
setelah beberapa hari pasukan desa batu yg di pimpin santa mulai bergerak untuk kembali setelah barang rampasan di kumpulkan dan di bawa serta para mayat di kuburkan dengan baik..
apa semua sudah selesai "ucap santa bertanya
sudah pemimpin " ucap pasukan
ah baiklah "ucap santa ayo pergi kita kembali, dah ya paman kalian ayo ikut kembali aku ingin bicara
siap pemimpin " ucap semuanya
ah baik lah tuan muda " ucap sosok misterius, panggil saja saya zo tong
oh baik lah " ucap santa dan mulai berjalan memimpin pasukan. suara langkah kaki menggema..
brrak brak brak brak
...****************...
Setelah beberapa waktu mereka pun sampai di gerbang masuk.
(pasukan telah kembali pemimpin datang) teriak penjaga gerbang
wusss araayy pun mulai hilang secara perlahan dan suara gemuruh mulai menggema bagai kan guntur ⚡
sorak sorak gembira dan tangisan pecah di desa batu...!
ketiga pemimpin mematung ketika melihat sosok muda berjalan masuk kedalam desa air mata haru pecah..
dan brakkk su Ming berlutut di hadapan santa di ikuti si mang dan zu xun zi seraya berkata "pemimpin aku tak tau apa yg pantas kami berikan tapi terimakasih
brak brak brak semua warga berlutut dan berkata- dengan bersama " TERIMA KASIH PEMIMPIN PERTAMA
santa hanya diam dan tersenyum dan berjalan untuk membangun kan ketiga pemimpin. seraya apa yg kalian kata kan kita semua berjuang bersama aku takan pernah bisa brdiri bila kalian dan para warga desa ini tidak mendoakan dan memberikan kepercayaan yg tulus kalian bagun lah dan mulai hari ini kalian bebas
uraaaa hidup pemimpin hidup pemimpin teriak semua orang tiga clans yg dulu berlarian untuk sembunyi sekarang bisa hidup layak dan tidur nyenyak
santa yg berjalan terus di hadapan orang yg memuji nya dan pasukan
...****************...
setelah beberapa saat kemudian santa sampai di aula utama duduk di kursinya denga santai aswat tertidur di dekat kursi , semuanya duduk santai setelah lelah nya peperangan..
sastra yg di sebelah santa duduk dengan malas dan ular kecil di tangan pangkuan nya..
dan nampak lima sosok asing duduk dengan enggan namun mereka memberani kan diri untuk berkata " maaf tuan muda boleh kah aku meminta waktu '
semua orang menatap nya sebelum santa berkata "silahkan paman maaf kalo aku belum mengucapkan Terima kasih "
ah tuan muda itu memang tugas saya namun anda lah yg berperan penting " ucap zo tong
sebenernya siapa kalian sebenrnya? " ucap santa bertanya
kami adalah utusan dari Kerajaan siluman timur " ucap zo tong
oh apa tujuan anda kemari "ucap santa dengan sedikit raut wajah yg sedikit musam
di sebelah sisi Satra yg mendengar mereka urusan kerajaan timur langsung bangkit dan mengeluarkan tongkat dewa kera nya
dan bergerak akan menghantam zo tong
oh kerajaan timur ya " gumam satra dan melesat namun santa menghentikan gerakan nya
jangan kawan kita dengar kan dulu alasan mereka " ucap santa
baik lah " ucap sastra malas namun akua masih kelas dengan mereka
mendengar itu ke lima panglima bingung dan bertanya maaf tuan apa kami pernah menyinggung anda " ucap zo tong sedikit bingung
ya dulu waktu aku sedang sekarat seorang panglima dengan sombongnya menghalangi kami dan itu perintah dari raja
"ucap sastra sedikit mencibir, namun hanya panglima rendahan takan bisa dan ya kalo bukan karena sodaraku menghabisi sampah itu mungkin aku sudah mati menghalangi kami
semua orang terkejut mendengar ucapan sastra ah mereka hanya bisa diam tanpa kata... dan bergumam " sungguh berani
para panglima hanya diam dan menundukan kepalanya sebelum salah satu pasukan elit yg di bawa panglima bicara..
