KING OFF ASEAN

KING OFF ASEAN
32 bergabung & pindah



disisi lain santa sedang bertarung dengan kedua tetua.... dengan kecepatan kilat


trang trang trang.........


kau cukup terampil bocah pantas orang tak berguna mati di tangan kalian " ujar uwa rohili...


santa hanya diam acuh tak acuh.. dengan tatapan yg dingin namun memberi makna yg sangat mengintimidasi...


kita gabung kan kekuatan kita " ucap uwa bagio.....


baik " ucap uwa rohili membuat segel ditangan nya.... "jurus penggabungan sabit setan pembunuh... wuss energi berupa sabitt bersiul di udara berukuran raksasa mengembang di selimuti cahaya hitam gelap


hati hati santa " ucap sekar cemas yg melihat dari jauh.


pemimpin hati hati " ucap anak anak dan perempuan tua


Pedang dewa penghancur " ucap sastra melemparkan pedang nya ke udara " kemudian santa merapal kan segel kuno


bam pedang dewa penghancur membengkak menjadi ukuran raksasa


yg di selimuti api dan guntur...


hancur kan " ucap santa melempar kan tangan nya kedepan.. seketika pedang raksasa bergerak di udara melesat ke arah sabit raksasa


bam Ledakan dahsyat menggema.. mbuat orang biasa terpental tersapu aura. dari ledakan dua kekuatan


ah kurang ajar bocah itu memang sangat kuat " ucap uwa rohili


yaa kita berdua harus kesulitan dengan bocah itu " ucap WA bangio yg menyeka darah dari mulut nya


di lain sisi sastra menghajar uwa tajun dengan menyedihkan...


ayo gabung kan kekuatan ucap uwa tajun & uwa komhir


baik lah tongkat dewa penghancur.. " teriak uwa tajun


rantai iblis pengikat.... bersatu...


wuss tongkat yg dililit oleh rantai.. mengembun di udara denga kekuatan yg sangat mengerikan..


mendesis " oroci meliuk menuju sastra ..denga ukuran raksasa


santa pun melompat ke atas kepala oroci



mendesia oroci mengeluarka bola api hitam yg diselimuti racun melesat ke arah tongkat rantai yg menggantung di udara.


bam , ledakan terjadi dengan ganas ketika kedua tetua mundur kebelakang...


sastra dengan dua pakak di tangan nya yg di selimuti aura hitam misterius ..


menghantam... punggung tetua satu persatu... suara kesakitan terdengar...


dari tajun dan komhir. yg terlempar jauh dengan punggung ter sobek


ah sialan mengapa dia ada di belakang kita.. " ucap uwa tajun dengan pucat


apa mereka di kalah kan... ucap rohili dan bagio ayo kita mundur.. wusss


ketika dua sosok mundur untuk melarikan diri.. santa denga acuh tak acuh mengeriyitkan bibir nya


berani datang kesini jangan pernah bermimpi kembali " ucap santa dengan ganas melesat..


blassss pedang dewa penghancur yg di selimmuti api beraja geni menebas kepala WA rohili...


kurang ajar..." ucap uwa bagio panik wajah pucat nya nampak jelas ketika melihat sosok santa yg tenang tanpa expresi. nampak seperti malaikat pencabut nyawa..


jangan bunuh aku tuan " ucap bagio aku akan mengabdi kepada Anda...


tanpa expresi santa berjalan melewati uwa bagio yg pucat ketakutan dan blasss. kepala uwa bagio di tebas dengan ganas


hahah kamu masih kejam seperti dulu" ucap sastra


aku tidak merasakan ketulusan dari dirinya " ucap santa.. dari pada jadi bumerang di masa depan aku lebih baik membunuh nya


hahha benar... kawan " ucap sastra tertawa


.


