
setalah makan dan beristirahat
santa membuka pembicaraan dengan sastra.. tentang senjata yg di dapatkan..
untuk apa cincin ini " ucap santa memegang cincin penghisap dan menoleh ke arah sastra
cincin itu tidak kuat tapi kegunaan nya cukup bagus untuk pertahanan mu " ucap sastra menjelas kan
cincin itu bisa menghisap serangan jarak jauh yg bersipat energi " ucap sastra menjelas kan secara rinci
apa ' ternyata hebat juga " ucap santa kagum
ya seperti itulah walau demikian gunakan itu untuk menyerap serangan musuh " ucap sastra
"baik lah "gumam santa memakai cincin itu
setelah itu sastra pun memberikan dua benda yg di dapat kan kepada aswat untuk di makan....
aswat makan lah ini " ucap sastra
untuk apa itu "ujar santa bertanya
ini bahan bahan kuno untuk merusak segel dalam tubuh nya serta memperkuat tubuh nya " ucap sastra melanjutkan
agar harimau ini bisa melindungi diri
baik lah " ucap santa dan menyuruh aswat memakan nya
"aswat makan lah itu " ucap santa
meraung " aswat
ketika aswat beres memakan ramuan kuno itu.. dia pun menggigil kesakitan
aswat "teriak santa menghampiri aswat
jangan di sentuh biar kan saja " ucap sastra
itu efek ramuan kuno
dan beberapa saat pun Aswat meraung keras dan bom ledakan energi yg di selimuti cahaya terpancar..
dalam tubuh aswat
apa? berevolusi " ucap santa kaget dan kagum melihat aswat
meraung meraung meraung #aswat
aswat pun melompat ke arah santa dengan manja lalu menundukan kepala ke arah sastra mengucap kan terimakasih
hahaha harimau bodoh jangan terlalu di pikirkan "ucap sastra tertawa
"ayo pergi kawan disini membosan kan" ucap sastra
ayo "ucap santa
boleh kah aku bertanya sesuatu " ucap santa kepada sastra
"ya "ucap sastra
kenapa satu buah itu di sebut ramuan bukan kah ramuan itu terdiri dari berbagai bahan? "ucap santa heran & ingin tau
" di sebut ramuan karena itu terbentuk dari intisari setiap tumbuhan yg sama jenis " gumam sastra lanjut menjelaskan
bila dari satu pohon ada 100 buah maka akan ada satu buah yg menjadi induk yg menyerap setiap intisari nya setelah penyerapan itu selsai dalam beberapa tahun maka akan berevolusi menjadi ramuan yg mengandung kekuatan " ucap sastra menjelaskan? "
"oh sungguh luar biasa " ujar santa
dan ramuan ramuan itu takan membusuk walau pun ribuan tahun justru akan semakin luar biasa efek nya " ujar sastra
apa semua tumbuhan bisa seperti itu? " ucap santa
iya jangan kan tumbuhan bahkan hewan sekaligus bisa " ucap satra
"luar biasa, "ucap santa
"kamu bisa memakan harimau bodoh itu untuk menaikkan level kekuatan mu hahaha"ucap sastra melihat aswat
ketika mendengar itu aswat pun menerkam sastra ingin menggigit nya
"meraung "aswat
hey hey hentikan hahahaha aku hanya bercanda " ucap sastra tertawa
"tunggu "ucap santa apa kamu mendengar teriakan " ucap santa memperhatikan
!tolong tolong tolong!
"dari sana "ucap sastra melesat menghampiri di ikuti santa dan aswat
...****************...
dari arah suara meminta tolong seorang gadis kecil .. tertangkap dan hendak di bunuh !
"hahaha mau kemana kau bocah " ucap penjahat
tolong "teriak anak gadis
ketika hendak di bunuh datang lah santa dan sastra yg menolong gadis itu..
hey hentikan " ucap santa
siapa kalian bocah "ucap penjahat
pedang panjang pun di ayunkan ingin menebas gadis itu untuk saja di gagal kan sastra
denranggggg pedang pun terlempar ke belakang
kurang ajar " ucap penjahat marah
"dasar sampah berani sekali kau menyakiti anak kecil "ucap santa marah dan langsung menyerang
"BRAJA GENI " ucap santa menghantam kan serangan api nya
penjahat itu pun mati dengan tubuh yg gosong....
"terimakasih kaka " ucap gadis kecil
siapa nama mu "ucap santa menghampiri
"aku aci "ucap gadis kecil
nama yg indah " ucap santa tersenyum
"kenapa kamu di kejar mereka " ujar sastra
menatap!
"desa kami di serang " ucap aci menangis
"apa ❓" ucap santa mengepal kan tangan nya
"siapa meraka apa kamu tau "ucap santa
"tidak tapi mereka begitu kejam "ucap aci menangis dan lanjut berkata?
