
disisi lain santa sedang bertarung dengan kedua tetua.... dengan kecepatan kilat
trang trang trang.........
kau cukup terampil bocah pantas orang tak berguna mati di tangan kalian " ujar uwa rohili...
santa hanya diam acuh tak acuh.. dengan tatapan yg dingin namun memberi makna yg sangat mengintimidasi...
kita gabung kan kekuatan kita " ucap uwa bagio.....
baik " ucap uwa rohili membuat segel ditangan nya.... "jurus penggabungan sabit setan pembunuh... wuss energi berupa sabitt bersiul di udara berukuran raksasa mengembang di selimuti cahaya hitam gelap
hati hati santa " ucap sekar cemas yg melihat dari jauh.
pemimpin hati hati " ucap anak anak dan perempuan tua
Pedang dewa penghancur " ucap sastra melemparkan pedang nya ke udara " kemudian santa merapal kan segel kuno
bam pedang dewa penghancur membengkak menjadi ukuran raksasa
yg di selimuti api dan guntur...
hancur kan " ucap santa melempar kan tangan nya kedepan.. seketika pedang raksasa bergerak di udara melesat ke arah sabit raksasa
bam Ledakan dahsyat menggema.. mbuat orang biasa terpental tersapu aura. dari ledakan dua kekuatan
ah kurang ajar bocah itu memang sangat kuat " ucap uwa rohili
yaa kita berdua harus kesulitan dengan bocah itu " ucap WA bangio yg menyeka darah dari mulut nya
di lain sisi sastra menghajar uwa tajun dengan menyedihkan...
ayo gabung kan kekuatan ucap uwa tajun & uwa komhir
baik lah tongkat dewa penghancur.. " teriak uwa tajun
rantai iblis pengikat.... bersatu...
wuss tongkat yg dililit oleh rantai.. mengembun di udara denga kekuatan yg sangat mengerikan..
mendesis " oroci meliuk menuju sastra ..denga ukuran raksasa
santa pun melompat ke atas kepala oroci
mendesia oroci mengeluarka bola api hitam yg diselimuti racun melesat ke arah tongkat rantai yg menggantung di udara.
bam , ledakan terjadi dengan ganas ketika kedua tetua mundur kebelakang...
sastra dengan dua pakak di tangan nya yg di selimuti aura hitam misterius ..
menghantam... punggung tetua satu persatu... suara kesakitan terdengar...
dari tajun dan komhir. yg terlempar jauh dengan punggung ter sobek
ah sialan mengapa dia ada di belakang kita.. " ucap uwa tajun dengan pucat
apa mereka di kalah kan... ucap rohili dan bagio ayo kita mundur.. wusss
ketika dua sosok mundur untuk melarikan diri.. santa denga acuh tak acuh mengeriyitkan bibir nya
berani datang kesini jangan pernah bermimpi kembali " ucap santa dengan ganas melesat..
blassss pedang dewa penghancur yg di selimmuti api beraja geni menebas kepala WA rohili...
kurang ajar..." ucap uwa bagio panik wajah pucat nya nampak jelas ketika melihat sosok santa yg tenang tanpa expresi. nampak seperti malaikat pencabut nyawa..
jangan bunuh aku tuan " ucap bagio aku akan mengabdi kepada Anda...
tanpa expresi santa berjalan melewati uwa bagio yg pucat ketakutan dan blasss. kepala uwa bagio di tebas dengan ganas
hahah kamu masih kejam seperti dulu" ucap sastra
aku tidak merasakan ketulusan dari dirinya " ucap santa.. dari pada jadi bumerang di masa depan aku lebih baik membunuh nya
hahha benar... kawan " ucap sastra tertawa
.
di lain sisi prajurit iblis berdarah yg tersisa beberapa dari ratusan berlarian dengan panik
jangan kejar mereka " ucap santa biar kan saja
baik pemimpin " ucap semua orang
hey yota " ucap isa bukan kah kaka santa lebih kejam dari kaka guru
ya "ucap yota . aku pernah melihat dia marah. dan memenggal ratusan orang hanya karena aswat di serang karna menolongku
kaka santa memang hebat " ucap linlin
adik pertama tolong bereskan , semua mayat " ucap santa dengan hangat.