maaf tuan mungkin ini sedikit salah paham, saat itu raja menyuruh mengundang anda ke istana untuk bicara dan bertanya beberapa hal tapi kami tidak tau kalo panglima yg di urus begitu Arogan " ucap pasukan elit kerajaan yang bernama su xoi
sudah lah " ucap sastra dengan malas
haaaaaahh santa pun menarik nafas dan berkata "lantas sekarang mau kerajaan apa mengutus kalian? selain membantu kami membunuh zu xun
ya kami di perintah kan untuk mengundang anda ke kerajaan " ucap zo tong dan saya harap kalian berkenan
hmmm begitu ya , baiklah " ucap santa kami akan pergi setelah tujuh hari jujur saja kami masih harus memulihkan diri
baiklah tuan " ucap zo tong, melemparkan token kerajaan
baiklah tuan, kami pun tidak tau soal itu dan saya harap hubungan kita akan baik baik saja " ucap zo tong
dengan jelas dalam pikiran zo tong yg kenyang dengan pertempuran tau orang yg berbahaya seperti apa dan di mata zo tong santa dan sastra dua sosok yg paling mengerikan
ya kurasa begit " ucap santa tersenyum, dan melanjutkan ke empat pemimpin saya santa dan sastra akan berangkat menui raja timur dalam waktu tujuh hari dan ya jaga desa dan kelola dengan baik
siap pemimpin pertama " ucap ke empat pemimpin desa batu..
kalo begitu kami undur diri terlebih dahulu " ucap zo tong menangkup kan tangan dan bergegas pergi....
baik panglima " ucap semuanya.
...****************...
Setelah beberapa waktu berlalu santa yg sedang keliling desa batu di sapa dengan ramah dan penuh hormat dan sesekali menemani anak anak kecil yg sedang bermain..
para wanita terus memandangi wajah tampan pemimpin mereka.
ah aku ingin sekali menjadi pendamping sang pemimpin " ucap para gadis.
di tempat lain sastra sendang melatih prajurit dan memberikan ilmu pengetahuan tentang kultivasi..
sedang ka aswat dan oroci bermain dengan anak anak desa yg tampak bahagia
ah ini memang sangat menyenangkan " gumam santa dalam hati
ke tiga tetua duduk bersantai di aula mereka masing masing dan sesekali menatap sosok muda yg ramping namun terlihat gagah..
huh anak itu memang luar biasa " ucap suming dalam hati dan tersenyum.!!
santa pun terus berjalan dan menghampiri sastra untuk berbicara " kawan aku ingin bicara
ya apa itu? " ucap sastra sedikit kaget
kenapa kamu menyembunyikan senjata itu dan dari mana itu berasal " ucap sastra dengan menyenderkan badan nya kepohon
hahaha aku tidak menyembunyikan nya tetapi tongkat itu memang mengeri kan aku baru bisa menggunakan nya setelah aju berhasil menyerap kapal kuno " ucap sastra sambil tertawa
baiklah aku bertanya bukan karena hal buruk aku takut senjata itu yg menjadi alasan kamu ingin di bunuh " ucap santa
aku sekarang ingat kawan " ucap sastra orang orang itu mencari artefak dewa penghancur
apa itu " ucap sastra sesikit terkejut dan melirik sastra
artefak itu ada di kerajaan ghoib dan mungkin mereka berpikir aku memiliki nya makanya mereka dulu ingin membunuh ku
oh begitu " ucap santa , apa itu setara dengan kujang kembar ku ?
tidak tapi artefak itu bila jatuh ke tangan yg salah itu bisa gawat dan ya mereka akan punya tato kuno yg memberi kekuatan 100 x lipat
" ucap sastra dengan serius
baik lah aku paham " ucap santa sedikit mengganguk.. tetapi ada hal yg ingin kutanya kan mengapa kamu begitu kuat dan tidak menerobos lagi, apa luka dalam mu blum sembuh?
setiap metode yg aku gunakan atau yg aku berikan kepada mu itu berbeda " ucap sastra,
apa berbeda " jawab santa terkejut, lalu
hahaha tenang lah itu tidak ada efek samping yg buruk justru akan kuat dan semakin kuat " ucap sastra dengan jelas nya metode kita akan sedikit aneh
ketika kita mencapai grandmaster bintang puncak kita takan menerobos ke efic tapi akan kembali ke bintang satu " ucap sastra
jadi maksud mu kita mendapatkan dua kali lipat peningkatan kekuatan bukan kah kalo kita grenmaster bintang satu itu setara efic bintang satu
" ucap santa sedikit mengerti
hahahaha iya betul kawan " ucap sastra karena itulah kita bisa melawan orang yg ada di atas kita
santa pun menggelengkan kepalanya kamu memang layak di sebut jenius " ucap santa memuji
hahah tuan ini memang jenius tapi semua itu berkat kitab kuno milik mu dan ya aku ada satu jurus yg harus kamu kuasai. " ucap santa memberikan salinan kitab kuno
apa ini " ucap santa
itu adalah kekuatan mental "ucap sastra bila kamu berhasil mempelajari kekuatan mental sampai ke puncak nya,kamu akan berdiri di puncak dunia di kemudian hari
ah baik lah " ucap santa tersenyum,
ya kamu hanya butuh artefak ilusi kuno " untuk memulai mempelajari nya " ucap sastra
ah artefak ilusi kuno ya baik lah " ucap santa,, setelah dari Kerajaan kita akan bergerak mencari artefak itu.
baik lah" ucap sastra ikut menyenderkan tubuh dan kepalanya ke pohon