang dihormati, bahkan bagi Shikamaru yang sudah mengenalnya selama bertahun-tahun. Itulah kenapa ada kesan berwibawa yang tampak pada Chouji meskipun saat dia makan.


“Mungkin aku juga harus menumbuhkan jenggot…” Gumam Shikamaru sambil menyenderkan punggungnya di kursi.


“Eh? Kenapa kau mau melakukan itu?” Chouji mendongak sesaat dari aktivitas makannya yang gila-gilaan.


Meskipun tampaknya dia asyik dengan makanannya, Chouji selalu mendengar dengan seksama apa yang Shikamaru katakan. Shikamaru menyadari itu, dan terus berbicara,


“Tidak sepertimu, aku tampaknya tidak berubah sama sekali sejak masih anak-anak, yakan?” Shikamaru menyentuh rambut berkuncir ponytail di kepalanya.


Shikamaru selalu membiarkan rambutnya seperti ini, sejak masih anak-anak. Sebuah ikatan model ponytail yang sederhana, rambutnya yang panjang dikumpulkan dan diikat di atas kepalanya. Bukannya dia berniat menjaga rambutnya agar tetap seperti itu atau apa. Hanya saja untuk orang yang bersifat pemalas seperti Shikamaru, inilah cara yang paling mudah untuk berurusan dengan rambutnya.


Jika kalian mengatakan memang dia berniat melakukan sesuatu, maka mungkin itu adalah bagaimana dia berniat untuk berpakaian dan mengurus rambutnya sesederhana mungkin.


Tapi, bukan berarti dia begitu berniat membuat segala hal menjadi mudah hingga akhir, atau apapun yang sejenis itu. Jadi kalian tidak bisa benar-benar mengatakan bahwa dia berniat untuk menjadikan segalanya mudah. Hanya saja dia begitu karena dia tidak terlalu peduli.


Shikamaru tidak mengerti orang-orang yang melakukan segala hal untuk mengubah penampilannya, orang-orang yang punya banyak masalah dalam memilih pakaian mereka. Menurutnya pakaian yang terbaik adalah pakaian yang bisa dikenakan dimana saja, kapan saja, pakaian yang membuatmu nyaman saat memandang awan ataupun tidur siang.


Saat dia masih kecil, Shikamaru sering berpikir ‘kalau aku adalah awan, aku akan menghabiskan hariku dengan duduk di depan api unggun dan melihat api’.


Anak seperti itu adalah anak yang sangat berbeda dari anak-anak yang peduli tentang apa yang dunia maupun masyarakat pikirkan tentangnya. Jadi bukanlah hal yang mengejutkan kalau dia tidak terlalu memperhatikan urusan rambut atau pakaian.


Tapi melihat sahabat lamanya itu tiba-tiba terlihat seperti orang dewasa yang dihormati membuat Shikamaru berpikir.


Shikamaru sudah menjadi chuunin di usia yang cukup muda, dan juga ikut terlibat dengan banyak pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi desa. Contohnya, dia menjadi pengawas ujian chuunin, dan itu membuatnya harus menghadiri banyak rapat, antar desa maupun sebaliknya, dan dalam setiap rapat itu tidak heran jika dia dikelilingi banyak orang yang lebih tua darinya.


Karena dia mendapatkan tugas seperti itu, Shikamaru sering berpikir pada dirinya ‘lihat persoalan ini layaknya orang dewasa’ atau ‘bersikap tenanglah layaknya orang dewasa’ atau ‘kau harus memperhatikan sikapmu layaknya orang dewasa’.


Dan hasilnya adalah komentar Shikamaru mengenai jenggot.


“Orang-orang selalu bilang ‘kau tidak berubah sama sekali, ya’ saat mereka melihatku…” Gerutu Shikamaru sambil makan.


Chouji mendongak dan memiringkan kepalanya bingung.


“Tapi, saat mereka mengatakannya, mungkin yang mereka maksud itu rambutmu, kan?” Chouji berhenti sejenak, melihat ke piringnya yang kosong. “Ah, oba-chan, tolong satu porsi lagi ya!”


Setelah memesan pesanannya, Chouji mengelap mulutnya, dan kembali melihat Shikamaru.” Jika kau bertanya padaku, kau sudah banyak berubah dibanding dulu.”


“Benarkah?”Tanya Shikamaru. “Apa aku terlihat seperti orang dewasa?”


“Yeah. Mungkin karena kau terlibat dalam banyak pertemuan Persatuan Shinobi. Dibanding dengan kau yang dulu, wajahmu sudah sangat berubah. Kau terlihat lebih tenang dan cekatan sekarang. Aku yang mengatakannya, jadi tidak mungkin salah.”


Chouji memberikannya persetujuan besar.


“Ah, sekarang karena kau mengatakannya, banyak orang yang bilang kalau aku terlihat seperti ayahku.”


Mungkin Shikamaru sendiri tidak menyadarinya karena dia melihat wajahnya di cermin setiap hari.


Tapi tetap saja, dia terus berpikir bahwa jika dia memiliki jenggot, maka dia akanterlihat lebih berwibawa…


Shikamaru meletakkan tangannya pada dagunya yang licin dan terus berpikir mengenai hal tersebut. Sambil Shikamaru melakukan hal itu, pesanan daging Chouji tiba.


Sebuah piring besar, tapi kebanyakan orang akan kaget jika mendengar itu bukan untuk mereka berdua. Lupakan untuk mereka berdua, itu adalah pesanan yang hampir tidak cukup untuk Chouji. Itu juga biasanya membuat orang-orang terkejut. Tapi, baik pelayan maupun pelanggan setia disana sudah terbiasa dengan kebiasaan makan Chouji, jadi tidak ada yang akan terkejut.


Saat kita kesini pertama kali, kita juga memesan porsi besar ini, iya kan…


Pikiran Shikamaru kembali pada masa-masa dimana mereka baru saja menjadi genin.


Timnya merayakan misi pertama mereka yang berjalan dengan lancar.


Dan setelah itu, setelah pulang dari setiap misi, mereka sering mendatangi restoran ini.


Mereka berempat akan makan di tempat duduk ini, dan Shikamaru akan duduk persis ditempat yang didudukinya sekarang.