
di dalam padepokan semua orang tampak gelisah menunggu santa sekar dan doy
itu senior doy dan senior sekar
nampak sekar dan doy sudah keluar membawa senjata kuno
mana santa " ucap doy mencari
sekar pun tampak cemas karna santa belum keluar
"apa dia baik baik saja " ucap sekar dalam hati..
walau pun dia tak pernah berbicara dengan santa tapi ada rasa yg tidak biasa di hatinya
meraung " aswat tampak cemas santa tidak keluar,
sekar pun memeluk santa dan mengusap nya dia pasti keluar."ucap sekar lembut
semua murid dan tetua tampak cemas
berhari hari santa belum keluar .. aswat dengan setia menunggu santa di pintu rahasia di temani sekar..
apa santa mati ucap " semua murid silih berganti yg awal nya ramai lambat laun mulai sepi hanya tersisa aswat dan sekar
Sesekali murid senior doy teguh tofa dan yg lain menemani aswat dan menghiburnya
aswat makan lah " santa pasti baik baik saja.. " ucap murid senior
"seketika padepokan bergetar hebat guncang dan ledakan terdengar dari dalam ruangan rahasia dia bawah tanah
semua murid riuh....
dar ledakan dahsyat dan aura yg agung melonjak .
pintu rahasia terbuka .. berdiri sosok ramping dan gagah
keluar dari ruang bawah tanah
seketika semua murid dan tetua terkaget ketika melihat santa membawa pedang dewa penghancur
apa " ucap tetua, dia di pilih menjadi pemilik pedang dewa penghancur " ucap tetua
" meraung " aswat berlari ke arah santa,
aku baik baik saja " aswat. semua nya maaf membuat khwatir
"hey kawan aswat dan nona selar tidak. makan dalam beberapa hari dan menunggu mu di sini " ucap doy mengoda
"sekar pun tegang dan pipi nya memerah tanpa berbicara "
"senior Terima kasih telah merawat aswat " ucap santa . dengan suara rendah
sekar hanya mengangguk tanpa kata
murid senior lain hanya tersenyum menggoda
"Nak apa kamu mndapatkan pedang itu" ucap tetua pertama
tetua maaf merepot kan " ucap santa menyerah kan pedang dewa penghancur
melihat sikap santa yg begitu sopan dan berwibawa membuat semua murid terpana. terutama para tetua..
apa yg kamu lakukan nak " ucap semua tetua pedang itu sudah memilih mu
bukan kah ini senjata kuno milik padepokan pedang suci
" bisa di bilang begitu " ucap tetua namun ruangan ini adalah peninggalan jaman kuno dan setiap hal di dlam nya akan memilih tuan nya sendiri
setelah beberapa waktu santa pun di suruh beristirahat..
di dalam kamar santa membuka baju nya dan melihat tangan kanan dan kiri nya terdapat tato kuno yg aneh .
apa ini " ucap santa apakah ini bentuk luar dari penyerapan senjata kuno
tampak tato kuno di tangan kanan bersimbol kan macan dan tangan kiri tato bersimbol kan naga
*Ah ini masih kurang "ucap santa menghela nafas ..santa pun terlelap tidur sampai suara aswat meraung membangun kan santa
"hey aswat " ucap santa, apa aku terlambat untuk mengikuti perburuan ke wilayah barat laut
hey kawan " ucap doy, ayo bergegas kita akan berangkat
"baik senior " ucap santa bersiap pergi
mereka pun pergi menggunakan kereta kuda
"ah aku harap aku bisa mendapat kan ramuan kuno yg bagus "ucap doy bersemangat
santa hanya diam dan mengelus aswat..
sedangkan murid murid lian sibuk dengan membaca tentang pertarungan dan ramuan kuno
hey kawan " ucap doy
"iya senior" ucap santa melirik doy
apa aku boleh bertanya " ucap doy.
silahkan " jawab santa
apa kamu sudah punya kekasih " ucap doy menggoda
santa pun menggelengkan kepala
tersenyum
" Ah sialan aku satu tempat dengan dua gunung es membosan kan" gumam doy tak berdaya
senior dari mana kamu berasal "ucap santa
"ah aku dari kota angin "ucap doy, lantas kamu dari mana ?
aku darii " ucap santa terdiam
tiba tiba kereta kuda berhenti.