di lain sisi prajurit iblis berdarah yg tersisa beberapa dari ratusan berlarian dengan panik


jangan kejar mereka " ucap santa biar kan saja


baik pemimpin " ucap semua orang


hey yota " ucap isa bukan kah kaka santa lebih kejam dari kaka guru


ya "ucap yota . aku pernah melihat dia marah. dan memenggal ratusan orang hanya karena aswat di serang karna menolongku


kaka santa memang hebat " ucap linlin


adik pertama tolong bereskan , semua mayat " ucap santa dengan hangat.


baik kaka" ucap yota


adik ke 3 dan ke 4 aku melihat gaya bertarung kalian sungguh luar biasa " ucap santa dengan senyum memuji


hahah hey kawan tuan ini " yg mengajarkan mereka


iya kaka, ini semua berkat kaka guru" ujar isa dan linlin yg bangga ats pujian


kawan aku kwatir di Kerajaan ini " tidak ada satu orang pun guru yg bisa mendidik orang biasa menjadi begitu mengeriakan


hahah sudahlah " ucap saatra.. orici serap ke empat Sampat itu


mendesis meliuk liuk memakan menuju empat mayat tetua yg mati


hah, kawan apa yg kamu lakukan "ucap santa kaget kenapa dia memakan nya


dia itu ular kuno legenda.. dan aku mengarah kan nya biar kekuatan nya berevolusi terus ke puncak nya..


aku ingin dia menjadi raja ular yg sangat kuat di masa depan.. " ucap sastra..


biak aku percaya padamu " ucap santa. dan semua keputusan mu akan ku hargai.


hahaa memang kamu sodara terbaik ku " ucap sastra merangkul pundak santa


ngomong ngomong kapan kamu akan menikahi nona itu " ucap sastra menggoda


kurasa setelah kita berpetualang ke timur '" ucap santa


baiklah " ucap sastra ayo kita beristirahat


ya " ucap santa berjalan menuju sekar yg sedang duduk menemani anak anak


kaka pemimpin hebat " ucap anak Anak .. kaka aku ingin kuat seperti kaka "


ya pasti kalian biasa kuat jauh lebih kuat daripada aku " ucap santa tersenyum..


kaka masuk dulu kalian bermain dulu ya


baik kaka " ucap anak anak berlarian dengan bahagia..


apa kamu baik baik saja " ucap sekar dengan wajah cemas


ya aku baik baik saja " ucap santa. bagai mana aku bisa terluka kalo aku belum menikahi mu


apa ❓ ucap sekar, apa yg kamu ucap kan " ucap sekar kaget dan malu


tidak lupakan saja " ucap santa berjalan meninggal kan sekar..


tunggu aku " ucap sekar mengikuti dan menggenggam tangan santa dengan erat


di tempat lain sastra duduk di atas pohon...


ah ayah ibu apa kalian baik baik saja " ucap sastra dalam hati. sambil mengelus kepala oroci.... tunggu aku ayah ibu aku akan kembali setelah kekuatan ku pulih dan meningkat...


...****************...


di tempat yg sangat jauh di kerjaan ghaib


sosok raja yg gagah duduk dengan sang ratu yg cantik dan anggun


kenapa belum ada kabar tentang sastra " ucap sang ratu


istri ku " ucap sang raja yg menatap tak berdaya melihat istrinya. yg slalu merindukan anak satu satu nya mereka


menggengam tangan untuk sekedar menenangkan nya.. aku akan mengutus orang terbaik untuk mencari sastra" ucap sang raja


baik suamiku " ucap sang ratu.. aku mohon berikan biaya dan hadiah terbaik untuk orng yg bisa menemukan sastra


baik lah " ucap sang raja....


prajurit panggil pangklima jinghong... kemari "titah sang raja


baik baginda laksanakan ' ucap prajurit


hamba baginda " ucap jinghong


panglima bagai mana kabar tentang orang yg kamu kirim. untuk mencari sastra... " ucap baginda memandang berharap.


kami belum menemukan nya tapi ada orang orang kita yg menemuka aura pangeran sastra " ucap panglima


baik cari dia sampai ketemu siapa pun yg menemukan dia berikan imbalan yg pantas....


baik " baginda " ucap panglima tegas.. dan pergi..