
setelah santa masuk kedalam pohon santa pun duduk bersama iblis tua untuk bercerita tentang beberapa hal dan cerita di awali oleh iblis tua yang ingin mengetahui say Xi wanita iblis yang sangat dia cintai pada jaman kuno
ah anak muda apa kamu tau tentang say Xi " ucap on gong bertanya kepada santa penuh harap
santa dengan santai menjawab nya "ya aku tahu dan ya aku bertarung dengan nya namun aku tak membunuh nya justru kita berteman dan dia pun memeberikanku artefak ini " ucap santa menunjukkan artefak spiritual, on gong pun terkejut karena say Xi memberikan nya kepada santa " ah apa dia sudah gila memberikan itu pada mu ,
jangan takut aku sudah memberikan nya artefak dan senjata kuno yang cocok dengan atributnya " ucap santa menenangkan on gong, "dan ya apa kamu mengenal dia tampak nya ada hubungan yang dalam antara kamu dan dia " on gong yang mendengar ucapan santa sediit menunduk dan bergumam " ya dulu kita sepasang kekasih yang saling mencintai namun kita di pisah kan oleh takdir, semua itu berawal karena aku masuk ke tempat ini dan aku pun tersegel di sini sedangkan say Xi pergi ke hutan larangan dan dia pun tersegel di sana "semua ini karena Benda aneh di tengah hutan itu
santa yang mendengar ucapan on gong langsung terkejut apa yang dia maksud salah satu sukma roh kujang " ucap santa dalam hati dan seketika roh kujam berkata " itu adalah sebagai sukma saya tuan kita harus kesana " santa yang mendengar kan ucapan roh kunjang langsung ke tersenyum dan berkata " baik lah tapi kalo kita berhasil apa iblis tua ini akan bebas " roh kujang pun menjawab " iya tuan salah satu sukma saya memang memiliki kekuatan segel apa pun yang ada di sekitar nya takan bisa melarikan diri dan akan terkurung sampai saya berhasil menyerap nya
santa pun mengangguk dan berkata kepada on gong " kake tua bawa aku kesana aku akan membebaskan mu dan kamu akan bertemu say Xi lagi " mendengar ucapan santa on gong langsung terkejut dan bergetar " ahh apa kamu serius " aku akan sangat berterimakasih kepada mu
ya aku serius aku akan membantu mu tapi aku minta kamu menyerah kan potongan artefak spiritual " ucap santa yang bernegosiasi, on gong pun langsung setuju tanpa banyak pertimbangan .
ayo anak muda ikut aku " ucap on gong membawa santa ketempat di mana suka roh kujang . selang beberapa lama terlihat baru besar yang di kelilingi tulisan tulisan kuno yang melancarkan aura pengikat yang sangat kuat " santa yang melihat nya merasa ter intimidasi " ah perasaan yang sangat aneh aku merasa kan ketakutan " gumam santa dalam hati " tuan ayo segera lakukan ucap " roh kujang bersemangat
santa pun berkata kake tua aku akan merepotkan mu untuk menjaga ku " gumam santa langsung melipat kakinya untuk bet kultivasi menyerap sukma dari roh kujang
baik anak muda serah kan padaku " ucap on gong
santa pun melepaskan aura nya dan demmm seluruh lembah di tutupi aray berwarna keemasan santa langsung masuk alam bawah sadar nya dan mulai menyerap sukma kedalam tubuh nya dan di tempat kan kedalam kujang yang berputar di hadapan santa seketika tarik menarik kekuatan terjadi nampak santa berkeringat wajah nya memucat dan sudut bibir nya mengeluarkan darah namun santa terus melanjutkan penyerapan hari demi hari telah berlalu tampak raut wajah cemas dari on gong " ah apa bocah itu akan berhasil " on gong terus berjalan mondar mandir
di tempat yang jauh liu ceng menatap ke arah lembah yang terus bersinar " ah pemimpin apa kamu baik baik saja sudah beberapa hari anda belum keluar " namun tanpa liu ceng sadari banyak sosok kuat sedang mengintai nya dan melihat ke arah lembah iblis
tidak lama berselang Ledakan dahsyat terjadi
lembah iblis yang di penuhi aura. jahat yang sangat pekat tersapu dan pepohonan terbang kesegala arah lembah yang dulu menyeram kan berubah jadi lembah yang sangat terang dan luas tanpa ada nya kabut dan aura jahat di tengah lembah santa dengan pakaian nya yang hancur perlahan membuka mata, tato dalam tangan kanan dan kiri menyala semakin terang.
ah anda berhasil anak muda " ucap on gong yang perlahan tubuh dan wajah nya mengelupas dan menampak ka wujud aslinya " apa apa aku bebas ucap on gong dengan wajah bahagia dan mata yang berkaca kaca menatap kedua tangan nya yang berubah normal
santa pun berjalan dan menghampiri on gong " kini kamu bebas " ucap santa tersenyum kepada on gong dan tiba tiba brakk santa pun pingsan karena kelelahan
...****************...
santa yang pingsan di bawa keluar lembah oleh on gong namun langkah on gong terhenti ketika melihat kemah dan gadis kecil yang sedang tersungkur menangis, tanpa pikir panjang on gong langsung menghampiri liu ceng dengn membawa santa yang pingsan,
hey bocah kenapa kamu menangis " ucap on gong , liu ceng yang tersungkur langsung bangun dan menatap sosok yang iya kenal namun raut wajah nya pucat dan penuh ke takutan ketika melihat santa yang tak sadar diri
" pe pe pemimpin, apa yang kamu lakukan pada pemimpin " ucap liu ceng dengan panik.
oh kamu kenal pemuda ini, " ucap on gong sedikit mengerut kan kening dan liu ceng pun memberi tahu kan identitas santa setelah itu santa di bawa masuk kedalam tenda lalu di rawat oleh liu ceng dan on gong Setelah dua hari santa pingsan akhirnya dia terbangun dan mulai membuka mata dengan malas jelas kelelahan yang sangat dahsyat akibat menyerap sukma / kekuatan roh kujang bukan hal biasa dengan sedikit linglung santa keluar dari kemah dan melihat liu ceng dan on going sedang membakar hewan tangkap mereka
ah pemimpin kamu sudah sadar " ucap liu ceng berlari menghampiri santa , santa pun mengangguk seraya tersenyum namun santa sedikit kaget menatap on goib yang sudah berubah " anak muda jangan menatap ku dengan bingung karena mu aku kembali ke wujud asli ku dan ya aku berhutang budi pada mu " ucap on going
santa yang mendengar ucapan on going langsung tenang dan duduk dengan santai dan mulai berbicara tentang banyak hal. malam berjalan semakin larut namun mereka tidak perduli namun asik berbicara sedang kan liu ceng sudah terbaring tidur di tenda..
lolongan hewan malam terdengar dengan jelas menambah pekat suasana malam , santa dengan serius bertanya kepada on gong tentang roh kujang dan buku kuno