"ada apa paman" ucap sekar
ah nona ada yg menghalangi jalan kita" ucap paman kusir
hey serah kan barang berharga kalian
"gawat ,efic bintang 3 ucap doy
semua murid turun dan berdiam
"hey nona cantik " ucap pemimpin brandal gunung
serahkan barang barang mu " ucap brandal gunung , atau kamu ikut dengan aku
"lancang " ucap sekar. mengeluarkan aura mengerikan
"hahaha wow wanita cantik ini begitu kuat " ucap brandal gunung
"penjara serigala" teriak empat brandal
ah mereka semua efic bintang tiga ini bahaya " gumam murid murid
"paman kalian mau apa aku berikan tapi tolong lepas kan dia " ucap doy panik
lepas kan kata mu " dia akan aku bawa dan ku jadikan istri " ucap brandal eh bukan istri tapi teman tidur
bam ledakan meletus di wajah brandal gunung
Aaaaa raungan kerass terdengar pekikan kesakitan meraung
bam ledakan kedua menggema tanah hancur ratusan meter menyisakan lubang dengan mayat tanpa kepala
berdiri gagah dan berkata dengan nada acuh tak acuh
"kalo kalian ingin bernasib sama.ayo bersuara seperti tadi," ucap santa
Psemua orang terdiam terkejut. melihat dua gerakan membunuh tanpa ada kata dan membuat daerah sekitar rusak
"ampun anak muda " ucap ke empat brandal bergetar
"lepas kan dia " ucap santa berjalan naik kereta kuda
"baik tuan " ucap brandal bergetar,melepas kan sekar
"bocah yg mengeri kan " ucap doy menghela napas ,
ayo senior kita pergi
sekar pun terdiam terpana berjalan dengan lamunan, sebelum kembali sadar
"Terima kasih "ucap sekar
santa hanya menoleh dan mengangguk
waktu pun berlalu... dan mereka sampai di tempat tujuan
"ayo kita dirikan kemah" ucap doy mengatur segala sesuatu
santa bantu dia " ucap doy mengoda.., berniat mendekat kan santa dan sekar
"santa pun membantu sekar yg sedang kesusahan mendirikan kemah
tampak rasa canggung tertanam pada diri mereka
"ah Terima kasih "ucap sekar dingin dan pergi
Doy dan 7 murid lain nya terus berusaha mendekatkan mereka
dengan berbagi cara namun hasil yg dingin masih sama
ketika malam mereka berkumpul di dekat api π₯ dan bercerita satu sama lain
satu demi satu meninggal kan api unggu dan pergi beristirahat
tinggal santa seorang di luar di bawah rembulan santa meniupkan seruling bambu
susana bising di dalam hutan seketika hening suara ombak berangsur-angsur memudar hanya suara seruling yg indah terdengar ...
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
sekar pun bangun dan mendekati santa duduk di samping nya tanpa berkata
menikmati suara seruling yg merdu dan mengandung energi yg bisa menenangkan jiwa
(tampa sekar sadari dia terlelap dalam pundak santa .. santa pun memindah kan kepala sekar kepangkuan nya
terus meniup seruling samapai dia lelah dan tertidur )
ketika pagi tiba doy dan murid murid lain terkaget melihat adegan yg terjadi . di depan mereka melihat sekar putri cantik yg dingin tidur di pangkuan santa
ayo pergi " ucap doy jangan ganggu mereka
ketika doy berjalan tanpa sengaja menginjak ranting kering..
brakk suara Ranting membangun kan santa dan sekar
tampak sekar kaget mendapati dia tidur di pangkuan Santa
wajah cantik nya terlihat merah darah karna. malu
maaf " ucap sekar semalam aku ketiduran karna suara seruling mu
iya " ucap santa, tersenyum di balik topeng
ayo bersiap kita cari ramuan kuno agar kita menjadi kuat " ucap doy bersemangat
semua orang tertawa melihat pemuda yg setiap hari selalu menyebarkan senyum ( doy) bahkan dalam hati santa menyimpan rasa kagum terhadap doy yg selalu membuat orang lain tertawa