
Masalahnya adalah, jika kalian bertanya pada Tenten, hadiah berupa senjata ninja apapun adalah sesuatu yangakan diterimanya dengan senang hati.
Jadi wajar, semua orang juga akan menebak kalau hadiahnya untuk pasangan itu adalah senjata ninja. Tidak ada yang aneh dengan itu.
Tapi, tunggu! Bukankah itu terlalu biasa dan mudah diprediksi?
Sejak tadi malam, karena suatu alasan, pikiran itu terus berputar di kepalanya. Ada sesuatu yang mengganggunya.
Apa yang mengganggunya? Kenyataannya,dia sudah tahu jawabannya.
“Pernikahan, huh… Itu adalah hal yan gbaik…”
Tenten menghembuskan nafas, bersandar di salah satu tiang. Tangannya bermain-main dengan salah satu koleksi kunainya.
Inilah yang mengganggunya. Naruto dan Hinata akan segera menikah. Itu adalah hari bahagia.
Tenten sendiri selalu memikirkan tentang kunai atau shuriken atau flying guillotines, jadi dia tidak pernah punya kekasih. Dia tidak pernah memikirkan hal-hal romantis atau kefemininan. Mendengar tentang seseorang yang dekat dengannya akan segera menikah tiba-tiba membuat pikiran yang mengganggu muncul di kepalanya dan tidak mau pergi:
Apa tidak apa-apa baginya menjadi seperti ini?
Dari pagi sampai malam, selalu saja senjata ninja, senjata ninja, senjata ninja… Apa tidak apa-apa bagi wanita muda untuk menjadi seperti itu?
Soal itu, perasaan yang disebut Tenten sebagai ‘cinta pada pandangan pertama’ adalah pada flying guillotines. Dia hanya perlu mendengar nama senjata itu sebelum memutuskan untuk menyukainya, dan kemudian membelinya. Tapi, baiklah, bagaimana tidak?
Dan yang paling disukainya belakangan ini adalah aksesoris pergelangan. Ada sebuah alat yang bisa kalian lingkarkan di pergelangan kalian, dan hanya dengan satu tarikan, keluarlah gulungan yang bisa men-summon senjata dalam sekejap. Alat itu sangat brilian. Kau bisa melakukan penyerangan kapan saja, dimana saja. Itu adalah teknologi canggih yang terbaru.
Tapi…apa tidak apa-apa baginya menjadi seperti itu?
Dia mengoleksi banyak sekali senjata ninja, dia bisa saja membuka tokonya sendiri kalau dia mau, tapi ntah kenapa dia selalu membeli kunai baru sebelum dia menyadari apa yang dilakukannya.
Kunai adalah senjata ninja yang sangat mendasar.Tenten memiliki perasaan yang sangat kuat pada mereka. Dia mengoleksi senjata umum maupun langka, tapi pada akhirnya, kunailah yang terbaik. Dia mengoleksi tipe kunai yang umum maupun yang langka.
Yah, tidak apa-apa, kan? Kau tidakakan pernah punya kunai yang terlalu banyak.
Pertama, ada beberapa kunai langka dengan ukiran. Dia tidak bisa membawa kunai-kunai itu dalam misinya. Itu adalah hasil kerajinan tangan. Akan lebih baik untuk menyimpannya sebagaipajangan dirumahnya. Tapi kemudian, karena kunai-kunai itu disimpan di rumah, dia perlu membeli beberapa kunai lagi untuk persediaan misi. Dan jika tiba-tiba dia kehabisan kunai, dia akan berada dalam masalah, jadi dia juga harus membeli banyak cadangan kunai. Dan kemudian, karena dia pergi membeli kunai, bukannya lebih baik dia membeli semua jenis kunai sekaligus untuk menghemat waktu…?
Dia merasa sangat senang dengan itu. Dia menatap benda itu penuh rasa puas dan berpikir ‘baiklah, dalam misi besok aku akan dengan mudah mengenai target-targetku’.
Tapi… Apa tidak apa-apa…baginya menjadi seperti itu?
…Itu bukanlah ide yang bagus.
Jika dia menjadi seperti ini, dan memberikan custom-made kunai sebagai hadiah, maka tidak perlu diragukan lagi,semua orang pasti akan berkata:
“Kunai, lagi…?”
“Yah, itulah Tenten…”
“Tenten selalu saja soal kunai …”
Bayangan orang-orang mengatakan hal itu muncul di pikiran Tenten.
Itu membuatnya jengkel.
Aku bukan hanya wanita kunai. Aku juga punya flying guillotines, kautahu. Kau salah. Kunai bukan segalanya tentangku.
Tenten mulai mengasah kunai lainnya sambil merenung.
Jika dia bisa menemukan hadiah pernikahan selain custom-made kunai, sesuatu yang cocok dan elegan, maka…
“Ternyata kau tidak selalu soal kunai,ya…!”
“Wow, seperti Tenten yang kita duga!”
“Kau tahu, Tenten adalah orang yang memiliki selera yang bagus!”
Reaksi-reaksi itu pasti akan sangat bagus. Hadiah pernikahan seperti apa yang bisa membuatnya mendapat reaksi seperti itu?
Pernikahan itu tinggal beberapa hari lagi, jadi tentu saja dia harus pergi kemanapun untuk mencari hadiah yang bagus. Dari toko yang pernah dia datangi sebelumnya, sampai toko yang terlihat mewah, menurutnya dia harus kesana dan mencarinya.