
Tuan Arifin membuka pintunya
"Ayo masuklah" tuan Arifin mempersilahkan Mawar untuk masuk ke dalam rumahnya, Mawar langsung masuk perlahan-lahan diikuti tuan Arifin dari belakang
Saat masuk, Mawar terpesona melihat betapa besar dan mewahnya rumah tuan Arifin, tuan Arifin langsung mengunci pintunya, Mawar langsung kaget sembari menoleh ke arah tuan Arifin yang mengunci pintunya
"Ayo duduklah" suruh tuan Arifin. Mawar langsung duduk di sofa, tuan Arifin ikut duduk juga di samping Mawar
"Bagaimana rumah saya bagus kan?" Tanya tuan Arifin sambil memandangi wajah Mawar
"Iya tuan" jawab Mawar sembari menunduk
"Hei, jangan malu-malu" ucap tuan Arifin sembari menarik pelan dagu Mawar ke arahnya
"Anggap saja ini rumah kamu sendiri, pasti rumah kamu yang disana tidak sebagus ini, iya kan?" lanjut tuan Arifin mulai merendahkan. Mawar hanya menggelengkan kepalanya. Tuan Arifin langsung tertawa menyeringai
"Haha, kenapa saya malah membandingkan rumah saya sama rumah kamu, ya jelas jauh berbeda lha. Rumah kamu terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari jerami mana pantas di sebut bagus bahkan jauh dari kata bagus disebut rumah pun tidak pantas, masih bagusan kandang sapi milik saya" tuan Arifin mulai menghina. Mawar hanya bisa terdiam menunduk
"Maaf, maafkan saya sudah menjelekan rumah kamu, bukan rumah kamu saja tapi rumah warga disini semuanya tidak ada yang bagus, ini kenyataan ketika saya melewati gubuk-gubuk jelek itu_" tuan Arifin terus bicara menghina para rumah warga dengan tawanya yang menyeringai membuat Mawar merinding
"Kamu ini cantik, masa wanita secantik kamu tinggal dirumah seperti itu, seharusnya wanita secantik kamu lebih pantas tinggal di rumah ini, kalau kamu mau, kamu bisa memiliki rumah ini dan menjadi nyonya di rumah ini" ucap tuan Arifin sambil menggeser tubuhnya mendekati Mawar, Mawar berusaha menjauh
"Maaf tuan, tuan bilang, tuan akan memberi saya pekerjaan kalau boleh tau apa pekerjaannya? saya akan mengerjakannya sekarang" tanya Mawar gugup
"Hei, jangan terburu-buru santai saja, kamu tenang saja, jangan takut begitu, saya ini orang baik, nanti saya akan kasih kamu pekerjaan apa yang harus di kerjakan" ucap tuan Arifin sambil merangkul pundak Mawar dengan tangan kanannya. Mawar langsung memiringkan wajahnya
"Kalau begitu ayo ikut saya ayo" ajak tuan Arifin langsung berdiri dan berjalan, Mawar menurut mengikuti nya, tuan Arifin membawanya ke atas dan mengajaknya ke kamar. Mawar langsung diam setelah sampai di ambang pintu
"Kenapa? Ayo masuklah" suruh tuan Arifin
"Tuan, kenapa tuan menyuruh saya kesini, apa tuan akan menyuruh saya bersih-bersih?" Tanya Mawar ragu
"Tidak, saya tidak akan menyuruh wanita secantik kamu bersih-bersih, wanita secantik kamu tidak pantas jadi tukang bersih-bersih, saya akan memberi pekerjaan yang mudah untuk kamu. Kamu pasti akan suka dan menikmatinya" tutur tuan Arifin
"Pekerjaan apa tuan?" Tanya Mawar penasaran
"Pekerjaan romantis" ucapnya sembari tak berhenti menatap mata Mawar
"Romantis itu pekerjaan apa tuan?" Tanya Mawar dengan polosnya tak tahu arti kata 'Romantis' itu apa