"tolong orang tua ku "
sastra & santa pun saling menatap dan mengangguk dan bergerak menuju desa
ayo sastra "ucap santa melesat
yoss " ucap sastra mengikuti
tolong tolong tolong "teriak warga desa
"kurang ajar " ucap santa marah dan mengamuk ( teringat kejadian masa lalu)
"bajingan keluar kalian semua " teriak santa
sastra pun ter diam kaget melihat perubah mendadak dari santa yg selalu tersenyum dan santai berubah seperti iblis
muncul lah ratusan penjahat yg menyerang desa..
siapa kau bocah "ucap penjahat
jangan ikut campur urusan kami
" mungkin dia ingin kita bunuh "ucap panjahat lain tertawa
Di atas mereka dengan sangat cepat santa melemparkan serangan
seketika serangan yg sangat dahsyat itu menghantam mereka dan ratusan pasukan itu mati terbakar..
"siapa itu siapa itu " ucap penjahat panik
berlarian kekanan ke kiri
"sastra bunuh semua jangan ada yg hidup "teriak santa
hahaha bocah itu bisa jadi segila ini " ucap sastra melesat menghabisi musuh
"hey hey siapa kalian berani nya membunuh pasukan ku " ucap pemimpin penjahat acuh tak acuh
oh jadi kau pemimpin nya " ucap santa acuh tak acuh
"hahaha bocah ingusan jangan berlaga sok jagoan " ucap pemimpin penjahat
santa menatap pemimpin penjahat dengan penuh amarah..dan bergegas menyerang
"sampah ku bunuh kau "teriak santa
menghantam kan pukulan braja guntur nya
hanya tahap GRENMASTER BNTANG SATU ingin membunuh ku hahah" ucap pemimpin penjahat
dentrang serangan santa pun di tangkis mudah dan santa pun di pukul mundur
hingga menghantam rumah rumah warga desa..
"kaka" ucap aci yg melihat itu
"kay" teriak sastra menyerang
"oh masih ada lagi bocah nakal " ucap pemimpin penjahat
kekuatan yg gila keluar dari tanah dan menyerang ke arah pemimpin penjahat.
namun berhasil di hancur kan dengan mudah
"sial gumam" sastra
di saat bersamaan santa terbangun dan menyerang lagi ke arah pemimpin penjahat
"BRAJA GENI HANCURKAN" TERIAK SANTA
APa? bagaimana bisa dia punya jurus kuno ini " ucap pemimpin penjahat panik
"aray pelindung bertahan "teriak pemimpin penjahat
dua kekuatan pun beradu dengan dahsyat dan menggema
(huss brukk ) santa pun terlempar lagi
melihat itu sastra melesat dan menangkis santa yg terlempar
"apa kau baik baik saja " ucap sastra
"kurasa tidak " ucap santa tapi ini bukan saat nya menyerah ayo kita serang bersama..
"hahaha bocah tengik level sampah kalian tak ubah semut di mataku" ucap pemimpin penjahat tertawa
"hahaha di antara kita belum di tentukan siapa yg mati "ucap sastra
oh baik lah aku akan membunuh kalian berdua dengan cepat " ucap pemimpin penjahat
santa melangkah kedepan dan bersiap menggabungkan kekuatan..
"TIGA KEKUATAN BERGABUNG " Ucap santa
seketika aura yg ganas merembes keluar api dan guntur menyatu bersamaan
"JURUS API PENGHANCUR " ucap santa berteriak
mengarah kan serangan nya..
baik lah bocah nampak nya kalian cukup berbakat "ucap pemimpin penjahat
"api iblis aray kematian hancur kan" ucap pemimpin penjahat
kekuatan yg lebih dahsyat dari sebelumnya bertubrukan dengan ganas menyebab kan
area sekitar .. bergetar dan hancur..
(bam bam bam bam ) santa dan pemimpin penjahat terlempar kebelakang beberapa puluh meter..
di saat yg sama sastra melompat ke langit dan mengeluarkan senjata nya..
hahaha Terima ini sampah "teriak sastra
" KAPAk SETAN HANCUR KAN "
kapak kuno melesat ke arah pemimpin penjahat yg sedang tergeletak di tanah akibat beradu kekuatan dengan santa...
"sialan " ucap pemimpin penjahat
sebelum pemimpin penjahat bangun untuk bisa menahan kapak setan yg mengarah kepada nya ...
tiba tiba
dengan ganas kapak setan dengan ke kekuatan besar berkali kali lipat menghantam tubuh nya dan dar hancur seketika....
"kaka apa kamu baik baik saja " ucap aci membangun kan santa
"aku baik baik saja ini hanya luka kecil "ucap santa
"sungguh merepotkan" gumam sastra
"aci apa itu kamu " ucap orang tua nya memangil
"ayah ibu ini aku" ucap aci berlari memeluk orang tua nya dan menangis
"syukurlah " ucap orang tuanya
"ayah ibu " ini kaka santa dan itu kaka sastra mereka yg menolong kita
warga desa pun berkumpul dan mengucap kan Terima kasih..
di sisi lain para warga bersorak sorak karena desa mereka tidak jadi hancur.. .
"ayah ibu ayo bawa kaka ke rumah kita untuk di obati" ucap aci
ayah aci pun mengangukan kepala dan membawa santa sastra & aswat ke rumah mereka
lanjut