baik kaka" ucap yota
adik ke 3 dan ke 4 aku melihat gaya bertarung kalian sungguh luar biasa " ucap santa dengan senyum memuji
hahah hey kawan tuan ini " yg mengajarkan mereka
iya kaka, ini semua berkat kaka guru" ujar isa dan linlin yg bangga ats pujian
kawan aku kwatir di Kerajaan ini " tidak ada satu orang pun guru yg bisa mendidik orang biasa menjadi begitu mengeriakan
hahah sudahlah " ucap saatra.. orici serap ke empat Sampat itu
mendesis meliuk liuk memakan menuju empat mayat tetua yg mati
hah, kawan apa yg kamu lakukan "ucap santa kaget kenapa dia memakan nya
dia itu ular kuno legenda.. dan aku mengarah kan nya biar kekuatan nya berevolusi terus ke puncak nya..
aku ingin dia menjadi raja ular yg sangat kuat di masa depan.. " ucap sastra..
biak aku percaya padamu " ucap santa. dan semua keputusan mu akan ku hargai.
hahaa memang kamu sodara terbaik ku " ucap sastra merangkul pundak santa
ngomong ngomong kapan kamu akan menikahi nona itu " ucap sastra menggoda
kurasa setelah kita berpetualang ke timur '" ucap santa
baiklah " ucap sastra ayo kita beristirahat
ya " ucap santa berjalan menuju sekar yg sedang duduk menemani anak anak
kaka pemimpin hebat " ucap anak Anak .. kaka aku ingin kuat seperti kaka "
ya pasti kalian biasa kuat jauh lebih kuat daripada aku " ucap santa tersenyum..
kaka masuk dulu kalian bermain dulu ya
baik kaka " ucap anak anak berlarian dengan bahagia..
apa kamu baik baik saja " ucap sekar dengan wajah cemas
ya aku baik baik saja " ucap santa. bagai mana aku bisa terluka kalo aku belum menikahi mu
apa ❓ ucap sekar, apa yg kamu ucap kan " ucap sekar kaget dan malu
tidak lupakan saja " ucap santa berjalan meninggal kan sekar..
tunggu aku " ucap sekar mengikuti dan menggenggam tangan santa dengan erat
di tempat lain sastra duduk di atas pohon...
ah ayah ibu apa kalian baik baik saja " ucap sastra dalam hati. sambil mengelus kepala oroci.... tunggu aku ayah ibu aku akan kembali setelah kekuatan ku pulih dan meningkat...
...****************...
di tempat yg sangat jauh di kerjaan ghaib
sosok raja yg gagah duduk dengan sang ratu yg cantik dan anggun
kenapa belum ada kabar tentang sastra " ucap sang ratu
istri ku " ucap sang raja yg menatap tak berdaya melihat istrinya. yg slalu merindukan anak satu satu nya mereka
menggengam tangan untuk sekedar menenangkan nya.. aku akan mengutus orang terbaik untuk mencari sastra" ucap sang raja
baik suamiku " ucap sang ratu.. aku mohon berikan biaya dan hadiah terbaik untuk orng yg bisa menemukan sastra
baik lah " ucap sang raja....
prajurit panggil pangklima jinghong... kemari "titah sang raja
baik baginda laksanakan ' ucap prajurit
hamba baginda " ucap jinghong
panglima bagai mana kabar tentang orang yg kamu kirim. untuk mencari sastra... " ucap baginda memandang berharap.
kami belum menemukan nya tapi ada orang orang kita yg menemuka aura pangeran sastra " ucap panglima
baik cari dia sampai ketemu siapa pun yg menemukan dia berikan imbalan yg pantas....
baik " baginda " ucap panglima tegas.. dan pergi..