"Pekerjaannya kamu bantu saya bersenang-senang layani saya malam ini sampai saya puas" ucap tuan Arifin sambil tersenyum dengan tangan nakalnya mencoba menarik ikatan di samping yang di kenakan Mawar. Mawar langsung membulatkan matanya tak menyangka dengan ucapan tuan Arifin yang bernada mesum. Ia berjalan mundur Tuan Arifin langsung menarik paksa tangannya
"Tuan lepaskan, kenapa tuan menarik tangan saya, tangan saya sakit tuan" Mawar merintih kesakitan
"Jangan banyak tanya! Ayo masuk!" Bentak tuan Arifin sambil membawa Mawar masuk ke kamarnya lalu melemparnya ke ranjang
"Tuan, apa yang tuan lakukan?" Tanya Mawar ketakutan
Tuan Arifin mengunci pintu kamarnya, kemudian menghampiri Mawar. Tuan Arifin langsung membuka bajunya dan kini hanya memakai kaos, dia menjatuhkan diri dan akan mendekap Mawar, untungnya Mawar berhasil menghindar dan langsung bangkit
"Tuan apa yang tuan lakukan?" Tanya Mawar kaget, tuan Arifin langsung bangkit
"Saya memberi kamu pekerjaan untuk melayani saya malam ini! Jadi turuti permintaan saya" ucap tuan Arifin lalu membaringkan kembali tubuh Mawar di ranjang dan menindih tubuh Mawar sambil merobek bajunya dan membuka kepangan rambut Mawar lalu menggerayangi tubuhnya
Mawar langsung memberontak, Mawar yang sudah ketakutan setengah mati langsung mendorong tuan Arifin yang mendekapnya dengan sekuat tenaga hingga terpelanting ke belakang
"Maaf tuan, saya bersedia untuk bekerja seperti biasa, seperti membersihkan rumah atau semacamnya saya bersedia. Tapi kalau untuk melayani kepuasan tuan, saya tidak bisa! Maafkan saya, saya masih suci, tolong jangan lecehkan saya" ucap Mawar setelah bangkit dari ranjang sembari menangis lalu berusaha kabur dan berusaha membuka pintu kamar
"Kurang ajaaarrrrr!"
Tiba-tiba tuan Arifin menariknya dan menamparnya dengan keras hingga Mawar terjatuh mengenai meja, bibir mawar pun berdarah akibat tersangkut paku yang tertancap disisi meja saat terjatuh, tuan Arifin yang sudah kelewat emosi langsung menjambak rambut Mawar sampai membuatnya berdiri
"Beraninya kamu menolak ajakan saya, bukannya kamu sudah berjanji akan menuruti perintah saya, saya sudah memberi kamu satu pekerjaan, apa melayani saya untuk malam ini saja tidak bisa hah!" Pekik tuan Arifin lalu kembali mendorong Mawar ke ranjang. Tuan Arifin langsung mendekap kembali tubuh Mawar dan menggerayanginya. Mawar terus memberontak sembari berteriak minta tolong. Ia langsung kembali mendorong tuan Arifin dengan keras hingga terjatuh mengenai meja dan gelas yang ada di atas meja langsung jatuh menimpa kepala tuan Arifin
Mawar berusaha lari, hingga kakinya tanpa sengaja menginjak pecahan kaca yang berceceran dimana-mana, tiba-tiba tuan Arifin menangkis kaki Mawar menggunakan tongkatnya hingga Mawar terjatuh dan lututnya berdarah mengenai pecahan kaca. Tuan Arifin langsung bangkit dan berdiri menggunakan tongkatnya
"Dasar wanita bodoh! Kampungan! Tidak tahu diri! Harusnya kamu bersyukur karna saya akan menggaji kamu lebih besar kalau kamu melayani saya malam ini! Tapi lihat kamu malah menolak ajakan saya! Benar-benar tidak tau diri! Beraninya kamu menolak saya! Sekarang rasakan akibatnya!" Tuan Arifin langsung melayangkan tongkatnya akan memukul Mawar. Mawar langsung melipatkan tangannya menyembunyikan wajahnya sembari berdoa meminta perlindungan pada Tuhan